Harianmerdekapost.com-Pasuruam,-— Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar pagelaran wayang kulit dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan yang ke-1097 .(17-09-2026)
Acara ini merupakan rangkaian dari peringatan hari jadi kabupaten Pasuruan yang ditempat kan di Dusun Sukci, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, tempat prasasti Cungrang berada.
Acara pagelaran wayang kulit ini dihadiri Wabup Gus Shobih Asrori, Asisten 1 Bapak Diano, Staf Ahli Bapak Pujiyono serta Kadis Disbudpar Bapak Agus Hariwibawa serta para tokoh masyarakat, seniman, budayawan, dan warga setempat.
Dalam sambutannya Bapak Agus menyampaikan bahwa, ” tujuan kegiatan pagelaran wayang kulit malam hari ini adalah untuk melestarikan seni tradisional warisan budaya lokal kita, untuk menggali kembali dan melestarikan budaya wayang “
Di tempat yang memiliki nilai sejarah tersendiri ini ,Prasasti Cungrang yang merupakan cikal bakal berdiri dan lahirnya Kabupaten Pasuruan berada.
Pagelaran budaya ini diselenggarakan dengan membawa pesan utama “Pasuruan Bangkit, Bersama Kita Bisa”.
Wakil Bupati Pasuruan Gus Shobih Asrori dalam sambutannya menyampaikan,
“Momentum peringatan ini merujuk pada penetapan sejarah berbasis Prasasti Cungrang yang berangka tahun 929 Masehi (18 September). Prasasti yang berlokasi di Dusun Sukci tersebut menjadi bukti sejarah penting peralihan pusat pemerintahan di Jawa serta cikal bakal berdirinya Kabupaten Pasuruan, yang kemudian disahkan melalui Peraturan Daerah (Perda) pada tahun 2007. “Pentingnya menjadikan hari jadi bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan merawat kerukunan masyarakat.”
“Kabupaten Pasuruan Besar karena Budaya nya, banyak daerah yang hari jadinya tidak diambil dari budaya “
“Budaya ini harus kita lestarikan seperti pagelaran wayang kulit , wayang kulit merupakan warisan Adi Luhung . Bukan hanya sekedar jadi tontonan yang menghibur namun ada tuntunan yang mengandung nilai moral keagamaan didalamnya”
Melalui pagelaran ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap kebudayaan lokal terus terjaga serta masyarakat semakin solid dalam mewujudkan Pasuruan yang maju, adil, dan sejahtera…. tutup Gus Wabup
Pagelaran wayang kulit ini menampilkan tiga dalang sekaligus, yaitu Ki Dimas Dwipa Surya, Ki Prasetyo Dharmawan, dan Ki Muhammad David Ardiansyah. Ketiganya membawakan lakon berjudul “Wahyu Mustiko Rukmi”, yang mempunyai pesan moral tentang kepemimpinan yang adil, amanah, dan kerukunan tatanan hidup bermasyarakat…izz






