oleh

WARUNG KOPI GOEDHANK YANG TAMPIL UNIK DAN BERBEDA DAERAH DUKUN

Gresik,harianmerdekapost.com – Kabupaten Gresik merupakan Kota yang padat penduduk, karena juga sebagai kota industri dan warga Gresik memiliki kebiasaan ngopi atau cangkrukan di warung kopi untuk mengisi waktu yang luang sambil silaturahim sama teman-teman sekantor ataupun seprofesi.

Usaha warung kopi ataupun cafe di Kabupaten Gresik menjamur berkembang dengan begitu cepat, sehingga bisa menyerap tenaga kerja lokal serta membangkitkan perekonomian daerah Kabupaten Gresik.

Tapi ada salah satu warung yang menarik, unik dan tampil beda, untuk saya sampaikan dalam tulisan ini, yaitu warung “Kopi Goedhank” yang ada di Jln Ma’sum Sufyan Embong Lawas, Desa Dukun Anyar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Kalau kita lihat dari segi bangunan, tampak seperti halnya warkop ataupun cafe pada umumnya.

Desain dari warung “Kopi Goedhank” ini tampak seperti gudang, akan tetapi lengkap dengan perabotan yang unik dan aneh, seperti adanya sepeda-sepeda ontel yg disusun dengan rapi, dan juga velg mobil bekas yang disusun dengan rapi bertalikan rantai, semuanya itu mempunyai nilai seni yang cukup tinggi.

Warung Kopi Goedhank dengan slogan “Rego Podo Nggon Bedo” memiliki konsep industrial serta bernuansa warung rasa cafe. Tempat ini juga di lengkapi fasilitas Mushola, Meeting Room, Live Music, Nobar, toilet dan juga bisa menampung sampe 200 an pengunjung. Warung Kopi Goedhank juga pernah disinggahi oleh Ustadz-ustadz kondang seperti Gus Miftah, Ust. Aditya Abdurrahman (Ketua Pembina Punk Muslim), Ust. Carlos Abu Hamzah (Dai dan Pembina Riders Muslim Surabaya), Ust. Marzuki Imron atau biasa disebut Ust. Naruto dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dari pantuan awak media harian merdeka post, akhirnya tertarik untuk mencari dan mengetahui siapa pemilik atau Owner dari warung “Kopi Goedhank” tersebut. Alhamdulillah saya langsung bisa tahu dan bisa bertatap muka langsung dengan pemilik warung tersebut yakni H. Ahmad Ghoni, pengusaha yang cukup sukses di daerah Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Jumat sore, (25/09/2020).

Dalam pertemuan tersebut H. Ahmad Ghoni sempat bercerita panjang dan lebar tentang sejarah kenapa beliau membuka usaha warkop yang unik serta tampil beda dengan warung atau cafe lainnya.

“Saya mulai membuka Warung Kopi Goedhank ini sejak tahun 2018, Alhamdulillah warkop ini bisa eksis dan bertahan sampai dengan sekarang. Walaupun ditengah perekonomian yang lagi lesu, sebab dari pandemi covid-19 yang masih melanda diseluruh pelosok dunia, dan belum ada yang tahu kapan virus corona hilang dari Negara kita tercinta Indonesia.” ucap H. Ahmad Ghoni atau biasa disapa dengan panggilan H. Oni.

H. Oni juga menjelaskan, “Warung Kopi Goedhank ini merupakan warung pelopor atau warung pertama yang buka di wilayah Dukun dengan nuansa modern, serta memiliki visi dan misi yang Unik, serta tampil beda dari warkop yang lain. Bisa saya contohkan salah satunya dengan pengunjung yang ngopi disini, pas pada waktu ada Adzan Sholat kemudian pengunjung tersebut melaksanakan sholat di mushola warkop ini, maka akan mendapatkan Gratis minuman yang dia minum.” jelasnya.

Pengusaha muda ini juga menuturkan, “Dengan adanya warkop ini bisa menyerap tenaga kerja lokal, serta berpartisipasi untuk syiar keagamaan lewat ngopi bareng dengan bahasa “Yo Ngopi Yo Ngaji”, dan juga pernah mengadakan ceramah yang tentunya menyesuaikan kondisi dan konsumsi anak-anak muda di warung. Hal-hal seperti inilah yang harus kita galakkan disemua warung ataupun cafe di wilayah Gresik, karena Gresik adalah Kota Wali dan juga sebagai Kota Santri.” tuturnya.

“Selain kita mencari keuntungan ataupun provit dari usaha warkop, yang tak kalah pentingnya adalah kita harus berbagi rejeki kepada sesama, dengan cara melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti: menyantuni fakir miskin / janda-janda, memotivasi anak-anak jalanan untuk berhijrah, pembagian Mushaf/Alquran gratis, seminar MLM, rapat KBIH & travel umroh dan kegiatan-kegiatan yang lainnya.” jelas Owner warung Kopi Goedhank.

“Alhamdulillah setiap hari Jumat kita selalu menyisihkan hasil usaha kita untuk berbagi kepada sesama dengan bershodaqoh, karena shodaqoh itu sebagai penolak bala’ dan juga pembuka rejeki untuk kita semua yang gemar bershodaqoh.” tambahnya. (wwn)

Untitled-1
Untitled-1
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59 (1)
WhatsApp Image 2020-10-13 at 14.18.12
WhatsApp Image 2020-09-30 at 06.08.24
WhatsApp Image 2020-09-28 at 08.08.0

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed