Youth Camp GPdI 2024 Salah Satu Pendidikan Etika Gereja Bentuk Karakter Pemuda dan Remaja

Berita477 Views

 Harianmerdekapost.com.,Fakfak Papua Barat – Ketua Pemuda GPdI Bethesda Fakfak Papua Barat, Pontius.P.saat di Konfirmasi Wartawan Selasa pagi (31/4/2024)pukul 07:50 wit.

Menuturkan bahwa kegiatan Youth Camp 2024 di Kabupaten Kaimana Papua Barat yang biasa disapa Kota Senja bahkan juga menjadi Nyanyian lagu Senja Indah di Kaimana ini terpilih menjadi tuan rumah Youth Camp Sepapua Barat.ujar Ponti

Ini merupakan salah satu etika pendidikan gereja dalam membangun karakter Pemuda maupun Remaja yang dibangun Gereja untuk meminimalisir angka kekerasan ibu dan anak, Juga meminimalisir angka kenakalan remaja melalui pemberitaan firman Allah yang disampaikan kepada anak-anak muda GPdI.

Dirinya berharap dengan adanya kegiatan gereja ini mampu membangun kecerdasan maupun kemampuan pemahaman Alkitab kepada semua peserta yang nantinya saat kembali ke masing-masing gereja didaerahnya, mereka dapat menjadi berkat bagi GPdI juga kepada seluruh masyarakat Papua.

Lanjut Pontius P. selaku ketua pemuda GPdI Bethesda Fakfak melalui kegiatan Youth Camp Pemuda GPdI Sepapua ini “Generasi Pembawa Api Pantekosta” diharapkan pemuda bahwa Generasi GPdI ini yang nantinya dapat dipersiapkan dan di Do’akan untuk melanjutkan gereja kedepannya dalam melaksanakan tugas-tugas pokok gerejawi maupun berkat di market place dan di pemerintahan, dimana Tuhan memakai mereka dengan luar biasa.

Sementara itu, Ketua Pemuda GPdI Bethesda Fakfak Pontius.P menambahkan bahwa kami Pemuda Wilayah X Fakfak Papua Barat sangat bangga akan apa yang dilakukan oleh Majelis Daerah yang selalu rutin mengadakan Youth camp salah satunya adalah Majelis Daerah Papua Barat, Sehingga kami patut memberikan apresiasi yang luar biasa kepada MD Papua Barat yang dapat menghimpun anak-anak muda hadir dalam satu lokasi untuk dibina imannya agar menjaga kerohanian mereka tetap bertumbuh dan memberikan dampak maupun menjadi berkat bagi banyak orang serta bisa sukses dalam kehidupan sekuler mereka.

“Biarlah berkemah ini ,boleh menuai banyak jiwa-jiwa dan mereka dilepas di rumah, di gereja, di masyarakat, di sekolah, di tempat kuliah mereka boleh menjadi alatnya Tuhan dengan membawa api Pantekosta, Tuhan Yesus berkati,” tutup Pontius.P.

(Amatus.Rahakbauw.K)