oleh

SN – KT Berjanji Kalau Terpilih Jadi Bupati Malaka, Rumah Pribadi Tidak Disewakan Pakai Uang Rakyat

Kupang, harianmerdekapost.com –
Calon bupati Malaka, Simon Nahak dan Calon wakil bupati, Louise Lucky Taolin atau akrab disapa Kim Taolin berjanji dihadapan seluruh warga Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka bahwa 9 Desember 2020 apabila paket SN-KT menang maka rumah pribadi mereka akan dijadikan rumah jabatan bupati (Rujab) sementara tanpa dibayar satu sen pun pakai uang rakyat.

Hal ini dikatakan dalam orasi politik Simon Nahak dan Kim Taolin mengingat untuk kabupaten malaka sendiri sampai saat ini belum memiliki rumah jabatan.

“Saya dan Nai Kim Taolin apabila dipercaya rakyat dan menang di Pilkada Malaka 9 Desember 2020 maka kami memiliki rumah pribadi sendiri yang bisa kami tempati tanpa harus menyewa pakai uang rakyat. Sehingga kami tidak dikatai pemimpin yang rakus,” ucap Simon Nahak dalam orasi politiknya.

Selain itu, Warga Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka begitu mengharapkan perubahan. Teriakan ganti bupati mengguncang suasana saat pasangan calon (paslon) Bupati, Dr. Simon Nahak, SH, MH dan calon wakil bupati, Louise Lucky Taolin, S. Sos yang akrab dikenal Kim Taolin dengan tagline Paket SN-KT kampanye di Desa Raimataus dan Desa Naas Kecamatan Malaka Barat, Sabtu (9/10/20).

Di Desa Raimataus, warga meneriakan seruan ganti bupati karena berbagai masalah pembangunan, pelayanan pemerintahan dan sosial kemasyarakatan. Nampaknya terjadi kesenjangan dalam pembangunan dan pemerintahan, sehingga warga “mengamuk” supaya ganti bupati.

Tidak hanya di tenda kampanye, warga juga turun di jalan ketika Paket SN-KT dan rombongan melintasi ruas jalan menuju Desa Naas. Dari rumah ke rumah, warga keluar dan turun di jalan sambil berteriak dan mengacungkan jempol.

Suasana Besikama, pusat Kecamatan Malaka Barat berubah seketika. Meski terik panasnya matahari menyengat, warga tidak atau tak pusing-peduli dan membuat patah semangat. Karena warga ingin ganti bupati supaya ada perubahan untuk mewujudkan kesejahteraan.

Tokoh adat Kecamatan Malaka Barat, Benediktus Bria dalam orasinya saat kampanye di Desa Naas menerikan yel-yel ganti bupati. Teriakan warga menanggpi yel-yel ganti bupati mengguncang suasana. Demikian pun, jurkam-jurkam lain, selalu meneriakan yel-yel ganti bupati selain yel-yel kemenangan Paket SN-KT.

Warga begitu antusias menyambut dua calon pemimpin yang didambakan masyarakat karena berpenampilan sederhana dan merangkul semua lapisan masyarakat. Paket SN-KT didambakan karena pemimpin yang tepat untuk menciptakan perubahan menuju kesejahteraan.

Calon wakil bupati, Kim Taolin dalam orasinya saat kampanye di Desa Raimataus mengatakan kunci keberhasilan dalam membangun sangat membutuhkan partipasi semua elemen masyarakat. Semua pihak harus bekerja sama dn saling mendengar untuk bisa membangun.

“Saya dan bapak Simon hadir untuk mendengar suara bapak-mama semua. Itu baru bisa membangun,” kata Kim Taolin dalam bahasa Tetun.

Calon bupati, Simon Nahak merasa terusik juga dengan teriakan ganti bupati sehingga meminta hadirin agar tenang agar bisa menyampaikan orasinya. Namun, Simon tahu maksud teriakan warga tersebut.

“Saya tahu dan terima kasih atas sambutan warga. Kita semua ingin Malaka berubah. Malaka harus berubah supaya masyarakat bisa sejahtera,” kata Simon ketika diberi kesempatan terakhir untuk menyampaikan orasi saat kampanye di Desa Raimataus. (R-25/NL)

Untitled-1
Untitled-1
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59 (1)
WhatsApp Image 2020-10-13 at 14.18.12
WhatsApp Image 2020-09-30 at 06.08.24
WhatsApp Image 2020-09-28 at 08.08.0

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed