SMPN 2 Lumajang, Berdalih Tidak Cukup Anggaran, Satu Buku Dua Siswa

banner 300250

Harianmerdekapost.com, Lumajang Jawa Timur -Menyikapi ramainya pemberitaan atas keluhan sejumlah wali murid SMPN 2 Lumajang, yang seakan diwajibkan membeli sendiri buku mata pelajaran kurikulum Merdeka, melalui platform ecommerce (via online,red) atau melakukan foto copy atau mencetak (print) sendiri sesuai soft copy yang diberikan pihak sekolah melalui guru kelasnya masing-masing.

Tentu saja, pernyataan tersebut disanggah oleh Kepala SMPN 2 Lumajang, Drs Subroto, yang katanya telah meminta klarifikasi kepada sejumlah dewan guru, dari hasil klarifikasi tersebut membenarkan adanya wali murid yang bertanya tentang pengadaan buku Mapel kurikulum Merdeka.

Foto : Drs. Subroto Kepala Sekolah SMPN 2 Lumajang

“Memang ada wali murid yang bertanya untuk mendapatkan buku tersebut, tapi para guru setelah saya mintai keterangan tidak ada yang meminta wali murid untuk membeli”,Ujarnya.

Baca Juga : Wali Murid Mengeluh ….

Subroto juga menjelaskan bahwa buku itu sudah disediakan oleh pemerintah pusat melalui aplikasi, dan soft copy nya sudah dishare ke group WA sekolah, selain itu dirinya juga menjelaskan harganya lebih murah dalam bentuk buku yang sudah diterbitkan oleh pencetak, dibandingkan dengan melakukan foto copy.

“Buku yang sudah dicetak harganya lebih murah dibandingkan dengan total harga foto copy”, jelasnya.

Namun demikian, sejauh ini Subroto sudah melakukan pemesanan Kurikulum Merdeka 50% dari kebutuhan siswa, karena Subroto beralasan takut Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tidak mencukupi.

“Kita sudah pesan buku 50%, jadi untuk dua anak sudah kita pinjami satu buku, karena kami kawatir di PAK uangnya tidak tercover”,Terangnya.

Dikatakan pula, Subroto menerangkan bahwa Kurikulum Merdeka ini masih baru pengganti dari Kurikulum 13, sehingga untuk pengadaannya harus merubah rencana kerja anggaran (RKA) Sekolah.

sementara untuk anggaran BOS, menurutnya tidak mencukupi untuk pembelian buku kurikulum Merdeka, pasalnya 20% nya sudah diperuntukkan untuk pengembangan Perpustakaan Sekolah.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Drs Agus Salim. MM, menjelaskan bahwa efisiennya untuk siswa satu buku satu anak, sehingga anak didik bisa menyerap pelajaran sekolah secara maksimal.

“Tidak bisa kalau dua siswa diberi satu buku, untuk memaksimalkan pembelajaran anak didik, ya harus satu buku satu anak”,pungkasnya. (fjr)

banner 300250

Komentar

1 komentar

  1. Saya wali murid kelas 1 atas nama java maulana,, saya cuma mau tanya biaya seragam bagi siswa baru.. soalnya wali murid yang jahitkan sendiri

Komentar ditutup.