Wali Murid Melakukan Aksi Protes Akibat Dua Ulah Oknum ASN yang di Duga Menyalagunakan Dana BOS.

banner 300250

Bangkalan,Harianmerdekapost.com-Sejumlah wali murid melakukan aksi protes tehadap Sekolah Dasar Negeri (SDN) II Kompol Kecamatan. Geger, Kabupaten. Bangkalan, Madura.

banner 300250

banner 300250

Aksi protes mereka diduga adanya penyelewengan dana bantuan yang di lakukan oleh oknum kepala sekolah dan bendahara. Dugaan tersebut di tandai tidak adanya transparansi mengenai pengunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sehingga ada dugaan kuat bahwa ada kongkalikong di dalamnya. (09/03/2020).

ari hasil interview salah satu guru, bahwa dana BOS tidak adanya transparansi, yang tahu hanya pihak kepala sekolah dan bendahara.

“Pengunaan dana BOS di SDN Kompol II Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan selama ini tidak diketahui oleh para guru tidak ada transparansi hanya Kepala sekolah dan bendahara saja yang mengetahui pengunaan dana BOS selama ini,” ucap salah satu guru.

Rasa kecewa bercampur geram tidak hanya di rasakan oleh wali murid bahkan di rasakan oleh para guru honorer, terkait pemotongan
gaji yang di lalukan secara sepihak oleh kepala sekolah. Pemotongan sebanyak satu juta selama dua bulan, seharusnya merekan menerima gaji Rp 1.800.000 karena perbulan gaji mereka Rp 900.000 tapi mereka hanya menerima Rp 800.000 selama dua bulan.

“Gaji kami itu di potong mas sebanyak satu juta 2 bulan yang seharusnya kami menerima Rp 1.800.000 selama dua bulan karena memang dalam satu bulan kami di gaji Rp 900.000,jadi selama dua bulan ini kami hanya menerima 800.000 mas,setelah kami nanya ke kepala sekolah alasan kepala sekolah tidak masuk akal malah bilang untuk bayar hutang, sedangkan untuk transparansi RKAS dana BOS ataupun PIP kami tidak boleh tau,kami di minta oleh kepala sekolah untuk tidak ikut campur terkait dana BOS maupun PIP sehingga kami kebingungan bila ada wali murid yang nanya mas.” Ujar salah satu guru.

Juga di sampaikan oleh kuasa hukumnya Moh. Taufik MD, S.I.Kom.S.H.M.H bahwa penyalagunaan dana BOS terbukti dari SPJ yang banyak tidak sesuai bahkan perealisasiannya di duga ada rekayasa.

“Banyak dugaan-dugaan penyalahgunaan dana BOS di sekolah SDN Kompol 2 ini terbukti dari SPJ nya banyak yang tidak sesuai artinya tidak sesuai perealisasian nya banyak yang di rekayasa dan kami sudah memegang sejumlah barang bukti dan kasus ini sudah kami limpahkan ke kepolisian coba nanti sampean cek di polres ke bagian Tipikor laporan nya sudah masuk kesana.” ucap Moh. Taufik MD, S.I.Kom. S.H.MH

Taufik menambahkan bahwa Kepala Sekolah SDN Kompol II ini tidak ada aura sebagai pendidik penyampaian komunikasi publiknya, karena semua jawaban kepala sekolah tidak sesuai dengan pertanyaan artinya tidak jelas namun di dalam Forum tadi kepala sekolah mengatakan akan mengembalikan semuanya,tidak akan ada pungutan liar lagi dan kedepannya dana bos maupun PIP akan di publikasikan namun walaupun di kembalikan, kasusnya akan tetap berjalan karena sudah jelas ada pelanggaran perbuatan melawan hukum.” imbuhnya

Pihaknya juga akan mengkawal terus kasus ini sampai tuntas sampai nanti putusan pengadilan dan untuk kasus ini kerugian negara mencapai sekitar 100 juta.

“Sementara ini yang sudah masuk dalam laporan kepolisian yakni ada dua,kepala sekolah dan bendahara,dan kami akan mengkawal terus kasus ini sampai tuntas karena tidak sedikit kerugian negara yakni sekitar 100.000.000.(seratus juta rupiah).” Pungkasnya. Editor red (zainudin)

WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x
WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14
WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14


News Feed