Zona Merah Ditetepkan MUI, NU, Muhammadiyah Lumajang Sepakat Tidak Gelar Sholat Jumat

banner 300250

Lumajang, harianmerdekapost.com –
Hari ini, rabu (1/04/2020) dalam konfrensi pers Bupati Lumajang menetapkan 7 wilayah kecamatan menjadi zona merah dan potensi merah dikarenakan adanya warga yang positif covid 19 dan jumlah PDP yang meningkat di daerah tersebut.

Tujuh daerah tersebut yaitu Kecamatan Sukodono, Kedungjajang dan Randuagung (zona merah) sementara Kecamatan Lumajang, Tempeh, Pasirian dan Pronojiwo masuk zona potensi.

Dengan ditetapkannya wilayah tersebut maka Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Lumajang bersepakat mengumumkan sebuah keputusan untuk tidak mengadakan sholat jumat pada 7 kecamatan yang dinilai rawan penyebaran covid 19.

Ketua MUI Lumajang KH. Ahmad Hanif mengatakan, keputusan MUI ini didasarkan pada fakta bahwa berkumpul dalam jumlah besar bisa menjadi media penularan virus corona.

“Karena jika kita berkumpul dalam jumlah yang banyak bisa menjadi sarana penularan virus ini, maka jika kita tidak melakukan acara yang melibatkan orang banyak, sama artinya dengan mengambil langkah untuk menyelamatkan orang lain dari ancaman virus ini,” kata KH. Ahmad Hanif.

Masih lanjut KH Akhmad Hanif, penyelamatan jiwa masyarakat adalah proritas utama ibadah

“Jadi boleh membatalkan sholatnya dulu, dan lebih mengutamakan menyelamatkan jiwa manusia yang dalam kondisi bahaya. Nah sama dengan sekarang, virus corona bisa menular melalui pertemuan seperti ini, maka kita ganti sholat jumat dengan sholat dhuhur,” jelas KH. Ahmad Hanif.

Hadir dalam acara jumpa pers ini, Ketua PD Muhammadiyah Lumajang H. Suharyo AP dan Ketua PCNU Lumajang Gus Mas’ud. (fjr)

banner 300250