Minilok Gempol! Satu Ucap, Sikap Dan Sinergitas Dalam Konvergensi Stunting

Harianmerdekapost.com, Pasuruan – Kesehatan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dan oleh karena itu ragam problematika tentang kesehatan perlu mendapat perhatian serius dari para pihak yang didalamnya termasuk Konvergensi stunting .

Berkait dengan perihal tersebut Puskesmas Gempol kolaborasi dengan puskesmas Kepulungan kecamatan Gempol kabupaten Pasuruan pada hari rabu tanggal (14-10-2026) Minilok untuk mempercepat wilayah kecamatan Gempol mewujudkan wilayah kecamatan Gempol Zero Stunting.
Giat tersebut diselenggarakan di aula kantor kecamatan Gempol lantai 2 dan dimulai jam 09.00 wib -selesai.

Sedang para pihak yang hadir antara lain Kepala puskesmas Gempol dan Kepulungan (keduanya selaku pemateri), Muspika kecamatan Gempol, kepala desa se kecamatan Gempol, Ketua TP PKK se kecamatan Gempol bersama kader posyandu, dan perwakilan lembaga pendidikan.

 

Dalam sambutan singkat yang disampaikan oleh Camat Gempol Bapak Hadi Mulyono SH, beliau menyampaikan bahwa Stunting adalah merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat yang perlu kita dukung sepenuhnya.
Dan Alhamdulillah di wilayah kecamatan Gempol konvergensi stunting cukup berhasil yakni telah mengalami penurunan yang cukup menggembirakan.
Tuturnya!!

 

Kami berharap kepada puskesmas Gempol dan Kepulungan terutama TP PKK ditiap desa bersama kader posyandu supaya tetap semangat dalam melaksanakan program Konvergensi Stunting untuk bersama dapat mewujudkan kecamatan Gempol Zero Stunting tahun depan. Pungkasnya!!
Kemudian beliau secara resmi membuka pertanda dimulainya Minilok Triwulanan.

Kegiatan yang menghadirkan pemateri dari Puskesmas Gempol dan Kepulungan.
Pada saat sesi penyampaian paparan meteri yang disampaikan oleh
Kepala Puskesmas Gempol, dr. Arma Roostina Heliantin, beliau menegaskan pentingnya menyatukan langkah seluruh pihak dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.

“Tujuan pertemuan ini adalah satu pemahaman, satu data, satu gerak,” tegasnya.

READ  Polsek Kenjeran Surabaya kembalikan Sepeda Motor yang di laporkan hilang dan ditemukan di Suramadu. 

Menurut Arma, kesamaan pemahaman diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang stunting dan faktor risikonya, termasuk pentingnya pencegahan sejak sebelum kehamilan.

Sementara itu, penyelarasan data bertujuan memastikan keluarga berisiko dan balita dengan masalah gizi mendapatkan penanganan yang tepat sasaran.

Adapun satu gerak diwujudkan melalui pembagian peran, penetapan penanggung jawab, jadwal kegiatan, serta evaluasi lintas sektor.

“Hasil yang diharapkan berupa rencana aksi terpadu di setiap desa, lengkap dengan target dan indikator keberhasilan,” terangnya.

Perempuan penuh energik ini meneruskan, stunting sendiri dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kekurangan gizi kronis, kondisi kesehatan ibu selama kehamilan, pola asuh, hingga infeksi berulang dan sanitasi yang buruk.

Karena itu, sambungnya, pencegahan perlu dilakukan sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, MPASI bergizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan anak di posyandu.

“Prevalensi stunting di Kabupaten Pasuruan turun dari 21,4 persen pada 2020 menjadi 3,91 persen pada 2025. Capaian ini perlu diikuti penguatan kolaborasi agar upaya pencegahan dan penanganan berjalan berkelanjutan,” paparnya.

Selain stunting, pertemuan tersebut juga membahas pentingnya pemeriksaan pap smear untuk mendeteksi dini perubahan sel pada leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker serviks.

Edukasi ini diharapkan meningkatkan kesadaran perempuan untuk melakukan skrining sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

“Semoga Minilok Tribulanan Kecamatan Gempol ini mampu menjadi ruang evaluasi sekaligus penggerak aksi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Berdasarkan hasil monitor dan pantauan Tim media harian merdeka post yang mengikuti giat dari awal bahwa peserta minilok Tribulanan sangat antusias dan penuh semangat, berjalan dengan tertib, lancar dan sukses.
( Budhi H)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *