Atasi Krisis Air Akibat Karhutla, Bupati Pasuruan Rencanakan Pengeboran Sumur Bor 

Harianmerdekapost.com-Pasuruan- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan bergerak cepat dalam merespons dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dikawasan taman hutan raya (Tahura) Raden Soeryo yang merusak jalur distribusi air bersih masyarakat. Untuk mengatasi krisis air secara permanen, Pemkab Pasuruan merencanakan proyek pengeboran sumur di wilayah pemukiman terdampak.

Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo, dalam rapat koordinasi percepatan pemadaman dan penanganan pascakabakaran hutan bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta jajaran Forkopimda di Prigen, Pasuruan, Selasa (20/10/2026).

Bupati Pasuruan menjelaskan bahwa dampak kerugian material terbesar akibat karhutla justru melanda jaringan dan jalur distribusi air bersih warga.

“Ada tiga desa yang terdampak paling parah, yaitu Desa Jatiarjo dan Desa Dayurejo di Kecamatan Prigen, serta Desa Tambaksari di Kecamatan Purwosari,” ujar HM Rusdi Sutejo saat menyampaikan paparannya dalam rapat koordinasi. Sementara itu, untuk kawasan lereng Gunung Bromo di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), kerusakan pipa dilaporkan relatif lebih kecil dan hanya terjadi di beberapa titik.

Sebagai langkah darurat, Pemkab Pasuruan bersama tim gabungan terus menyalurkan bantuan air bersih (dropping) menggunakan mobil tangki ke desa-desa terdampak, khususnya Jatiarjo dan Dayurejo. Namun, penyaluran bantuan darurat ini menghadapi tantangan geografis yang cukup berat.

“Lokasi kedua desa ini berada di dataran tinggi, sehingga tidak semua armada mobil tangki air bisa menjangkau. Dibutuhkan kendaraan dalam kondisi prima dan pengemudi yang berpengalaman di jalur pegunungan,” jelas Mas Bupati, sapaan akrabnya.

Selain itu, pipa-pipa jaringan air yang sebelumnya menggunakan bahan paralon (PVC) dan HDPE—yang habis meleleh akibat terbakar—akan diganti menggunakan pipa besi agar lebih tahan terhadap risiko kebakaran di masa mendatang.

READ  *Dukung Pariwisata, DAMRI Punya Rute Perjalanan Kotabaru - Batulicin*

Untuk solusi jangka panjang, Pemkab Pasuruan menyusun skema pembuatan sumur bor di titik-titik strategis:

Desa Jatiarjo: Rencana pembuatan 2 titik

Desa Dayurejo: Rencana pembuatan 1 titik pengeboran yang nantinya dialirkan ke sistem tandon air berbasis gravitasi.

Desa Tambaksari: Masih dalam tahap evaluasi kelayakan teknis pengeboran.

Guna menjamin keberhasilan proyek ini, Pemkab Pasuruan juga telah menganggarkan kegiatan survei geolistrik pada tahun mendatang untuk memetakan keberadaan potensi air tanah secara presisi.

Menanggapi paparan tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi atas langkah cepat Pemkab Pasuruan sekaligus menyampaikan belasungkawa atas gugurnya petugas di lapangan.

“Saya sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak dan relawan yang bekerja luar biasa. Kami juga turut berbelasungkawa yang mendalam atas meninggalnya lima orang petugas kita di TNBTS Bromo,” ucap Khofifah.

Khofifah menegaskan pentingnya kolaborasi antara penanganan jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, Pemerintah Provinsi Jatim siap mendukung penambahan armada distribusi air bersih ke lokasi bencana.

“Untuk jangka panjangnya, langkah pengeboran sumur dengan pengecekan geolistrik itu sangat baik. Namun, jika masih ada sumber mata air yang bisa diakses kembali, tentu bisa dimanfaatkan terlebih dahulu,” tambah Khofifah.

Gubernur juga mengingatkan agar pemetaan penyebab utama kebakaran terus dimaksimalkan sebagai langkah antisipasi dan mitigasi menghadapi musim kemarau di masa mendatang…izz

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *