oleh

Yufaidir SE, Ketua Komisi I DPRK Bireuen: “ Bupati Jangan Pangkas Jerih Perangkat Desa, DPRK Bireuen Siap Perjuangkan Hak Keuchik”.

Aceh,Bireuen,harianmerdekapost.com- Mencuatnya wancana dari Pemeritah Kabupaten Bireuen(Pemkab) terkait soal rencana pengurangan jerih aparatur desa di se- Kabupaten Bireuen, kini kembali menuai protes dan sorotan publik.

Ketua Komisi I DPRK Bireuen yang membidangi mitra kerjanya Bidang Pemerintahan Dan Hukum, Yufaidir SE sangat mengecam keras atas rencana kebijakan yang dilakukan oleh pihak jajaran eksekutif Bireuen,Dikarenakan akan mengorbankan hak hak kesejahteraan jerih dan operasional aparatur Pemerintahan Desa disetiap Gampong di seluruh kabupaten Bireuen.

Hal itu disampaikan oleh kader Partai Aceh (PA) Bireuen kepada kepada sejumlah awak media, saat ditemui Minggu (8-11/20). Dirinya mengatakan atas mencuatnya rencana pengurangan atau pemangkasan jerih perangkat Gampong akan ditetapkan awal Tahun Anggaran 2021 di APBK Bireuen. Apalagi dengan dalih DAU tambahan SILTAP tidak ditransfer lagi ke daerah oleh pemerintah pusat, menurut Yufaidir sebagai alasan tak rasional dan realistis yang terkesan suatu pembohongan publik(Hoaks).

Pemerintah Kabupaten Bireuen semestinya tidak perlu gegabah dan sewenang-wenang untuk coba berupaya melakukan suatu sabotase anggaran Alokasi Dana Gampong dalam APBK Bireuen di TA 2021 sebagai kebijakan yang menyesatkan bila memangkas jerih aparatur Gampong/Desa yang berjumlah sekitar 5000 ribu orang lebih.

Selanjutnya, Yufaidir meminta Pemkab Bireuen dalam hal ini Bupati Dr H Muzakkar A.Gani SH, M.Si beserta jaharan Eksekutif Bireuen dalam setiap rumusan kebijakan pembangunan, di juluki sebagai “Kota Juang dan Kota Santri”.

Eksekutif jangan coba coba mengorbankan kepenting rakyat lemah ditingkat Pemdes. Dirinya berharap, pengelolaan dan penganggaran dana alokasi umum (DAU) yang akan ditransfer oleh pemerintah pusat ke Pemda, tentu harus benar-benar diarahkan sesuai aturan dan mekanisme serta aturan hukum yang berlaku tanpa diskriminasi yang tidak mencerminkan aspek keadilan.

“Apalagi Pemkab Bireuen janganlah mengorbankan kepentingan hak kesejahteraan perangkat desa dibawah Pemdes diseluruh Bireuen untuk dipangkas hak hak saudara kita yang sering berhadapan langsung dengan persoalan ditengah masyarakat, saya minta kepada Eksekutif jangan bermimpi amat bodoh mengeluarkan kebijakan tidak manusiawi untuk mencoba mengurangi jerih mereka aparatur desa, dengan alasan transfer DAU tidak sangat minim dan terbatas,” tegasnya Yufaidir mantan Presma Umuslim dan aktivis Bireuen ini

Selain itu menurut Yufaidir, meskipun kebutuhan dana Tahun Anggaran dalam APBK Bireuen 2021 cukup besar, seperti belanja rutin, anggaran pelaksanaan pilkada dan berbagai kebutuhan belanja lainnya. Namun Dana Alokasi Gampong (ADG) dari sumber DAU yang dimasukan dalam APBK 2021 terkait hak hak jerih dan operasional aparatur Desa harus tetap dibayar dan mengacu pada dasar hukum sesuai PP Nomor 11 tahun 2019.

“ Apalagi Aparatur Gampong/Desa merupakan salah satu ujung tombak sistem pemerintahan yang diakui oleh negara Republik Indonesia, jadi sungguh tidak patut dan sangat tidak ironi berdampak pengurangan sumber dana pendapatan berimbas cuma ke Pemerintahan Desa saja. Namun seharusnya Pemdes mendapatkan perhatian serius dari Pemda Bireuen, sebab tanpa ada mereka Pemdes, sungguh pemerintah daerah Bireuen itu tidak ada legitimasinya”. Ujarnya Yufaidir mantan aktivis ‘Demo Parlemen Jalanan’ Bireuen ini

Kami bersama teman teman jajaran Legislatif DPRK Bireuen meminta Bupati Bireuen kita desak jangan coba coba mengambil kebijakan yang tidak mencerminkan Keadilan dan Diskriminasi, kan masih banyak alternatif lainnya pada pos pos anggaran tertentu pada SKPD/SKPK untuk dipangkas dan perampingan mata anggaran, agar bisa efesiensi dan pemerataannya, yang dianggab tidak terlalu urgent yang masuk dalam skala prioritas di T/A APBK Bireuen 2021″. Pungkasnya DPRK Bireuen ini, juga Mantan Keuchik Blang Seupeung Jeumpa(Iqbal)

WhatsApp Image 2020-11-27 at 21.23.40
WhatsApp Image 2020-11-24 at 22.31.54
WhatsApp Image 2020-11-19 at 15.25.59
WhatsApp Image 2020-11-08 at 17.20.03

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed