Harianmerdekapost. com Lumajang, Jawatimur. Komunitas Pecinta Motor Lawas merayakan ulang tahun ke-10 dengan penuh semangat dan kehangatan, Sabtu (3/10/2026). Mengusung tema “Ride to Memories — 1 Dekade Motor Lawas Lumajang “, perayaan bertempat di GOR Wira Bhakti Lumajang dan dimeriahkan ratusan peserta dan dari berbagai komunitas se-Jawa Timur hadir.
Kegiatan diawali dengan konvoi keliling Kota Lumajang yang diikuti ratusan pengendara. Barisan motor-motor klasik menelusuri jalanan kota, menarik perhatian warga sekaligus menampilkan keindahan kendaraan bersejarah yang tetap terawat gagah.
Sesampainya di lokasi, halaman parkir timur GOR Wira Bhakti berubah menjadi panggung pameran hidup. Berbagai merek motor jadul tampak berjejer rapi, memancarkan pesona masa lalu yang tak lekang oleh waktu. Keunikan acara ini terlihat dari busana peserta yang seragam mengenakan kostum khas era tahun 1970-an hingga 1980-an, lengkap dengan ciri khas celana komprang yang menjadi ikon gaya masa itu.
Ketua Panitia Asrul Sani, Dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada para tamu yang datang dan anggota group motor lawas lumajang serta pihak sponsor ship yang mendukung
“Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat. Atas nama seluruh panitia, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh anggota Motor Lawas Lumajang, para undangan, sponsor dan semua pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya acara ini.” Ucapnya
lanjut Asrul “Harapan kami, kebersamaan ini terus terjaga , Motor Lawas Lumajang makin kokoh, makin solid, dan senantiasa menjunjung tinggi silaturahmi. Mari kita jaga persaudaraan ini, karena di balik motor tua , kita memiliki semangat yang satu, saling menghargai, saling menguatkan, dan menjaga nama baik komunitas di manapun kita berada.” Tambhanya.
Sementara itu, suasana semakin memuncak pada malam harinya. Grup band Lakon Laku tampil menghibur para peserta dengan ciri khas membawakan lagu-lagu kenangan masa lalu. Irama bergaya tempo dulu mengalun membaur dengan deretan lagu era tahun 1970-an dan 1980-an yang turut diputar sepanjang acara, membuat suasana jadul terasa semakin kental dan menyentuh hati. Musik menjadi jembatan yang mengantar setiap peserta kembali ke masa keemasan, sekaligus mempererat ikatan persaudaraan yang terjalin.
Perayaan ini bukan sekadar peringatan usia, melainkan bukti kesetiaan terhadap masa lalu sekaligus ikrar persatuan untuk masa depan. Semangat persaudaraan yang dibangun selama satu dekade ini menjadi fondasi yang kuat untuk melangkah lebih jauh bersama.






