oleh

Tradisi Unik Peringati Maulid Nabi di Pulau Madura Malam ini, Digelar di Rumah Haji Faizol Atau Rosadi

Jawa Timur, Madura Sampang, harianmerdekapost.com Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dilakukan sesuai kultur atau budaya yang melekat di masing-masing daerah. Di Madura, Jawa Timur, perhelatan Maulid Nabi Muhammad tersebut digelar oleh mayoritas warga di kediamannya masing-masing. Pasalnya, warga menganggap hal itu adalah momentum yang sakral yang hanya dilakukan setahun sekali.

“Maulid Nabi di Madura tidak hanya dilakukan di mushala, masjid atau hanya lembaga pemerintahan. Namun, di setiap rumah mengadakan. Jadi, ketika kamu datang ke Madura, pada momen Maulid Nabi akan sibuk dengan silaturahim, home visit. Orang Madura menyebutnya ‘konjangan molod’,” kata salah Kiai Isyuddin Rauroq PP Attarqqi dari Karongan Sampang didampingi Habib Husain bin Faqih bin Mujib, Jumat (6/11/2020).

Di samping itu, lanjutnya, bagi masyarakat Madura perayaan Maulid Nabi adalah sebagai wujud syukur dan tak lagi memandang profesi. Mulai dari kalangan tani, pedagang, pejabat atau pegawai negeri, mereka merayakan Maulid Nabi di masing-masing rumahnya.

“Di Indonesia, perayaan Maulid Nabi telah mendarah daging dalam kultur masyarakat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW,” ujar dia.

Vedio: Terlihat anggota Hadroh Anwarul Mustofa sedang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dalam acara peringati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ditanya apakah tidak cenderung memaksakan, dirinya mengatakan selama ini masyarakat Madura dengan antusias melakukan perayaan Maulid Nabi dengan model demikian. Sebabnya, soal hidangan disesuaikan dengan situasi dan kondisi tuan rumah, karena tidak ada ketentuan-ketentuan tersendiri soal hidangan atau konsep perayaan Maulid.

“Inilah yang perlu digaris bawahi, tidak ada paksaan bagi meraka, hidangan yang  mereka sajikan pun seadanya atau semampunya. Profesi bukan menjadi sebuah kendala bagi orang Madura,” jelasnya.

Ia memaparkan membeberkan, seperti salah satu warga Desa Sumber Kuning, Kecamatan Tanah Jrengik Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur di rumah yang punya hajad Moh. Rosadi atau Haji Faisol, lalu Ia memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di rumahnya sendiri dengan hidangan bermacam buah dan jajanan, Jumat (6/11/2020).

Prinsip mereka, timpal dia, ‘kodu amolod, polana sataon sakalean, acara ka’dinto saestona tombu dhari ate, rasa tresna ka ajunan, ka kanjeng Nabi Muhammad SAW. Malar moga olleya syafa’at kanjeng Nabi’.

Kalau bahasa Indonesianya “Harus merayakan Maulid Nabi, karena hanya satu tahun sekali, acara ini ialah dorongan hati serta rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Dan semoga mendapatkan syafaat beliau,” tuturnya.

Foto: Tuan rumah yang punya acara peringati Maulid Nabi Muhammad SAW. Haji Faizol atau Rosadi bersama istrinya.

Sementara yang punya hajad peringati Maulid Nabi Muhmamad SAW. Moh Rosadi atau di kenal Haji Faizol mengatakan perayaan Maulid Nabi tidak hanya digelar di tempat-tempat ibadah umat Islam, seperti masjid dan mushollah, akan tetapi di rumah-rumah warga dengan cara mengundang para tetangganya dan sanak keluarga.

“Makanya, selama bulan Rabiul Awal ini, hampir setiap hari umat Islam merayakan Maulid Nabi yang digelar di rumah-rumah warga,”kata Rosadi.

Hadir dalam peringati Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertempat di Desa Sumber Kuning yaitu. Kiai Isyuddin Rauroq PP Attarqwi Jaringan Sampang, Habi Husain Al Mujib bin Faqi, anggota Hadroh Anwarul Mustofa pimpinan Kiai Syafi’i dan warga masyarakat Desa Sumber Kuning Kecamatan Jregik Kabupaten Sampan Madura Jawa Timur.

Jurnalis Rosadi
Editor: Sabairi

WhatsApp Image 2020-11-27 at 21.23.40
WhatsApp Image 2020-11-24 at 22.31.54
WhatsApp Image 2020-11-19 at 15.25.59
WhatsApp Image 2020-11-08 at 17.20.03

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed