Terkait Covid-19: Pemerintah Aceh Jaga Pintu Masuk Ke Aceh / Bahas APBA Perubahan Pengadaan Masker Dan Alkes

banner 300250

Aceh,Harianmerdekapost.Com- Dewan Pimpinan Pusat Anaisis Kajian Dan Advokasi Rakyat Aceh (PAKAR Aceh) M.Iqbal S.Sos, menyikapi permasalahan wabah Virus Corona atau Covid-19  meminta kepada Pemerintah Aceh Jaga pintu masuk menuju ke Aceh, baik Via Darat, Udara (Bandara) dan Pelabuhan sebagai langkah upaya antisipasi terhadap pendantang dari luar Aceh terindikasi terwabah Covid-19 dengan peralatan yang memadai dan obat obatan dan ketersediaan masker serta sumber daya rekrutmen sumber daya manusia kesehatan yang berkompeten dengan menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk melaksanakan Shalat Tolak Bala dan Zikir, baik setiap rumah, Dayah,Pesantren dan Meunasah Gamponng maupun setiap Mesjid di Aceh.

banner 300250

Hal itu disampaikan oleh Iqbal salah satu aktivis PAKAR Aceh kepada Media ini, (Senin 23-03/2020).  Selama ini kita melihat kesiapan Pemerintah Aceh belum serius kearah itu terhadap pola penanganan pencegahan terhadap wabah Covid-19 dari hulu hingga ke hilir masih meniru model penanganan dari Pemerintah Pusat.

Padahal bila kita lihat dari  grafik dari situs resmi Pemerintah bahwa Aceh sebagai wilayah masih warna biru dan bukan warna merah terkait wabah Covid-19 tersebut.

Saya meminta Pemerintah Aceh tidak terjebak dengan sikap panik, tapi langsung action kepada metode cara mengatasi mendeteksi mata rantai wabah yang masuk dari luar Aceh atas akar masalah sebab dan penyebab akan faktor pemicunya penyakit wabah tersebut, tentu bukan dengan cuma seremonial semata mengunjunginya saja ke Rumah Sakit bila tanpa disediakan anggaran yang memadai bagi tim ahli kesehatan yang sudah bekerja dengan baik bisa ditingkatkan intensif kesejahteraan kerjanya, karena nyawa menjadi taruhannya dalam melakukan pencegahan lebih baik daripada mengobati.

Setelah itu kita meminta Pemerintah Aceh dalam hal ini Plt Gubernur Aceh bersama DPRA untuk segera bisa melakukan advokasi hak rakyat Aceh sektor kesehatan dengan semua pihak Stakeholder akan lebih pentingnya mengambil langkah langkah keselamatan terhadap 5 juta jiwa lebih rakyat Aceh jauh lebih penting diatas segala segalanya kepentingan pribadi dan kelompoknya. 

Dengan sikap sigap dan respon sebagai suatu langkah ikhtiyar pencegahan sesegera mungkin melakukan pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh Perubahan APBA 2020 untuk dialokasikan anggaran mencegah masalah Wabah Covid-19 di Aceh dengan membeli alkes atau pengadaan masker buat petugas kesehatan dan masyarakat Aceh serta penyediaan stok logistik sembako dan kecukupan gizi selama masa 14 masa larangan keluar rumah. Begitu juga terkait permasalahan masker sudah langka dan sulit kita peroleh di Aceh baik di apotik dan Pukesmas Dan peralatan kesehatan (Alkes) yang memadai setiap jenjang Rumah Sakit, baik tingkat Polindes, Pukesmas, Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Swasta lainnya yang ada disetiap Kabupaten Kota di Aceh.

Apalagi selama ini kita lihat Pemerintah Aceh belum menepatkan petugas kesehatan di pintu masuk perbatasan Aceh dan Sumatera Utara dalam upaya mencegah dalam mendeteksi orang pengawasan  terpantau yang datang ke Aceh melalui Bus, Truk pengangkut sembako dan setiap mobil pribadi yang datang ke Aceh untuk perlu diambil langkah langkah antisipasi pencegahan melalui peralatan kesehatan(Alkes) khusus dengan terpantau semua masyarakat oleh Pemerintah Aceh yang beraktivitas di Aceh, apalagi bagi orang yang pulang dari Jakarta, Medan. Lebih lebih dari laur negeri seperti dari Malaysia menuju Aceh perlu diperiksa ke ruang laboratorium Rumah Sakit Umum Lapangan khusus di perbatasan pintu masuk ke Aceh atau Bandara, seperti Kerajaan Arab Saudi sudah memperketat pintu masuk perbatasannya”. Ujar Iqbal PAKAR Aceh ini.

Begitu juga pada setiap Bandara dan Pelabuhan Penyeberangan d Aceh, seharusnya Pemerintah Aceh perlu menyediakan Rumah Sakit Umum Lapangan Darurat seperti  dan ruang isolasi khusus, serta para medis yang lengkap dengan pakaian astronot dan alkes pencegahan Covid-19 secara khusus dengan tujuan mensterilkan wilayah  Aceh dari wabah Covid-19 tersebut yang berpotensi dibawah oleh orang luar daerah atau luar negeri yang pergi ke Aceh melalui AirPort dan Pelabuhan Penyeberangan di Aceh, selain di vaksinasi atau Disfaksinasi lokasi fasilitas umum”.Tutup M.Iqbal Analisis Pakar Aceh ini.(Rel/Wardi)