Guyub dan Kompak! Warga Dusun Ngelawanng Watukosek Gebyar Pagelaran Wayang Kulit “Dalam Rangka Ruwah Dusun Melestarikan Budaya Leluhur”

Harianmerdekapost.com, Pasuruan – Ruwah dusun artinya membersihkan diri supaya dihindarkan dari segala bentuk balak dan bencana dan merupakan giat untuk melestarikan budaya leluhur yang utamanya demi mengingat jasa para leluhur yang babat alas dusun/desa , kirim doa dan dari sisi syar ‘i sebagai satu bentuk sikap ungkapan rasa syukur kepada Allah selaku Sang Pencipta dan Pemilik Kehidupan atas segala ragam nikmat yang telah diberikan.

Berkait dengan perihal tersebut pada hari sabtu tanggal (03-10-2026) Warga dusun Ngelawang desa Watukosek kecamatan Gempol kabupaten Pasuruan secara Istiqomah berkesinambungan berkelanjutan menyelenggarakan Gebyar Pagelaran seni tradisional wayang kulit Ki Dalang Tanoyo dari Karang Bangkal – Karang Rejo – Gempol – Pasuruan dan dimeriahkan Campur Sari Muncul Laras, sebagai salah satu dusun yang kekeh dalam melestarikan budaya leluhur.

Giat diselenggarakan di Balai dusun Ngelawang -Watukosek dan dimulai jam 20.00 wib -selesai yang diawali pada sore harinya selamatan kirim doa kepada para leluhur di Punden Mbah Mataram dan Istighosah.
Sebelum sesi sambutan pada pagelaran wayang kulit diselingi sajian tari Bali yang ditampilkan penari bertalenta atas nama Flora remaja putri asli dari dusun Ngelawang Watukosek putri dari Ibu Luluk peserta didik Sanggar Lenggono asuhan Ibu Sulastri S.Pd yang berlokasi di dusun Karang Bangkal Karang Rejo- Gempol -Pasuruan.

Gebyar Pagelaran Seni Tradisional asli Jawa Timur yang hadir menyaksikan antara lain Kepala desa Watukosek Bapak Maskur,S.Pd beserta perangkat, Ketua BPD beserta anggota, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, Tokoh sentral dusun Ngelawang Bapak Anjar Supriyanto SH, MH , Ketua Panitia pelaksana Bapak Joko Maryatin S.Pd, SH, M.Pd, Pemuda Dusun Ngelawanng , TP PKK desa Watukosek dan dusun Ngelawang bersama kader posyandu, semua warga dusun Ngelawang tumpah ruah hadir menyaksikan .

READ  Istimewa! Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Bapak H Najib Setiawan SH sekretaris komisi 4 dari fraksi partai PKS, Hadir Pada Musrenbangdes Carat

Pada sambutan singkat yang disampaikan oleh Ketua panitia pelaksana Bapak Joko Maryatin,S.Pd, SH, M.Pd , beliau menyampaikan rasa syukur kepada Allah bahwa pada hari ini warga dusun Ngelawang dengan semangat gotong royong, kebersamaan dan kompak penuh guyub rukun hingga pada malam hari ini dapat menyelenggarakan Ruwah dusun walau dengan swadaya murni urunan dari semua warga dengan cukup meriah, tertib dan lancar . Tuturnya!

Kami berharap untuk acara ruwah dusun tahun dapat kita selenggarakan lebih meriah lagi dan acara ruwah dusun hari ini dapat terselenggara pada malam hari ini , semua tidak lepas dari gotong royong dan kekompakan warga dusun Ngelawang.
Ungkapnya !!

Sedang sambutan kepala desa Watukosek Bapak Maskur,S.Pd beliau menyampaikan sangat berterima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua warga dusun Ngelawang terutama para pemudanya atas terselenggaranya Gebyar Pagelaran Seni Tradisional asli Jawa Timur Wayang Kulit pada malam hari ini.
Tuturnya !!

Dasar dan tujuan ruwah ditiap dusun yang ada di wilayah desa Watukosek seperti di dusun Ngelawang pada malam hari ini adalah sebagai satu bentuk upaya bathiniah diantaranya disamping untuk melestarikan budaya leluhur, membersihkan diri supaya dihindarkan dari segala musibah dan bencana , kirim doa kepada para leluhur yang babat alas dusun Ngelawang contoh Mbah Mataram, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat nikmat yang telah diberikan , utama nya untuk Meningkatkan sikap saling asah asoh dan asih antar warga, menumbuhkan dan meningkatkan sikap gotong royong dan kebersamaan bersatu dalam membangun dusun Ngelawang yang lebih baik kedepan, Jelasnya!!

Memberikan nilai edukasi kehidupan dalam gemar bersedekah dan rasa kebersamaan, kalau tidak sekarang kapan lagi dan kalau bukan kita siapa lagi, Layar berkembang pantang untuk bersurut.
Tambahnya !!

READ  Reses Bernuansa Kemanusiaan, Darul Hasyim Fath Serap Aspirasi dan Santuni Yatim

Kemudian dilanjutkan pembacaan doa, pemotongan tumpeng lalu dilanjut dengan sesi hiburan campur sari muncul laras dan acara puncak Pagelaran Seni Tradisional asli Jawa Timur Wayang Kulit Ki Dalang Tanoyo.
( Budhi H).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *