Harianmerdekapost.com, Pasuruan, Jatim – Curhat Kamtibmas adalah salah satu program prioritas Polsek yang dilaksanakan penuh Istiqomah berkelanjutan berkesinambungan untuk 15 desa yang ada diwilayah Polsek Gempol Polres Pasuruan.
Dasar dan tujuan pelaksanaan meningkatkan sinergitas dengan pemerintah desa, mendengarkan secara langsung ragam keluhan warga yang ada di 15 desa yang dikemas dengan methode dialogis , memberikan langkah- langkah yang harus dilakukan sebagai bentuk cegah dini dan solusi serta merespon cepat, bila rana tupoksi Polri dan membantu mengkomunikasikan pihak terkait untuk masalah yang non tupoksi.

Berkait keberlanjutan giat tersebut diatas Polsek Gempol pada hari rabu tanggal (11-02- 2026) Gelar Curhat Kabtimmas di Desa Carat dan Watukosek yang dihadiri oleh kepala desa dan perangkat desa, perwakilan pemuda, perwakilan Guru TK dan SD ,tokoh masyarakat dan Ibu- IBu warga desa sekitar dan dari Polsek Gempol dipimpin langsung oleh Kapolsek Bapak KOMPOL GIADI NUGRAHA ,S.I.K , M.H didampingi Personilnya.
Untuk di desa Carat dilaksanakan di Pujasera desa Carat dan dimulai jam 10.30 wib -selesai sedang didesa Watukosek di balai dusun Watukosek dan dimulai jam 14.30 wib – selesai .
Dalam pelaksanaan giat Curhat Kamtibmas baik di desa Carat maupun Watukosek yang sangat menarik ketika pada sesi tanya jawab dimana warga desa menyampaikan ragam keluhan kepada Bapak Kapolsek diantaranya beberapa terjadinya tindak kriminal, kondisi jalan Nasional yang rusak ,minuman penerangan jalan umum ,bencana banjir banjir , menyikapi pelaksanaan bulan suci Ramadhan dan bahkan ada ibu guru PAUD desa Carat yang mohon bantuan yang ruang kelasnya belum ada atapnya .
Semua pertanyaan dijawab oleh Kapolsek Gempol Gempol Bapak GIADI NUGRAHA ,S.I.K, M.H dengan jelas dan lugas sesuai mekanisme juga landasan hukum yang ada( untuk yang sesuai tupoksi Polri) sedang untuk yang non tupoksi ,beliau akan membantu sepenuhnya mengkomunikasikan dengan pihak terkait .
Dua hal yang menarik ketika sesi tanya jawab Curhat Kamtibmas di desa Carat ,ada pertanyaan dari warga dusun Raos desa Carat yang bertanya bahwa di dusun Raos setiap malam takbiran melakukan takbir keliling dan bunyikan petasan ,itu merupakan adat warga dusun Raos dan mohon bantuan pengamanan , kemudian beliau menjawab bahwa kami Polsek Gempol menghimbau kepada semua masyarakat muslim di wilayah Gempol supaya tidak melaksanakan takbir keliling karena rawan terjadinya tawuran sebaiknya disentralkan di satu tempat termasuk membunyikan petasan dan mengganggu warga lainnya . Tuturnya !!
Kami berharap masyarakat di tiap desa jangan sampai salah memaknai hari kemenangan setelah menunaikan ibadah puasa wajib Ramadhan selama sebulan sebab hakekat daripada ibadah puasa adalah penguatan bathin demi peningkatan kualitas iman dan taqwa kita kepada Sang Pencipta sebagaimana hal ini dijelaskan dalam salah satu hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhori Muslim yang menjelaskan bahwa Rasulullah pada 10 hari pada bulan suci Ramadhan betul-betul serius dan penuh konsentrasi dalam melaksanakan Hablum minallah pada bulan yang paling mulia dibanding 11 bulan lainnya bahkan beliau sangat bersedih bila tidak dapat berjumpa kembali dengan bulan suci Ramadhan . Jelasnya !!
Untuk pertanyaan dari Ibu Guru PAUD ,kami Polsek Gempol akan memberikan bantuan tapi tidak perlu kami sampaikan disini yang penting diharapkan dapat bermanfaat . Tambahnya !! .
Berdasarkan hasil monitor dan pantauan Tim media harian merdeka post selama ini ,menurut kami sangat tepat guna dan memberikan multi efek manfaat buat masyarakat desa yang ada diwilayah hukum Polsek Gempol Polres Pasuruan diantaranya sebagai bentuk langkah identifikasi jenis kasus dan langkah cegah dini tindak kejahatan, meningkatkan sinergitas Polsek Gempol dengan Pemerintah desa, mewujudkan kemanunggalan Polri dengan rakyat dalam bingkai POLRI PRESISI demi menjadikan POLRI sebagai Pengayom Masyarakat secara kaffah .( Budhi H)






