Tak Pernah Berkencan Sekalipun.

Editor/Penulis : Amatus.Rahakbauw

Arikel208 Views

Seorang, sarjana mudah yang jatuh cinta pada seorang Pria miskin yang tinggal di sebuah desa kecil. Pria tersebut itu bernama Sincan.

Saat itulah Sincan terlahir ke dunia.Sejak kecil, kedua orang tua Sincan menyekolahkannya di sekolah yang begitu terkenal.

Dahulu kedua orang tuanya hanya bekerja sebagai petani tapi karena kerja kerasnya mereka berhasil menjadi saudagar yang kaya raya.

Ia bahkan tak bisa tersingkir dari yang namanya peringkat 1 di Sekolahnya. Saat ia berumur 6 tahun, ia pernah mengikuti lomba baca puisi, olimpiade matematika dan sains, cipta cerpen dan meraih juara 1 pada masa itu.

Sincan adalah anak yang aktif dan cerdas bahkan didalam berbagai kegiatanpun, namanya terus saja tercantum dalam kegiatan itu.

Hal itu membuatnya diperebutkan bukan hanya oleh guru tetapi juga para murid-murid yang tahu akan kehebatannya.

Di tingkat SMP, Sincanpun merupakan anak yang ahli dalam berbagai bidang olahraga seperti basket, sepak bola dan juga atletik. Namanya terus saja melambung tinggi ketika akan ada beberapa lomba yang diadakan.

Memasuki Sekolah Tinggi Menegah Atas, Sincanpun kembali aktif dalam berbagai cabang ekstrakuliker. Sedangkan di bagian mata pelajaran, Ia tak perlu diragukan lagi.

Sincan adalah siswa terpopuler saat itu. Tetapi berbanding terbalik dengan keahliannya dalam mata pelajaran, ia tak ahli dalam yang namanya cinta.

Kecerdasannya melampaui teman-teman seusianya. Ia bahkan tak membutuhkan buku sekalipun, materi yang dikuasainya lebih dari yang dimiliki oleh guru disekolahnya.

Dalam percakapan mereka tak ada satupun yang tidak ada kaitannya dengan pelajaran hingga gadis itu merasa jengkel dan pergi. Kisah lainnya hampir serupa dengan gadis pertama.

Ia lebih fokus dalam pelajaran dan tak peduli pada gadis itu. Jika dihitung-hitung mereka tak pernah berkencan sekalipun.

Sincan pernah mencintai seseorang yang satu sekolah dengannya begitu juga dengan gadis itu yang mencintai Sincan tapi bukannya memperlakukannya dengan baik,Sincan terus saja membanding-bandingkan dirinya dengan gadis idamannya dan juga terus terlihat sok pintar di depan gadis tersebut.

Memasuki jenjang perkuliahan, Ia menjadi asisten dosen matematika karena dianggap bisa menggantikannya di saat tak bisa menghadiri mata kuliah saat itu. Ada yang terkagum-kagum melihat kemampuannya tapi ada juga yang iri bahkan membencinya karena menjadi anak kesayangan dosen di kampus. Mungkin diantara teman-temannya ia hanya memilki 2 orang yang benar-benar menganggapnya teman. Mereka adalah Rini, keturunan Kalimantan selatan tapi pindah ke Jawa karena pekerjaan ayahnya, anak seorang pegusaha yang terkenal tapi tidak memanfaatkan keteranan itu demi ajang pamer Ia baik hati, mau berteman pada siapa saja dan tidak sombong. Dan yang satunya lagi, namanya Rani. Gadis keturunan Jawa yang begitu khas dengan logatnya. Ia berasal dari keluarga yang sederhana tapi tak pernah mengeluh dengan keadaannya dan terus tersenyum bahkan jika ia dalam kesulitan sekalipun. Mereka berada dalam satu jurusan yang sama, bisa dibilang tak ada yang bisa menandingi persahabatan mereka. Hingga pada akhirnya, hal yang paling ditakutkan pada sebuah persahabatan terjadi. Sincan menyukai gadis itu tapi tak pernah diungkapkannya karena takut persahabatannya akan rusak. Tapi cinta sepihak ini tak mungkin bertahan lama. Rani juga menyukai Sincan secara diam-diam.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *