TDA Tanggap Corona, Siap Dengan Kemungkinan Terburuk

banner 300250

Surabaya,harianmerdekapost.com – Rekan-rekan semua pengurus, member, simpatisan TDA dan pelaku UMKM Indonesia, hari ini kita dihebohkan dengan berita tentang Corona atau virus covid-19 yang masuk ke negara kita. Berbagai berita simpang siur tentang virus ini mulai dari pasien yang suspect, meninggal dan sebagainya. Artikel dan berita yg membahas Corona ini hampir tiap menit terpublikasi baik di web dan social media.

banner 300250

Donny Kris Puriyono PresidenTDA 6.0 mengatakan kitasebagai pelaku bisnis terutama UMKM, harus segera menyiapkan diri untuk kondisi yang terburuk.

“Persiapan perlu kita lakukan dari sekarang, meski kita semua tidak berharap kejadian akan seburuk seperti yang kita pikirkan. Mari kita sama-sama siapkan Business Continuity Plan (BCP) sesuai dengan kebutuhan dan kondisi bisnis masing-masing,” tuturnya.

Menurut Donny, langkah pertama, Buat dan tentukan beberapa kondisi kita saat ini, dengan syarat-syarat tertentu. Misal kondisi 1, kita tetapkan saat kasus masih sedikit, bukan daerah kita, dan belum ada kematian. Kondisi 2, saat kasus makin banyak, mulai ada kematian, tapi masih bisa terkendali.

“Selanjutnya, Kondisi 3, saat kasus banyak, kematian banyak (>10), atau sudah ada kasus kematian di daerah kita. Kondisi 4, saat kondisi sudah tak terkendali,” paparnya.

Lanjut Donny, langkah kedua buat rencana sesuai kategori diatas dengan prioritas pada keselamatan tim kita terlebih dahulu. Bagaimanapun juga, jalannya roda bisnis perusahaan kita tergantung dari keselamatan tim kita.

“Contohnya planning membagi total karyawan kita dalam beberapa kategori kelompok kerja. Per kelompok bekerja dalam shift yang berbeda, sehingga bisa meminimalisir resiko jika ada salah satu anggota tim yang terkena Corona,” jelasnya.

Donny menambahkan, untuk proses bisnis. Agar bisnis berjalan, solusinya meskipun ada Corona semua karyawan harus mulai bekerja dari rumah. Persiapkan dengan teknis atas bisnisnya. Jangan ada penurunan omset hingga 75 persen.

“Jika rantai supply terganggu, apakah ada barang substitusi lainnya untuk bisnis kita? Bagaimana jika kondisinya mengharuskan merumahkan karyawan?Berapa saldo kas kita sekarang dan bisa bertahan berapa bulan saat terjadi kondisi terburuk? Semua harus dipikirkan secara matang,” tutupnya.

Setidaknya tiga prioritas langkah diatas bisa kawan-kawan jadikan referensi awal terlebih dahulu. Mari kita buat sistem bersama, rumusan bersama atas hal-hal dengan kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi dalam negara kita. Mari perbanyak literasi persiapan menghadapi corona di Indonesia dengan hastagh #TDATanggapCorona. (AD1)