8 Anggota AWI Kabupaten Fakfak Resmi Terdaftar Di Dewan Pers.

 

 

 

Harianmerdekapost.com Fakfak Papua Barat – Terhitung  sejak Senin, 5 Juni 2023, 8 anggota Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat secara resmi terdaftar dan diakui kewartawananya oleh Dewan Pers Republik Indonesia

 

 

Delapan anggota AWI resmi terdaftar di Dewan Pers, setelah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan atau UKW pada Januari 2023 lalu oleh lembaga penyelenggara dan penguji UKW, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo, Surabaya pada 5 Juni 2023 lalu Dewan Pers telah menerbitkan sertifikat dan kartu UKW sesuai jenjang bagi wartawan yang bersangkutan.

“Pencapaian ini adalah  tanggung jawab besar seorang wartawan, setelah diakui oleh Dewan Pers sebagai wartawan, “jelas Wahyu Hidayat, Ketua DPC AWI Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat pada Minggu, 18 Juni 2023, melalui pesan singkat WhatsApp.

 

 

Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Wahyu berharap, wartawan dibawah naungan AWI lebih bertanggung jawab dalam mencari dan memberikan informasi secara bijaksana kepada masyarakat.

“Setelah mendapatkan pernyataan bahwa anda adalah wartawan yang berkompeten, maka sebenarnya disitu melekatlah tanggung jawab sebagai seorang wartawan, yaitu mencari dan memberikan informasi kepada masyarakat secara profesional,” ujar Wahyu. “Karena hak untuk mendapatkan informasi, merupakan salah satu hak dasar bagi masyarakat. Semoga setelah seorang wartawan dinyatakan kompeten, akan meningkatkan kinerja dan karya jurnalistiknya,” sambungnya.

Adapun 8 wartawan yang telah terdata resmi di Dewan Pers, untuk jenjang Muda diantaranya, Sri Mariati; Kartini Ali; Frans D J Tamaela; Aramia Mau; Annisa Mirandra; Amrin Landupa; Amatus Rahakbauw; Jojie Matitaputty.

Sementara itu, satu wartawan senior, naik ke jenjang Utama setelah sebelumnya, beberapa lama terdata di  jenjang Madya.

Atas pencapaian ini Wahyu Hidayat juga berharap, seluruh anggota Aliansi Wartawan Indonesia Kabupaten Fakfak tahun ini harus sudah tuntas mengikuti uji kompetensi wartawan, minimal jenjang muda dan akan ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.
“Namun tentu akan ada evaluasi, mana wartawan yang aktif dan mana yang pasif,” pungkasnya.(Amatus Rahakbauw).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *