Tuntut Pertanggung Jawaban Keuchik, Peutuha Peut dan Masyarakat Paya Barat Surati Camat

-Berita-116 Dilihat
banner 300250

banner 300250

ACEH,harianmerdekapost.Com – Bireuen,  Peutuha dan Anggota Tuha Peut beserta sujumlah masyarakat Gampong Paya Barat Kemukiman Tgk.di Paya Barat Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen secara bersama-sama mendatangi kantor camat Peudada guna memenuhi panggilan Camat Zamzami bertempat di kantor camat setempat pada Senin, 16 Maret 2020 dalam rangka menuntut pertanggung jawaban keuchik (kepala desa) setempat menyangkut penggunaan anggaran Dana Desa kurun waktu tahun anggaran 2018-2019 silam.

Pasca pertemuan tertutup yang difasilitasi Camat dihadiri Setcam,  Babinkamtibmas Polsek Peudada, Ketua Asosiasi Keuchik Peudada Hurriman, ST., dan 6 orang Peutuha serta anggota tuha peut kecuali 1 anggota tuha peut yang berhalangan hadir yakni Nurdin M.Yusuf.

Peutuha tuha peut gampong paya Barat, Safwadi kepada reporter media ini menyatakan, kehadirannya ke kantor camat peudada bersama anggota tuha peut beserta sejumlah masyarakat lainnya untuk memenuhi panggilan dari Camat Peudada Drs.Zamzami guna mencarikan solusi atas problema tidak singkronnya pelaksanaan pemerintahan desa Paya Barat antara Geuchik (Kades) dengan Tuha Peut setempat yang berbuntut dari tidak adanya laporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran Dana Desa oleh geuchik kepada Tuha Peut (LPJ) pada kurun waktu tahun anggaran 2018-2019.

Selain peutuha dan anggota tuha peut, tampak hadir sejumlah masyarakat gampong dimaksud turut mendatangi kantor camat Peudada bertujuan bertemu dan berkoordinasi secara langsung dengan camat serta menyerahkan surat pernyataannya yang ditujukan kepada camat peudada.

Adapun Pernyataan/tuntutan masyarakat Gampong Paya Barat yaitu, masyarakat Desa Paya Barat tidak pernah memberhentikan Tuha Peut. Kemudian, Keuchik Desa Paya mengingkari janjinya mensejahterakan masyarakat Desa Paya Barat.

Selanjutnya masyarakat menyatakan Keuchik telah memalsukan pengajuan Dana Desa (DD) T.A 2019 atas nama Peutuha Tuha Peut.

Selain itu, masyarakat menduga Keuchik telah menyelewengkan DD tahun anggaran 2015 – 2016 sekitar Rp.190.000.000-, (seratus Sembilan puluh juta). Apabila Dana Desa diselewengkan tidak dikembalikan atas dua anggaran tersebut, PLT Keuchik segera digulirkan dan diproses secara hukum.

Terakhir, masyarakat Gampaong Paya Barat menyatakan Keuchik tidak pernah mempertanggung jawabkan Dana Desa akhir tahun dengan kami masyarakat Desa Paya Barat.

Demikiannlah Pernyataan dan tuntutan kami masyarakat Desa Paya Barat yang dikeluarkan dan ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2020 serta telah disetujui oleh Peutuha dan anggota Tuha Peut gampong terdiri dari Mursalin selaku Wakil Peutuha tuha Peut. Selanjutnya anggota tuha peut yakni Jailani AB selaku Keurani dan Anggota tuha peut hadir Nurulaini, Sulaiman M.Taleb dan ketua tuha peut Safwadi. sementara satu orang anggota tuha peut Nurdin M.Yusuf tidak hadir dikarenakan sedang tidak berada dintempat.

“Seorang anggota tuha peut yang bernama Nurdin M.Yusuf tidak bisa hadir karena sedang berada di Banda Aceh, ada acara keluarga” Urai Jailani didampingi para tuha peut lainnya.

Camat Peudada, Drs. Zamzami Saat dikonfirmasi di kantornya mengungkapkan, para peutuha peut dan sejumlah masyarakatnya datang guna menyampaikan aspirasinya. Yang mana itu semua menyangkut laporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran dana desa gampong tersebut pada kurun waktu Tahun Anggaran 2018-2019 belum diserahkan Kechik kepada Peutuha tuha peut.

Sedangkan Ketua Asosiasi Keuchik Kecamapatan Peudada Hurriman, ST., saat dimintai tanggapannya menyampaikan harapannya agar kedua belah pihak tidak saling mempertahankan sifat ego nya demi kemaslahatan, kesejahteraan dan keberlangsungan pembangunan gampong paya barat khususnya.

Terpisah, Keuchik Gampong Paya Barat, Azhari M.Thayeb didampingi Saiduddin selaku Kasie Umum di pemerintahan desa dimaksud saat dikonfirmasi di seputaran kota Bireuen pada Senin sore, 16 Maret 2020 membantah tudingan yang diutarakan kepadanya selaku pemangku jabatan Keuchik. 

Hal seperti yang disampaikan Tuha Peut menyangkut tidak adanya pertanggung jawaban dari keuchik atas penggunaan dana desa itu tidak benar.

Karena, lanjut Keuchik, semenjak terpilih sebagai Keuchik periode 2015-2021, dari tahun 2015 setiap tahunnya selalu ada diserahkan laporan pertanggung jawaban kepada masyarakat dan Tuha Peut Gampong didalam rapat umum gamlong yang diselenggarakan di meunasah setempat.

Kecuali itu, laporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran dana desa tahun anggaran 2019 belum diserahkan Keuchik kepada tuha peut dan masyarakat dikarenakan proses pembangunan lingkup Gampong Paya Barat masih berjalan hingga kini, dengan kata lain belum selesai.

Berkaitan pernyataan para Tuha Peut Gampongnya, Keuchik Azhari mengharapkan selalu menjalin dah bahkan meningkatkan singkronisasi positif hingga dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh elemen masyarakat.

“Selaku Keuchik, saya sangat mengharapkan singkronisasi dan dukungan penuh dari seluruh masyarakat dan Tuha Peut khususnya dalam mendukung segala program-program yang kesemua itu bermuara kepada kesejahteraan dan kemaslahatan Gampong Paya Barat hingga berimplikasi kepada pemerintahan Gampong lainnya. (Wardi) 

banner 300250