oleh

Wahana Jembatan Siti Sundari Tak Berijin “Merusak Pohon Damaran”

Harianmerdekapost.com Lumajang, Jawa Timur – Wana wisata Siti sundari yang di kelola oleh LMDH wono lestari Desa Burno Kecamatan Senduro lagi marak jadi Berita Saat ini, Dari Konser tawuran dan kerumunan Massa serta kunjungan dari kementrian untuk meningkatkan Wana wisata ini jadi Skala Nasional akan tetapi semua itu hanya bertujuan Tentang profit dan Profit terlihat dari Cara kelola yang sangat Minim tentang Wisata Hutan.

Jembatan Out bond Yang di Kelola Oleh Komunitas Pecinta Alam Raja Giri di mana pemasangan Rangka rangka jembatan di kaitkan di Pohon pohon Damaran dengan banyaknya penyangga pakai paku diameter besar dan panjang, Ini merupakan pengrusakan Pohon kawasan hutan secara tidak langsung berdalih Untuk wisata dan keindahan Di waktu malam dengan lampu lampu.

Tree Spiking memiliki tujuan khusus yaitu sebagai taktik yang tidak menyenangkan sehingga penebang akan khawatir terluka saat memotong, membelah dan memproses batang kayu. Lebih jauh, masuknya benda asing ke dalam kayu akan menurunkan nilai ekonomi kayu , menurunkan keberlangsungan produksi kayu bulat (logging) dalam jangka panjang. Di sisi lain, tindakan “spiking” justru akan mengurangi ancaman dari kehiidupan .

Ketua LMDH wono lestari saat di konfirmasi awak media Merdeka. Pos dalam Sambungan telepon membenarkan adanya paku paku di pohon Damaran.

” Iya mas benar ada paku paku di pohon pada awalnya tidak ada intruksi untuk Itu
tapi kenyataanya banyak paku paku di pohon ini saya pas ada di bawah pohon ini sekarang, kami sekarang masih evaluasi untuk wahana ini dan kami tidak memberikan ijin untuk itu(paku pohon) Terangnya (21/11/2020)

Ini sudah masuk ke ranah pengrusakan pohon di mana sebagai Komunitas Pecinta Alam Raja Giri Harusnya memikirkan akan hal ini .

“Iya benar ini sudah masuk Ke pengrusakan Pohon, Ini kami masih ada Evaluasi mengenai hal ini dengan Perhutani,KLHK serta Dirjen terangnya lagi.

Dedy Firmansyah selaku Pengelola Dari wahana Out Bond dalam sambungan telepon membenarkan adanya paku di pohon tapi akan di cabut pada saat kawat seling sudah kuat tidak tahu sampai kapan di cabutnya dan Wahana itu memang harus menempel pohon namanya juga wahana Hutan.

” Iya ini kan Komunitas mas yang mengelola hanya seling saja dan nanti kalau sudah kuat paku paku itu akan di cabut untuk menguatkan demi keamanan pengunjung wahana, Tuturnya (21/11/2020).

“Namanya juga Wahana jembatan Rangka pohon jadi harus ada di pohon”, pungkasnya (AN)

WhatsApp Image 2020-11-27 at 21.23.40
WhatsApp Image 2020-11-24 at 22.31.54
WhatsApp Image 2020-11-19 at 15.25.59
WhatsApp Image 2020-11-08 at 17.20.03

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed