oleh

Terpeleset Dari Tebing Bergenang Air Bekas Galian C Berujung Maut

banner 300250

Harianmerdekapost.com, PasuruanJatim, Warga Bulusari kecamatan Gempol kabupaten Pasuruan digemparkan adanya berita ( 06-07-2022) dengan meninggalnya Sugiono remaja asal dusun Jurang Pelen Tegalan RT.03 RW. 19 kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan di temukan tenggelam di Tebing genangan air bekas Galian C.

Sugiono ditemukan sudah tidak bernyawa sekitar pukul 12.30 Yang mengetahui pertama kali adalah keponakannya dan adik kandungnya. Sugiono remaja pendiam setiap hari mencari Kereco (sifut) untuk bahan campuran pakan ternak bebek miliknya di tebing bekas galian C, selama musim hujan tebing tersebut berbentuk seperti danau dengan kedalaman 3,5 meter.

” Saat itu Saya dan kerabat nyanggong burung di tegalan, sekilas saya melihat Cacak yang cari Kreco untuk pakan bebek di kolam tebing bekas galian C, kok mencurigakan akhirnya dulur – dulur bertiga mendatangi Cak Sugiono, aku dekati Cacak tergelincir dan tenggelam, sempat tak slurupi ( kami cari ) namun tidak ketemu, karena kami tidak bisa berenang dimana kedalamannya saja 3,5meter, sehingga kami panggil dan minta pertolongan warga dan Pak RT. “Ungkap Roni dan saksi lain.

Karena tidak mampu menemukan korban mereka meminta pertolongan kepada warga sekitar.

“Atas laporan tersebut warga berdatangan mencari korban, satu jam lamanya pencarian korban baru bisa di temukan. ” Terang Pak RT 03 Jurang Pelen Tegalan.

Tak lama di temukan, ambulan desa Bulusari datang dan membawa jasat korban ke rumah duka karena atas permintaan keluarga tidak mau diotopsi di rumahsakit.

“Sempat dicek, dan memang sudah tidak bernapas. Kemudian dicek lagi oleh bidan untuk memastikan bahwa dia ini benar-benar sudah meninggal dunia,” ujar Salahsatu perangkat desa

Pada saat tim media harian merdeka post menemui sekdes Bulusari kecamatan Gempol kabupaten Pasuruan Ari Hariyanto di tempat kejadian untuk meminta komentar ,menjelaskan bahwa kejadian yang telah terjadi adalah murni sebuah musibah dan dia menambahkan pihak keluarga juga menganggap kejadian itu sebagai musibah. Sehingga, jenazah korban tidak diotopsi. Pihak keluarga juga membuat surat pernyataan di saksikan Sekdes Bulusari, Pak RT dan Pak RW, yang berisi persetujuan untuk tidak melakukan tindakan hukum apapun pasca insiden itu.

Begitu pula dengan penjelasan petugas kepolisian dari Polsek Gempol setelah melakukan olah tkp juga menjelaskan “Betul, pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mau dilakukan otopsi,” ujar Kanit Reskrim Polsek Gempol Iptu Khoirul Anam. (Budhi H ).