Akses Jalan Masuk Wisata Pantai Lombang Rusak, Komisi IV DPRD Sumenep Minta Pemkab Berikan Perhatian Lebih

Berita, Daerah2511 Views

Harianmerdekapost.com – Sumenep, Madura, Jawa Timur – Akses jalan masuk ke destinasi wisata Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang yang sudah puluhan tahun rusak mendapat sorotan dari Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep H. Masdawi.

“Kami sangat menyayangkan karena akses jalan masuk ke destinasi yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep itu seolah-olah dibiarkan tanpa adanya perbaikan,” kata H. Masdawi, Rabu, 3 Mei 2023.

H. Masdawi mengatakan, Pemkab Sumenep seharusnya memberikan perhatian lebih terhadap ruas jalan tersebut mengingat Pantai Lombang merupakan salah satu aset Kabupaten Sumenep yang selalu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

“Kalau saya sebagai orang lokal agak perih-perih di telinga begitu mendengar pengunjung (bilang) tak jauh berbeda antara 20 tahun lalu dengan hari ini,” ujarnya.

Selain persoalan akses jalan yang tak kunjung diperbaiki, H. Masdawi juga menyoroti Kondisi fasilitas wisata yang tak kunjung ada perubahan selama puluhan tahun terakhir itu.

Menurutnya, pemkab setempat utamanya leading sector terkait seharusnya bisa memberikan perhatian khusus agar Pantai Lombang tidak hanya dijadikan alat untuk meraup PAD melainkan juga harus melakukan pembangunan dan pengembangan terhadap destinasi wisata tersebut.

“Saya sudah berteriak, paling tidak Pemerintah Daerah punya rasa malu kepada wisatawan, baik asing maupun lokal. Ya kan, masa narik tiket masuk tapi fasilita dan jalannya seperti itu,” kata H. Masdawi.

Oleh karena itu, pihaknya berharap Pemkab Sumenep, khususnya leading sector terkait, agar segera mengambil langkah serius terkait kondisi Pantai Lombang.

Bagaimanapun, destinasi wisata pantai dengan cemara udangnya itu sudah menjadi salah satu ikon pariwisata Sumenep.

“Buktikan bahwa di Sumenep ini ada destinasi wisata yang benar-benar internasional agar Wisatawan yang datang bisa kembali berkunjung ke tempat tersebu,” pungkas H. Masdawi. (*/Nri)