Pagelaran Wayang Kulit Di Wong Pulungan: Wujud Nyata Mencintai Warisan Budaya Bangsa 

Harianmerdekapost com-Pasuruan— Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November yang berdekatan dengan Hari Wayang Nasional pada 7 November, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pasuruan menggelar pertunjukan seni dan budaya di kawasan objek wisata Pemandian Air Panas Wong Pulungan, Sabtu (7/11/2026).

Rangkaian acara diawali dengan pertunjukan seni Bantengan pada siang hari. Suasana makin semarak pada malam harinya melalui penampilan musik Campursari, sebelum akhirnya ditutup secara meriah oleh Pagelaran Wayang Kulit yang membawakan lakon “Tirto Wahyu Sewindu” bersama Dalang Ki Yanto Wadeng Sobowono.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Adinda Denisa, S.Psi., jajaran Forkopimcam yang meliputi Camat Hadi, Danramil Kapt. Setiyono, Wakapolsek AKP Slamet, serta Kepala Desa Kepulungan Didik Hartono (Abah Didik).

Kepala Desa Kepulungan, Didik Hartono, mengungkapkan bahwa Desa Kepulungan memiliki rekam sejarah penting dalam garis keturunan dan perkembangan pemerintahan Kabupaten Pasuruan.

“Adipati pertama Kabupaten Pasuruan pada abad ke-17 adalah  Ki Gede Temenggung Kepulungan, yang lebih dikenal oleh masyarakat luas sebagai Wong Kepulungan,” terang Didik.

Ia memaparkan berbagai peninggalan budaya leluhur serta keberadaan sumber air panas alami yang saat ini menjadi destinasi favorit wisatawan. Pemerintah Desa Kepulungan berharap kekayaan sejarah, seni budaya, serta potensi alam ini dapat terus dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan menjadi kawasan wisata terpadu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Adinda Denisa memberikan perhatian khusus kepada generasi muda atau Gen Z yang hadir dalam acara tersebut.

“Boleh-boleh saja anak-anak muda zaman sekarang mengikuti tren terkini seperti ngefans K-Pop atau budaya luar lainnya. Namun pesan saya, jangan sampai lupa dengan jati diri bangsa, budaya, serta sejarah sendiri yang merupakan warisan leluhur kita,” tegas Adinda.

READ  Guyub Rukun Warga Dusun Legupit Memperbaiki Jalan dengan Swadaya

Ia menambahkan, pagelaran seni tradisional seperti Wayang Kulit menjadi benteng penting agar generasi penerus tetap memegang teguh nilai-nilai luhur bangsa.

Adinda juga mengajak masyarakat Kepulungan untuk aktif mempromosikan keunggulan daerahnya. “Mari gaungkan terus potensi daerah ini agar makin dikenal luas. Sebarkan value positif yang dimiliki Desa Kepulungan, baik lewat media sosial maupun sinergi dengan pemerintah desa. Tanamkan rasa bangga pada generasi muda terhadap warisan lokal kita,” pungkasnya…izz

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *