Warga RT 02/RW 05 Bukid lll Kelurhan Banyu Urip Surabaya, Tetap Berdoa dan Berharap Selalu Guyub di Malam Tirakatan

Surabaya, harianmerdekaoost.com Instruksi Wali Kota Surabaya agar tidak melakukan tasyakuran atau tirakatan di malam peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI tahun 2020 tepatnya malam tanggal 17 Agustus karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, betul-betul terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Namun tidak mengurangi rasa syukur, sebagain warga tetap menjalankan syukuran dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, kendati tidak dilakukan secara resmi dengan diselingi menyanyikan lagu kemerdakaan, sambutan dan pidato dari ketua RW 05 Handi Tri Prawono dan sebagainya.

“Dan kita spontan saja dari sebagian warga, hanya duduk-duduk dengan menggelar meja kursi, berdoa, lalu makan-makan. Selebihnya ya ngobrol-ngobrol biasa,” ujar ketua RT 02 Sugeng Herminanto. Minggu (16/8/2020) malam.

Lanjut Sugeng, peringatan malam 17 Agustus 2020 ini, memang dirasakan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Alhamdullilah, kita harus selalu tetap bersyukur. Memasuki Hari Kemerdekaan RI yang ke-75 ini, kita tidak lupa memanjatkan doa, semoga bangsa ini diberikan kedamaian dan ketentraman, wabah corona segera dihilangkan.

“Namun yang terpenting, persaudaraan dan seduluran di lingkungan Bukid lll Kelurahan Banyu Urip Surabaya, harus tetap kita jaga, kekompakan dan keguyuban untuk menjaga persaudaraan,”harapan Sugeng saat didampingi, ketua RW 05 Handi Tri Prawono di malam 17 san.

Sugeng Herminanto, bahkan mengaku sempat beberapa kali diberondong pertanyaan oleh anak-anak di wilayahnya, mengapa tidak ada lomba dan sebagaianya seperti sebelum-sebelumnya, untuk menyenangkan anak-anak.

“Kita mau jelaskan secara detail pada anak-anak, juga sulit. Dia tidak akan paham. Ya terpaksa, sekedarnya saja, Semoga, di tahun depan wabah ini segera menghilang,” tutupnya (Bairi)