TDA Tanggap Corona, Siap Dengan Kemungkinan Terburuk

banner 300250

Surabaya,harianmerdekapost.com – Rekan-rekan semua pengurus, member, simpatisan TDA dan pelaku UMKM Indonesia, hari ini kita dihebohkan dengan berita tentang Corona atau virus covid-19 yang masuk ke negara kita. Berbagai berita simpang siur tentang virus ini mulai dari pasien yang suspect, meninggal dan sebagainya. Artikel dan berita yg membahas Corona ini hampir tiap menit terpublikasi baik di web dan social media.

banner 300250

banner 300250

Kita sebagai pelaku bisnis terutama UMKM, harus segera menyiapkan diri untuk kondisi yang terburuk. Persiapan perlu kita lakukan dari sekarang, meski kita semua tidak berharap kejadian akan seburuk seperti yang kita pikirkan. Mari kita sama-sama siapkan Business Continuity Plan (BCP) sesuai dengan kebutuhan dan kondisi bisnis masing-masing.

Langkah pertama, Buat dan tentukan beberapa kondisi kita saat ini, dengan syarat-syarat tertentu Misal :

) Kondisi 1, kita tetapkan saat kasus masih sedikit, bukan daerah kita, dan belum ada kematian.

) Kondisi 2, saat kasus makin banyak, mulai ada kematian, tapi masih bisa terkendali.

) Kondisi 3, saat kasus banyak, kematian banyak (>10), atau sudah ada kasus kematian di daerah kita

) Kondisi 4, saat kondisi sudah tak terkendali.

Langkah kedua, Buat rencana sesuai kategori diatas dengan prioritas pada keselamatan tim kita terlebih dahulu. Bagaimanapun juga, jalannya roda bisnis perusahaan kita tergantung dari keselamatan tim kita.

Contohnya :

  • Planning membagi total karyawan kita dalam beberapa kategori kelompok kerja. Per kelompok bekerja dalam shift yang berbeda, sehingga bisa meminimalisir resiko jika ada salah satu anggota tim yang terkena Corona. Misalkan tim finance ada 2 orang yang harus dipisah dalam 2 kelompok. Jika salah satu terkena Corona, salah satunya masih aman bisa melanjutkan proses bisnis. Kita tentunya tidak mau bisnis kita mendadak tidak jalan gara-gara ada beberapa orang dalam tim kita yang terkena Corona?
  • Planning saat semua karyawan harus mulai bekerja dari rumah, apa saja yang bisa dikerjakan? Bagaimana cara koordinasinya? Sampai pada hal-hal basic apakah di rumah karyawan tersebut ada akses internet atau tidak? Bagaimana persiapannya?

Langkah ketiga, Persiapkan hitungan teknis atas bisnis kita.

  • Berapa opex minimal kita? Bagaimana jika terjadi penurunan omset hingga 75%?
  • Jika rantai supply terganggu, apakah ada barang substitusi lainnya untuk bisnis kita?
  • Bagaimana jika kondisinya mengharuskan merumahkan karyawan?
  • Berapa saldo kas kita sekarang dan bisa bertahan berapa bulan saat terjadi kondisi terburuk?

Setidaknya tiga prioritas langkah diatas bisa kawan-kawan jadikan referensi awal terlebih dahulu. Mari kita buat sistem bersama, rumusan bersama atas hal-hal dengan kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi dalam negara kita. Mari perbanyak literasi persiapan menghadapi corona di Indonesia dengan hastagh #TDATanggapCorona. (AD1)

WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x
WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14
WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14


News Feed