Rancangan Anggaran Belanja Pemkab Pasuruan  2027 Tembus Rp4,07 Triliun, Fokuskan Anggaran untuk Tiga Proyek Strategis Daerah

Harianmerdekapost.com – Pasuruan – Dalam Rapat Paripurna DPRD,Pemerintah Kabupaten Pasuruan secara resmi menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Dalam rancangan anggaran tersebut, struktur keuangan daerah dirancang dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2026. Proyeksi pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp3.528.332.982.321,00, sementara pos belanja daerah dialokasikan sebesar Rp4.075.185.923.222,00 guna mendanai pelbagai program prioritas pembangunan.

“Penyusunan APBD tahun 2027 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses perencanaan pembangunan daerah untuk mewujudkan pelayanan publik, memperkuat perekonomian daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasuruan,” kata Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, Senin (2/11/2026).

Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo yang akrab dipanggil Mas Rusdi , menjelaskan secara rinci target pendapatan daerah yang terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1.761.705.401.360,59 dan Pendapatan dari Transfer sebesar Rp1.766.627.580.960,41. Pendapatan Asli Daerah itu bersumber dari pajak daerah Rp1.135.283.255.372,59, retribusi daerah Rp613.172.145.988,00, hasil pengelolaan kekayaan daerah dipisahkan Rp5.250.000.000,00, serta dari lain-lain PAD yang sah Rp8.000.000.000,00.

Sementara itu, komponen pendapatan transfer mencakup transfer pemerintah pusat sebesar Rp1.627.662.856.000,00 serta pendapatan transfer antar daerah sebesar Rp138.964.724.960,41. Di sisi pengeluaran, belanja daerah mencapai Rp4.075.185.923.222,00 terbagi atas belanja operasi Rp2.515.694.843.177,41, belanja modal Rp871.012.678.831,59, belanja tidak terduga Rp35.000.000.000,00, dan belanja transfer Rp653.478.401.213,00.

“Dalam rangka menutup defisit anggaran sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur yang mendukung pelaksanaan program strategis nasional, Pemerintah Kabupaten Pasuruan merencanakan pemanfaatan skema pinjaman daerah sebagai salah satu alternatif sumber pembiayaan,” ujarnya.

Mas Rusdi menjelaskan bahwa pembiayaan utang daerah senilai Rp363.000.000.000,00 dari total penerimaan pembiayaan Rp550.352.940.901,00 akan dialokasikan khusus untuk mendanai tiga proyek strategis. Ketiga proyek tersebut meliputi pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Purwodadi, revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan, serta revitalisasi objek wisata Pemandian Alam Banyubiru.

READ  Babinsa Karang Anom, Laksanakan Komsos dengan Warga Binaan

Pelaksanaan proyek-proyek fisik berskala besar ini direncanakan mulai berjalan secara bertahap pada Tahun Anggaran 2027. Pemerintah daerah memastikan pengelolaan anggaran pinjaman tersebut tetap berpegang teguh pada prinsip efektivitas, efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas publik.

Selain pembangunan infrastruktur pariwisata dan kesehatan, alokasi belanja daerah 2027 juga disebar untuk mendanai urusan wajib pelayanan dasar seperti bidang pendidikan sebesar Rp718.873.861.558,00 dan bidang kesehatan sebesar Rp1.113.037.395.854,97. Sektor pekerjaan umum dan penataan ruang turut mendapat porsi besar senilai Rp651.062.087.792,00 guna memastikan konektivitas wilayah yang stabil.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap rangkaian pembahasan bersama DPRD dapat berjalan lancar dan konstruktif sesuai jadwal tahapan. Seluruh nota keuangan Raperda APBD 2027 ini ditargetkan mampu ditetapkan tepat waktu demi memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.

“Kami berharap seluruh rangkaian pembahasan dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan konstruktif, serta dapat diselesaikan sesuai dengan tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan,” tutupnya…izz

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *