Hari Kedua Pelatihan Keluarga Tangguh Bencana Yang Diselenggarakan Oleh Dinas BPBD Kabupaten Pasuruan

Harianmerdekapost.com, Pasuruan, Jatim – Pada hari kedua Selasa (13-06-2023) sesi lanjutan penyampaian materi pelatihan keluarga tangguh bencana oleh narasumber Bapak Sumino tenaga ahli dari Pujiono center yang berkantor di Jogjakarta yang sengaja dihadirkan untuk memberikan pencerahan yang bernilai edukasi tentang keluarga tangguh bencana (KATANA).

Sebelum paparan materi diawali sambutan singkat dari Bapak Camat Gempol yang akrab disapa Aba H Qomari pada intinya ada dua hal disampaikan yakni mengucapkan terima kasih kepada pihak BPBD kabupaten Pasuruan dan Bapak H Samsul Hidayat S.Ag ketua fraksi partai PKB yang juga sekretaris komisi 2 DPRD kabupaten Pasuruan begitu juga bapak kades Wonosari atas adanya kegiatan sangat bermaslahat dan bermanfaat ini, yang terakhir kami selaku camat Gempol juga merasa bangga kepada rekan -rekan FPRB yang ada di wilayah kecamatan Gempol karena merupakan salah satu elemen masyarakat yang mempunyai rasa peduli kepada wilayah kecamatan Gempol terutama terkait tentang pencegahan dan penanggulangan bila terjadi bencana banjir. Tuturnya!!!.

Sedang runtutan materi yang dipaparkan oleh Narasumber meliputi antara lain terkait Ruang lingkup pembelajaran keluarga tangguh bencana yakni Resiko bencana berbasis keluarga, Sistem peringatan dini keluarga dan rencana evakuasi mandiri keluarga.

Dan beberapa hal keterkaitan destana dengan katana diantaranya mulai dari diri, keluarga dan masyarakat sehingga destana akan tercapai, desa akan tangguh kalau keluarga juga tangguh, dari diri sendiri individu dalam keluarga, tujuan destana, salah satu sasaran adalah keluarga, dimulai dari kekuatan keluarga (seluruh anggota keluarga) mulai dari pendidikan di keluarga, fungsi dan peran penting keluarga dalam masyarakat , keluarga merupakan entitas dalam kawasan teritorial desa, keluarga mampu menghadapi potensi dan dampak bencana yang terakhir dalam manajemen program maka entitas dalam wilayah desa menjadi bagian yang terintegrasi (keluarga, pendidikan/sekolah,pasar dsb).

Keluarga tangguh bencana diharapkan memiliki pengetahuan yang memadai tentang resiko bencana yang ada di lingkungannya, mempunyai kesadaran akan tanggung jawabnya dalam mengurangi resiko dan antisipasi bila bencana terjadi dan menerapkan kesadaran pengurangan resiko bencana sehingga menjadi budaya pada setiap anggota keluarga, dan yang dimaksud keluarga tangguh bencana adalah keluarga yang telah memenuhi standar ketangguhan keluarga berupa pengetahuan, kesadaran, ketrampilan yang terus dikembangkan untuk mengurangi korban jiwa pada saat terjadi bencana.

Sedang tahapan keluarga tangguh bencana adalah mengenal resiko bencana, mengenal rumah aman bencana, rencana siaga bencana, peringatan dini bencana dan rencana evakuasi keluarga.

Dan yang dimaksud dengan mengenal resiko bencana antara lain memahami ancaman, kerentanan, kapasitas dan resiko.

Sedang resiko bencana berbasis keluarga yang harus dipahami adalah Setiap anggota keluarga perlu mengetahui resiko bencana yang berpotensi terjadi di lingkungannya , tidak hanya resiko bencana di rumahnya, namun juga resiko bencana yang ada pada lingkungan aktivitas harian tiap-tiap anggota keluarga, baik aktivitas rutin atau aktivitas temporer seperti liburan, kunjungan keluarga dan sebagainya.

Beberapa langkah mengenali resiko bencana berbasis keluarga yang harus dilakukan diantaranya sosialisasikan hasil kajian resiko bencana desa ke tingkat keluarga, gunakan peta resiko bencana untuk mengidentifikasi tingkat resiko keluarga dan lakukan penilaian tingkat resiko dengan menggunakan tabel kajian resiko katana. Jelas narasumber!!!.

Setelah paparan materi usai dilanjutkan dengan sesi simulasi tentang cara memberikan peringatan dini dan melakukan evakuasi bila terjadi banjir .

Dan dalam sesi simulasi ini , sesuai hasil pantauan dan monitor tim media harian merdeka post semua peserta pelatihan yang ada di tiga kelompok tersebut berdiskusi aktif dan mengisi format pertanyaan yang telah diberikan oleh pihak Narasumber dengan penuh semangat serta ternilai benar walau beragam karena beda kondisi di desa masing-masing.

Kemudian sebagai penghujung acara adalah sambutan arahan singkat dari bapak Samsul Hidayat S.Ag ketua fraksi partai PKB dan juga sebagai sekretaris komisi 2 DPRD kabupaten Pasuruan yang pada prinsipnya ada beberapa hal penting yang disampaikan diantaranya Rekan -rekan sekalian telah mendapat ilmu yang sangat berharga selama dua hari mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas BPBD kabupaten Pasuruan supaya ilmu tersebut berdayaguna dan bernilai maslahat manfaat maka saya berharap untuk diketok tularkan kepada tiap warga yang ada di lingkungan desanya masing-masing tentang pencegahan dan penanggulangan bencana berbasis keluarga ,Saya selalu menyampaikan mari selalu kita tanamkan untuk dapat menjadi sosok hamba yang mampu mengejawantahkan bab Urip Urup dalam hidup keseharian kita artinya mampu bergiat hidup yang menerangi sesama dan sekitar atau yang memberikan maslahat manfaat buat sesama dan sekitarnya.Ayo selalu berbuat kebaikan dan kita haqqul yakin bahwa Allah pasti akan memberikan limpahan rejeki kepada kita, dengan kebersamaan dan saling sinergi , kita akan mampu meraih cita mulia bahwa pada tahun 2024 kecamatan Gempol menjadi kawasan bebas dari bencana banjir.

Dan yang terakhir kami mengucapkan terima kasih baik kepada IbuNina dari Dinas BPBD kabupaten Pasuruan, Bapak Sumino tenaga ahli dari Pujiono center begitu juga kepada bapak inggih desa Wonosari semoga apa yang telah telah kita perbuat bersama selama dua hari ini dicatat oleh Allah sebagai PMA(penanaman modal akherat) kita bersama amin. Dan dengan ucapan Alhamdulillah hir robbil alamin giat pelatihan keluarga tangguh bencana dinyatakan ditutup.

 

Pada saat acara usai, Tim media harian merdeka post menemui Bapak Samsul Hidayat S.Ag selaku pembina FPRB kecamatan Gempol kabupaten Pasuruan untuk meminta komentar, menjelaskan kami bangga dengan semangat rekan -rekan FPRB yang ada di wilayah kecamatan dalam mengambil peran sebagai relawan yang peduli atas kondisi lingkungan yang ada di desanya masing-masing terutama pada sisi pencegahan dan penanggulangan bencana banjir , oleh karena dari ilmu yang telah didapat selama dua hari ini hendaknya semua rekan -rekan FPRB yang ada di wilayah 15 desa kecamatan Gempol harus segera meningkatkan penyuluhan kepada warga yang ada di lingkungan desanya masing-masing.Tuturnya !!!.( Budhi H).