Menteri Transmigrasi tinjau langsung Plant Biogas di Manokwari Selatan

Harianmerdekapost.com, Manokwari Selatan, Papua Selatan – Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Iftitah Sulaiman, meninjau pembangunan plant reaktor biogas Tim 8 Ekspedisi Patriot (TEP) ITS di Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, Sabtu (12/09/2026). Kunjungan tersebut untuk melihat langsung implementasi program Tim Ekspedisi Patriot ITS.

 

“Program ini tidak boleh berhenti pada pembangunan teknologi semata. Potensi lokal harus dimanfaatkan untuk memperkuat kemandirian masyarakat, dan melalui Tim Kader Patriot, pengetahuan serta teknologi yang dibawa dapat terus dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan. Ke depan, pemanfaatan biogas ini harus segera diarahkan tidak hanya untuk kebutuhan memasak, tetapi juga menuju konversi energi listrik,” tegas Menteri Transmigrasi RI Dr. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.

Dalam kunjungannya, Iftitah berdialog dengan tim 8 TEP ITS mengenai pengolahan kotoran sapi menjadi sumber energi biogas. Menteri Transmigrasi juga turut didampingi oleh Bupati Manokwari Selatan, Bernard Mandacan serta Wakil Bupati, Mezak Inyomusi.

Ketua Tim 8 TEP ITS, Dr. Ir. Arief Abdurrakhman, S.T., M.T., menjelaskan, reaktor berkapasitas 10 meter kubik tersebut memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan baku. Adapun energi biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar memasak, sumber listrik, dan pupuk organik.

 

“Selama ini dalam proses memasak masih menggunakan kompor minyak tanah, sehingga biogas ini dapat menjadi alternatif untuk kegiatan tersebut,” ujar Aswati, salah satu penerima manfaat biogas.

 

Ia menyampaikan rasa syukur karena kotoran sapi miliknya saat ini bisa dapat diolah menjadi lebih bermanfaat. Di sisi lain, kehadiran kompor biogas dinilai berhasil mengurangi ketergantungan Aswati terhadap penggunaan minyak tanah.

Tim 8 TEP ITS juga membentuk Tim Kader Patriot yang terdiri atas masyarakat dan unsur lokal. Hal ini sebagai upaya keberlanjutan supaya memastikan pengetahuan dan teknologi yang dibawa ITS tetap dapat dimanfaatkan masyarakat secara mandiri.

READ  Polresta Banyuwangi bersama KPH PERHUTANI Banyuwangi Utara Gelar Panen Raya Jagung Tahap I, Dukung Swasembada Pangan Tahun 2025

 

Adapun Tim 8 yang menjalankan program tersebut terdiri atas Ayu Nur Lestari, S.Tr.T., M.T., Febriyati, S.Tr.T., Moch. Fauzan Surya Earlyansyah, S.Si., Lalu Muhammad Sapriandi, S.P., dan Jinan Elvaretta Aqilah Setyabudi, S.Tr.T.

 

Pengembangan biogas di Margorukun sejalan dengan SDGs 7 melalui penyediaan energi alternatif, SDGs 11 melalui penguatan kemandirian masyarakat, serta SDGs 17 melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah daerah, dan Kementerian Transmigrasi.

 

Kunjungan Menteri Transmigrasi menjadi bagian dari penguatan sinergi dalam pengembangan energi berbasis potensi lokal di Oransbari. Plant biogas di Margorukun diharapkan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.

 

(Luis).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *