Sejarah sang Panglima perang ternama dan tak pernah terkalahkan Jenderal Khalid Bin Walid,ra

Arikel, Religi1147 Views

Harianmerdekapost.com,Pontianak-Kalbar-Khalid bin Walid, juga dikenal sebagai “Saifullah” (Pedang Allah), adalah salah satu jenderal militer paling terkenal dalam sejarah Islam. Lahir sekitar tahun 592 di Mekkah, Khalid berasal dari keluarga Quraisy yang berpengaruh. Sebelum masuk Islam, ia adalah salah satu komandan Quraisy yang memimpin pasukan melawan Muslim dalam beberapa pertempuran awal, termasuk Pertempuran Uhud.

 

Setelah masuk Islam sekitar tahun 629, Khalid bin Walid memainkan peran penting dalam berbagai pertempuran dan kampanye militer selama masa Rasulullah SAW dan khalifah pertama Abu Bakar as-Siddiq. Berikut beberapa pencapaian pentingnya:

1.Pertempuran Mu’tah (629):Khalid bin Walid ditunjuk sebagai komandan setelah tiga pemimpin Muslim sebelumnya gugur. Meskipun kalah jumlah, ia berhasil memimpin pasukan Muslim untuk mundur dengan teratur, menyelamatkan banyak nyawa.

 

2.Penaklukan Mekkah (630),Khalid memimpin salah satu divisi pasukan Muslim saat penaklukan Mekkah, yang berlangsung hampir tanpa pertumpahan darah.

 

3.Pertempuran Yarmuk (636): Pertempuran ini adalah salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah Islam. Khalid memimpin pasukan Muslim melawan Kekaisaran Bizantium dan berhasil mengalahkan mereka, membuka jalan bagi penaklukan Syam (Levant).

 

4.Penaklukan Irak dan Persia: Khalid juga berperan penting dalam kampanye penaklukan Irak dan wilayah Persia, memperluas wilayah Islam secara signifikan.

Khalid bin Walid dikenal karena kejeniusan taktisnya, kemampuannya untuk menginspirasi dan memimpin pasukan, serta keberaniannya di medan perang. Meskipun tidak pernah terkalahkan dalam pertempuran, ia akhirnya diberhentikan dari jabatannya oleh Khalifah Umar bin Khattab yang khawatir bahwa pasukan Muslim mungkin terlalu bergantung pada Khalid daripada Allah.

 

Khalid bin Walid wafat pada tahun 642 di Homs, Suriah. Warisannya sebagai salah satu panglima perang terbesar dalam sejarah tetap dikenang hingga hari ini..

See also  Jiwa Adalah Pikiran,Perasaan,dan Kehendak Manusiawi Kita.

[Andi A,bahri]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *