Harianmerdekapost.com, Lumajang, Jawatimur. Proyek rehabilitasi gedung kantor UPT Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Lumajang di Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, yang menelan anggaran Rp252.200.000,00 dan dikerjakan oleh CV. Fajar Utama, kini memunculkan sorotan tajam terkait kualitas material yang digunakan.
Padahal Kabupaten Lumajang dikenal luas sebagai salah satu daerah penghasil pasir terbaik di Jawa Timur. Namun ironisnya, pantauan di lapangan justru menemukan tumpukan pasir berwarna kecokelatan yang terlihat bercampur tanah, diduga merupakan material berkwalitas paling rendah yang digunakan untuk pekerjaan pembangunan gedung milik daerah.
Masyarakat mempertanyakan mengapa pelaksana tidak menggunakan material yang layak, sementara pasir berkualitas tinggi tersedia melimpah di daerah sendiri. Belum lagi muncul kekhawatiran, apakah takaran campuran semen dan pasir yang digunakan sudah sesuai dengan standar teknis atau justru di bawah ketentuan yang berlaku.
Kepala Tukang Kasiyo, saat ditemui di lokasi menjelaskan bahwa material yang didatangkan memang diperuntukkan untuk pekerjaan pasangan.
“Memang ada macam-macam jenis pasir sesuai peruntukannya. Ada pasir untuk pasangan, ada yang untuk pengecoran, dan ada juga untuk pekerjaan plesteran. Saya di sini hanya kuli , Saya ikut pak arifin ” ujar kasiyo.
Namun yang lebih mencurigakan, Arifin selaku penanggung jawab CV. Fajar Utama saat dikonfirmasi awak media melalui telepon justru menyatakan belum mengetahui siapa yang memesan dan mengirim material tersebut ke lokasi.
“Saya belum tahu siapa yang pesan materialnya, karena di sana ada mandor dan kepala tukang. Coba nanti saya konfirmasi dulu siapa yang kirim barangnya, saya telepon belum diangkat. Di sana ada Mandor Zaini dan Kepala Tukang Kasiyo,” terangnya.
Fakta bahwa penanggung jawab utama proyek tidak mengetahui asal-usul material yang digunakan, menambah kekhawatiran publik atas pengawasan di lapangan. Bagaimana mutu pekerjaan dapat terjamin jika pihak manajemen pelaksana bahkan tidak tahu siapa pemasok material utamanya?
Masyarakat meminta konsultan pengawas CV. Pilar Utama Mahameru serta Dinas PUPR Kabupaten Lumajang segera menelusuri kejelasan sumber dan spesifikasi material yang digunakan. Pengawasan yang ketat sangat diperlukan agar anggaran daerah tidak terbuang sia-sia dan hasil pembangunan benar-benar berkualitas serta aman untuk digunakan.






