Sekolah Orang Tua Hebat ” BKB Generasi Bintang” Desa Kepulungan

Harianmerdekapost.com, Pasuruan, Jatim – Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) merupakan salah satu program bidang kesehatan yang tujuan utamanya adalah untuk konvergensi angka stunting dan untuk desa Kepulungan sudah melaksanakannya sejak bulan Juli 2023 dan atau 4 bulan berjalan.

Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di desa Kepulungan kecamatan Gempol kabupaten Pasuruan bernama Bina Keluarga Balita (BKB) Generasi Bintang dengan jumlah peserta dari Ibu -ibu rumah tangga usia muda berjumlah 21 orang dari tiap dusun yang ada di wilayah desa Kepulungan yang diasuh oleh guru kelas yang bernama Ibu Sri Hayati.

Sekolah Orang Tua Hebat adalah semacam pendidikan non formal yang tujuan utamanya adalah memberikan edukasi kepada para tua terutama ibu -ibu rumah tangga yang berusia muda yang mengedepankan sisi perkembangan kesehatan para balita dan cara memberikan edukasi yang baik dan benar untuk anak -anak yang dalam usia balita.
Dan untuk sekolah orang tua hebat (SOTH) setiap kali pertemuan tatap mukanya selalu dilaksanakan di pendopo kantor desa Kepulungan.

Pada hari kamis (19-10-2023) merupakan pertemuan tatap muka yang ke 13 dan merupakan tatap muka yang terakhir untuk sekolah orang tua hebat (SOTH) angkatan pertama dengan agenda Post Test atau ujian akhir dan bagi peserta yang telah dinyatakan LULUS akan mendapat Sertifikat dari dinas BKKBN kabupaten Pasuruan.

Pada saat acara usai, Tim media harian merdeka post menemui ketua TP PKK desa Kepulungan dan wakilnya Ibu Hj SA’ADAH dan Ibu Yulita keduanya selaku penanggung jawab pelaksana program sekolah orang tua hebat (SOTH) desa Kepulungan untuk meminta komentar, secara bergantian keduanya menjelaskan bahwa kami melaksanakan program sekolah orang tua hebat sebagai satu upaya nyata dalam rangka memberikan edukasi bersama tentang mengasuh anak balita secara baik dan benar dengan mengedepankan memperhatikan sisi perkembangan kesehatannya supaya tidak masuk katagori Stunting ,kami sangat bersyukur untuk angkatan pertama yang seharusnya jumlah kelasnya hanya 20 orang menjadi 21 orang peserta karena ada seorang ibu rumah tangga muda yang bersih kokoh minta disertakan.

Yang kedua lanjutnya satu hal yang sangat membanggakan dan membahagiakan kami dari pertemuan tatap muka sejak pertama hingga yang ke 13 pada hari para peserta kelasnya penuh semangat dan tidak pernah ada yang absen tetap berjumlah 21 orang peserta.

Yang terakhir sebagai harapan kami dengan mengacu pengalaman jumlah peserta pada angkatan pertama, untuk angkatan kedua nantinya jumlah pesertanya semakin meningkat. Tuturnya!!.(Budhi H).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *