oleh

Tasyakuran dan Silatuhrahmi KPJ Surabaya ‘Menjaga Karya di Era Pandemi

Harianmerdekapost.com, Surabaya, Jatim“…ketika sebuah organisasi bertambah banyak maka sebagai organisasi bisa di anggap maju dan berkembang. Berbeda dengan KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan), jika berkurang anggotanya,karena bertambah taraf ekonomi, perubahan kehidupan, perubahan bertambah baik tiap SDM nya maka semakin maju organisasinya. (30/8/2021)

Karena itu berarti banyak bagi anggota yang bisa hidup mandiri dan bisa lepas dari jalanan.” Demikian sebagaian dari kata-kata pembuka acara dari Ringgo sebagai ketua KPJ Surabaya

Pada acaraTasyakuran dan Silaturahmi KPJ Surabaya, yang diselenggarakan pada siang hari Senin,(30/8) di Warung Rakyat Kahuripan jl Penataran 17 Surabaya, yang juga menjadi base camp dari KPJ Surabaya.

Pada bagian lain Luhur sebagai perwakilan dari DKS (Dewan Kesenian Surabaya) mengatakan bahwa, “…KPJ tetap dibutuhkan kehadirannya, sebagai salah satu bentuk kontrol sosial lewat karya musik dan seni di Surabaya. KPJ tetap dibutuhkan sebagai salah satu organisasi yang telah mengakar kuat di Surabaya.”

Setelah acara sambutan tersebut, banyak  perwakilan dari organisasi seni dan kepemudaan yang ada di surabaya, salah satunya IKD (Istana Karya Difabel), dan PAGAR JATI (Paguyuban Arek Jawa Timur) berlangsung juga acara tanya jawab. Dalam sesi tanya jawab tersebut, banyak pertanyaan menarik seputar dunia seni di era pandemi seperti ini. Termasuk salah satu pertanyaan bantuan dari Pemkot Surabaya sampai Pemprov Jatim, untuk keberlangsungan hidup untuk kehidupan seni dan seniman di era pandemi di kota Pahlawan Surabaya

Acara tersebut tetap mematuhi (Porkes) protokol kesehatan dengan ketat dan menjaga jarak, dalam acara tersebut ditutup dengan bacaan Yasin berserta doa bersama agar bangsa Indonesia tetap damai dan cepat bangkit dari pandemi dan kehidupan bisa berlangsung seperti sedia kala.Tasyakuran dan Silatuhrahmi KPJ Surabaya
‘Menjaga karya di era pandemi’

Harianmerdekapost.com, Surabaya, Jatim
“…ketika sebuah organisasi bertambah banyak maka sebagai organisasi bisa di anggap maju dan berkembang. Berbeda dengan KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan), jika berkurang anggotanya,karena bertambah taraf ekonomi, perubahan kehidupan, perubahan bertambahnya baiknya tiap SDM nya maka semakin maju organisasinya. (30/8/2021)

Karena itu berarti banyak bagi anggota yang bisa hidup mandiri dan bisa lepas dari jalanan.” Demikian sebagaian dari kata-kata pembuka acara dari Ringgo sebagai ketua KPJ Surabaya

Pada acaraTasyakuran dan Silaturahmi KPJ Surabaya, yang diselenggarakan pada siang hari Senin,(30/8) di Angkringan Rakyat Kahuripan jl Penataran 17 Surabaya, menjadi tempat base camp dari KPJ Surabaya.

Pada bagian lain Luhur sebagai perwakilan dari DKS (Dewan Kesenian Surabaya) mengatakan bahwa, “…KPJ tetap dibutuhkan kehadirannya, sebagai salah satu bentuk kontrol sosial lewat karya musik dan seni di Surabaya. KPJ tetap dibutuhkan sebagai salah satu organisasi yang telah mengakar kuat di Surabaya.”kata Luhur

Setelah acara sambutan tersebut, banyak  perwakilan dari KPJ organisasi seni dan kepemudaan yang ada di surabaya, salah satunya IKD (Istana Karya Difabel), dan PAGAR JATI (Paguyuban Arek Jawa Timur), Dalam sesi tanya jawab tersebut. langsung banyak pertanyaan menarik seputar dunia seni di era pandemi seperti ini.Termasuk salah satu pertanyaan bantuan dari Pemkot Surabaya sampai Pemprov Jatim, untuk keberlangsungan hidup untuk kehidupan seni dan seniman di era pandemi di kota Pahlawan Surabaya

Acara tersebut tetap mematuhi (Porkes) protokol kesehatan dengan ketat dan menjaga jarak, dalam acara tersebut ditutup dengan bacaan Yasin berserta doa bersama agar bangsa Indonesia tetap damai dan cepat bangkit dari pandemi dan kehidupan bisa berlangsung seperti sedia kala.

(FJR & Syt)

banner 300250



banner 300250
No Slide Found In Slider.

News Feed