Warga Dusun Ngipik Desa Sumber Suko kecamatan Gempol Dan Desa Tawang Rejo Kecamatan Pandaan Adalah Bagian dari Masyarakat Kabupaten Pasuruan

Harianmerdekapost.com, Pasuruan, Jatim – Warga dusun Ngipik Desa Sumber Suko kecamatan Gempol dan desa Tawang Rejo Kecamatan Pandaan adalah bagian dari masyarakat kabupaten Pasuruan yang semestinya mempunyai hak dan pelayanan yang sama dengan masyarakat lainnya.

Salah satu keluhan yang sangat mendesak adalah tentang jembatan Ngipik yang ambruk tapi dalam rentang waktu yang sangat lama hingga saat ini masih saja belum diperbaiki.

Kronologi singkat setelah dusun Genuk watu desa Kepulungan tertimpah musibah bencana alam banjir pada bulan februari 2021 kemudian menyusul (14-03-2021) jembatan ngipik ambruk akibat luapan air sungai yang sangat kencang dan deras hingga menyebabkan terputusnya akses jalan penghubung antara desa Sumber Suko kecamatan Gempol dan desa Tawang Rejo.

 

Kejadian bencana alam yakni ambruknya jembatan Ngipik tersebut pada tanggal 19-03-2021 sudah ditinjau oleh Bupati kabupaten Pasuruan Gus Irsyad.

Untuk diketahui dan dipahami oleh para pihak bahwa keberadaan jembatan Ngipik mempunyai fungsi yang sangat vital dikarenakan tidak hanya menghubungkan dua desa tersebut tapi juga dapat mempercepat perkembangan sektor ekonomi mikro yang berbasis desa.

Dengan ambruknya jembatan Ngipik menjadikan laju pertumbuhan ekonomi secara otomatis terkendala.

Sebagai satu bentuk pencerahan dan pemahaman buat warga desa Sumber Suko dan Tawang Rejo bahwa pihak yang punya kewenangan untuk melakukan perbaikan tentang jembatan Ngipik yang ambruk tersebut bukan menjadi kewenangan pemerintah desa baik Pemdes Sumber Suko maupun Tawang Rejo tapi kewenangan pihak PU Bina Marga kabupaten Pasuruan sebagai dasar karena selaku penyelenggara kabupaten dan posisi jembatan Ngipik tersebut adalah merupakan jalan penghubung antara dua desa yang ada dan jenis bantuan perbaikan biasanya bersifat kontraktual bukan swakelola artinya pihak desa hanya ketempatan saja.

Kalau penyebab ambruknya jembatan Ngipik diakibatkan karena bencana alam ketika itu semestinya yang wajib bertanggung jawab adalah pihak BPBD kabupaten Pasuruan.

Berdasarkan hasil investigasi dan konfirmasi tim media harian merdeka post ke TKP (senen,09-01-2023) telah mendapat beberapa temuan sesuai fakta di lapangan antara lain telah terputusnya lintas jalan dari desa Sumber Suko kecamatan Gempol menuju kearah desa Tawang Rejo Kecamatan Pandaan dan sekitarnya dan atau sebaliknya, roda perkembangan perekonomian mikro menjadi tersendat karena terkendala dengan ambruknya jembatan Ngipik tersebut.

Pada saat dilokasi kejadian, tim media harian merdeka post menemui ketua RT 03 RW 12 dusun Ngipik desa Sumber Suko untuk meminta komentar, menjelaskan kami mewakili warga dusun Ngipik berharap kepada bapak bupati kabupaten Pasuruan supaya secepatnya menginstruksikan kepada dinas PU Bina Marga dan BPBD kabupaten Pasuruan untuk melakukan perbaikan jembatan Ngipik tersebut mosok Gus Irsyad gak sakno karo rakyat cilik kayak kami.tuturnya !!!.

Ditempat yang sama awak media juga menemui kepala desa Sumber Suko H Syaiful Ma’arif SE untuk meminta komentar, menjelaskan pada prinsipnya kami berharap kepada pemerintah daerah kabupaten Pasuruan untuk tahun anggaran perbaikan 2023 jembatan Ngipik yang ambruk ini dapat dengan tuntas dilakukan perbaikan karena kami sangat kasihan pada beban derita kehidupan yang dialami oleh warga desa kami. Jelasnya!!.

Sebagai harapan penulis demi meringankan beban hidup rakyat kecil berharap dengan segala rendah hati kepada BPBD dan dinas PU Bina Marga kabupaten Pasuruan hendaknya jangan saling lempar tanggung jawab terkait perbaikan jembatan Ngipik tersebut .
Pertimbangan sederhananya adalah yang digunakan adalah uang Negara dan bicara uang negara konotasinya sama dengan uang rakyat.

Dan kecamatan Gempol adalah penyetor pajak cukai terbesar jadi sangat manusiawi kalau mendapat skala prioritas perhatian atas perbaikan infrastruktur yang rusak yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas yang ada di wilayah kecamatan Gempol.Bersambung . ( Budhi H).