Soal Penggelapan Dana Nasabah Bank Jatim, PANDAWA-GEMPUR Adukan Kasus ke BK-DPRD dan Audiensi ke Kejari Pamekasan

banner 300250

PAMEKASAN, harianmerdekapost.com – Dugaan penggelapan dana nasabah yang diduga dilakukan oleh oknum teller Bank Jatim Pamekasan pada tahun 2019 senilai 4,8 M yang menyeret nama inisial AF yang sudah memasuki tahap penyidikan, kini sudah memasuki babak baru.

banner 300250

banner 300250

Mega kasus yang berbau aroma tindak pidana korupsi tersebut ternyata mendapatkan sorotan tegas dari Perserikatan Dewan Mahasiswa Madura (Pandawa) yang bergandeng tangan dengan Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempur), Senin, (23/3/2020).

Ketua Pandawa, Basith Daenx menilai kasus tersebut merupakan kasus yang akan terus bergulir jika tidak segera tidak ada tindakan tegas dari pihak yang berwenang.

Pihaknya menuding, kasus penggelapan dana nasabah rersebut tidak hanya dilakukan oleh personal teller saja seperti yang dipikirkan masyarakat selama ini, melainkan ada indikasi keterlibatan oknum anggota Dewan.

” dalam kasus ini sebenarnya ada banyak kejanggalan, dan menurut hasil investigasi kami (Pandawa-Gempur/red) bahwa ada keterlibatan salah seorang oknum Dewan, atas hasil kajian tersebut kami segera membawa kasus ini pada BK-DPRD dan Kejari,” ungkap Basith

“Kasus ini segera kami bawa ke bangku BK-DPRD dan Kejari, dan kami komitmen akan terus kawal kasus ini sampai menemukan titik hukum yang jelas,” Lanjutnya. Senin, (23/3/2020).

Senada disampaikan Ketua Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempur) Zainal Saninggih Jr. Kepada awak media mengatakan Ada sejumlah dana Desa dari beberapa kecamatan yang diduga di gelapkan oleh oknum pegawai Bank Jatim di Kabupaten Pamekasan.

“Berdasarkan pengakuan salah seorang mantan kades, ada banyak dana desa yang diduga digelapkan oleh oknum petugas Bank Jatim, Atas hasil kajian kami, jelas kasus ini akan tetap kami kawal sampai benar-benar tuntas,” Tegas aktivis jalanan ini. Senin, (23/3/2020).

Disimpulkan, ada main mata antara Bank Jatim dan Oknum Dewan, dan Berdasarkan sejumlah hasil kajian, ada banyak indikasi keterlibatan oknum anggota Dewan dalam mega kasus ini, sehingga Gempur dan Pandawa segera melakukan audiensi ke Kejari Pamekasan pada Rabu, 25/3/ mendatang.

Jurnalis : Sid

Editor: Sabairi

WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x
WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14
WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14


News Feed