Harianmerdekapost.com, Bojonegoro, Jatim – Departemen Informasi dan Ilmu Perpustakaan Universitas Airlangga kembali melaksanakan pengabdian masyarakat. Pada kali ini, Departemen Informasi dan Perpustakaan menghadirkan kegiatan bertema “Penguatan Kapasitas Ibu PKK dalam Pengelolaan dan Perlindungan Dokumen Vital Berbasis Digital di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro”. Tema tersebut diusung karena Desa Mitra yang dituju merupakan salah satu kawasan yang dilintasi aliran Sungai Bengawan Solo sehingga memiliki kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, kerusakan tanggul, serta cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang. Konsep yang diusung yakni mengenai pengelolaan arsip keluarga berbasis digital. Melalui konsep tersebut, Ibu-Ibu PKK diajak memahami bahwa arsip memiliki jenis, fungsi, dan nilai guna yang berbeda, namun semuanya memerlukan perlindungan agar tetap aman dan dapat diakses saat dibutuhkan.

Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan pada Sabtu, 26 September 2026 di Pendopo Balai Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan diawali dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya; Hymne Airlangga; Mars PKK, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pengabdian Masyarakat dan Ibu Kepala Desa, kemudian masuk ke kegiatan inti yaitu pemaparan materi dan praktik. Materi dan praktik yang disampaikan meliputi identifikasi dan klasifikasi arsip keluarga yang dibawakan oleh Mega Putri Mahadewi S.IIP., dilanjut dengan materi terkait nilai guna ekonomi dokumen vital disampaikan oleh Elsa Yustika Putri S.M., M.SM. dan ditutup dengan materi sekaligus praktik langsung alih media digital arsip oleh Faisal Fahmi, S.Pd., M.Sc., Ph.D.

Ketua Pengabdian Masyarakat dari Departemen Informasi dan Perpustakaan UNAIR, Zulfatun Sofiyani, S.IIP., M.Hum., menyampaikan bahwa tema kegiatan ini dipilih sebagai simbol pentingnya ketahanan keluarga melalui pengelolaan arsip yang tertib dan terlindungi. Menurutnya, dokumen vital tidak hanya berfungsi sebagai bukti administratif, tetapi juga memiliki nilai guna ekonomi bagi keluarga. “Melalui kegiatan ini kami ingin ibu-ibu PKK tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga bisa langsung mempraktikkan di rumah dan membagikannya kepada keluarga terutama terkait dokumen vital, cara menyimpannya dengan aman melalui Tas Siaga Arsip serta membuat salinan digital menggunakan smartphone.” ucap Zulfa.
Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari para peserta, terlihat dari aktifnya para peserta dalam menyampaikan pertanyaan. Dian, salah satu peserta Ibu PKK, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, materi dan pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat bagi Ibu-Ibu PKK Desa Kabalan, terutama dalam penyimpanan dokumen vital. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan membuka ruang kolaborasi kembali dengan Universitas Airlangga. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi keluarga dalam penyimpanan dokumen. Semoga bisa kolaborasi kembali, ditunggu pengabdian dari Universitas Airlangga berikutnya,” ucapnya.
Kegiatan pengabdian ini juga sejalan dengan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), khususnya Poin 7 tentang Pengembangan Kampung Tangguh Bencana dan Perubahan Iklim. Melalui pelatihan yang menyasar ibu-ibu PKK sebagai kader masyarakat, kegiatan ini mendukung upaya penyusunan peta risiko bencana sederhana di tingkat keluarga melalui identifikasi dan klasifikasi arsip vital. Tas Siaga Arsip (TSA) berperan sebagai sistem peringatan dini dan jalur evakuasi dokumen penting saat bencana, sementara alih media digital serta pencadangan data di cloud storage menjadi strategi adaptasi perubahan iklim di kawasan rawan banjir.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi upaya untuk mewujudkan Desa Kabalan sebagai kampung tangguh bencana melalui kegiatan yang tidak hanya membantu masyarakat Desa Kabalan dalam mengelola dan melindungi arsip keluarga, tetapi juga memperkuat kesadaran bahwa arsip vital berkaitan erat dengan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Kegiatan ini diharapkan juga dapat menjadi upaya untuk terus menumbuhkan budaya tertib arsip, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta memastikan hak-hak keluarga tetap aman dan dapat diakses pada masa mendatang.
( AP/Red )






