Upacara Adat Di Lereng Gunung Kumbang Brebes, “Kampung Jalawastu” Lestarikan Budaya Sunda-Jawa

banner 300250

Brebes-harianmerdekapost.com-Kampung Jalawastu merupakan sebuah perkampungan yang berada di daerah lereng gunung kumbang dan sagara. Dan merupakan salah satu perkampungan yang berada dalam naungan Pemerintahan Desa Ciseureuh, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

banner 300250

Ada tradisi unik yang rutin dilakukan oleh warga kampung Jalawastu. Pasalnya, hingga saat ini warga jalawastu masih tetap melestarikan tradisi budaya dari adat istiadat yang telah dilakukan selama ratusan tahun yang silam oleh para leluhur mereka. Budaya warisan tersebut berupa upacara adat yang diberi nama upacara “Ngasa”.

Ditahun ini, pada hari Selasa (10/3/2020) di Jalawastu dilangsungkan upacara adat ” Ngasa”. Hadir dalam acara tersebut, Bupati Kabupaten Brebes, dengan di dampingi suami, serta salah satu anggota DPR RI asal Kecamatan Ketanggungan Brebes, Paramitha Widya Kusuma juga turut hadir. Selain itu, hadir pula perwakilan Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Agung Tristianto, yang menjabat selaku Kabid (Kepala Bidang ) Pembinanaan Kebudayaan.
Dalam Kesempatanya, saat dilangsungkanya upacara adat di Jalawastu, Bupati Kabupaten Brebes, Hj. Idzha Priyanti, Amd, SE, menyerahkan langsung sertifikat “WBT” ( Warisan Budaya Takbenda), yang di berikan langsung kepada pemangku adat kampung jalawastu, Darsono.

Bupati brebes menegaskan, “tradisi adat ngasa kampung jalawastu yg sudah di kenal masayarakat dunia untuk tetap di pertahankan, dengan segala kearifan lokalnya agar tradisi yang adi luhung yang sangat baik ini bisa terus bertahan dan lestari”,Tegas Idzha.

Bupati juga mengajak kepada masyarakat agar selalu melakukan pola dan gaya hidup bersih, karena hal tersebut adalah salah satu pencegahan datangnya penyakit.

Paramitha Widya sebagai wakil rakyat dan juga sebagi putra daerah akan bekerja sama dengan Pemda Kabupaten Brebes agar pembangunan infrastuktur di daerah tersebut seperti sekolah dan jalan bisa berjalan dengan baik,” Ucapnya.

Diketahui, Upacara adat “Ngasa” dilangsungkan setiap Selasa kliwon pada “mangsa ke sanga” ( bulan kesembilan dalam kalender jawa) tiap tahunya. Pada tahun ini, prosesi upacara adat “Ngasah” Jalawastu terasa lebih meriah, karena ratusan masyarakat dari berbagai kecamatan hadir dalam acara tersebut”, Ungkap pemangku adat Jalawastu, Darsono. Rabu (11/3/2020)
Masih menurut Darsono, bahwa Kampung Jalawastu telah di nobatkan sebagai kampung “WBT” (Warisan Budaya Takbenda) semenjak bulan oktober 2019. Warisan Budaya Tak Benda (Intangible cultural heritage disingkat ICH) adalah praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, atau keterampilan, serta instrumen, objek, artefak, dan ruang budaya yang dianggap oleh UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya suatu tempat. Akan tetapi sertifikat baru di berikan sekarang, harapanya agar lebih seremonial karena bertepatan dengan adanya berlangsungnya upacara adat “Ngasa”.(iman)