Terkesan Di Tutup Tutupi Terkait Sidang Lanjutan Kasus Penganiayaan Di Pengadilan Negeri Bangkalan

Berita, Hukum463 Views

Harianmerdekapost.com, Bangkalan-Jatim,-Kasus penganiayaan yang terjadi pada April 2023 yang lalu, berawal dari perselisihan yang di sebabkan oleh adanya patok Besi pembatas jalan, sehingga perselisihan tersebut diduga berlanjut pada tindakan penganiayaan yang di lakukan oleh tersangka SD kepada korban yang berinisial MLM, dan berlanjut pada pelaporan korban SD ke aparat penegak hukum yang bertujuan agar kasus yang menimpanya di proses secara hukum.

Sidang lanjutan ke 7 kasus penganiayaan di Desa Manok’an, Kecamatan.Kokop-Bangkalan, di gelar Pengadilan Negeri Bangkalan, Senin, 21/08/2023, yang di pimpin langsung oleh ketua pengadilan negeri Bangkalan, Erlina Widikartika.SH.MH yang di dampingi oleh Hakim anggota, I, Putu Wahyudi,SH., dan Hakim Anggota II , Wahyu Eko.S. SH.MHum.”

Rofii Ibnu Marzuki SH. Selaku kuasa Hukum dari korban MLM menyampaikan keterangan terkait pelaksanaan sidang kali ini, Rofii menjelaskan ” pada pelaksanaan sidang kali ini terkesan ditutup tupi, karena menurutnya sidang kasus penganiayaan ini terbuka untuk umum siapapun boleh menyaksikan jalannya persidangan, namun apa yang terjadi ? pengadilan terkesan menutup nutupi,
semakin kuat dugaan bahwa dari awal  persidangan pemeriksaan saksi-saksi baik saksi korban  dan saksi meringankan sampai  persidangan pemeriksaan terdakwa penuh dengan kejanggalan, ada apa dengan pengadilan negeri Bangkalan ini ? Ujar, Rofii.

Rofii menambahkan” berharap kepada hakim ketua kebetulan ketua pengadilan Negeri Bangkalan, dapat memimpin dan memberikan keputusan yang se adil adilnya bagi korban serta berharap sidang kasus  penganiayaan yang di alami oleh MLM berjalan dengan ketransparanan. kami tetap akan mengambil langkah hukum untuk melaporkan dugaan pengeroyokan dan kepemilikan senjata api(senpi) ilegal, yang seakan akan kepemilikan senpi tidak ditimbulkan atau di kaburkan. Tegas, Rofii.

(PD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *