oleh

Serap Aspirasi dan Gelar Reses Tematik, Ismail Demokrat Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan di Pamekasan

Pamekasan, harianmerdekapost.com – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan dari fraksi Partai Demokrat Pamekasan Ismail, SH.I, M.I.P melaksanakan Serap Aspirasi dan Reses di Desa Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin, (09/11/2020)

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan dari Fraksi Partai Demokrat, Ismail SH.I, M.I.P Bersama Oerwakilan Masyarakat saat Menunjukkan Produk Hasil UMKM Nelayan

Acara yang dilaksanakan di pendopo Balai Desa setempat dari pukul 13:00 tersebut dihadiri oleh Camat Tlanakan Muttaqin, perangkat Desa setempat, Tokoh Masyarakat dan sejumlah nelayan dari Desa Branta Tinggi dan Desa Tlesah, Kecamatan Tlanakan.

Reses yang mengangkat tema “Reses Tematik” ini membahas seputar kesejahteraan kelompok nelayan, selain itu Ismail juga juga melakukan dialog dengan para nelayan seputar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang sudah menghasilkan sejumlah produk hasil olahan kaum nelayan

Tidak hanya itu, Politisi yang getol dengan jargon Istiqomah Mengabdi ini juga membahas tentang normalisasi sungai bagi nelayan yang kini sudah mengalami kedangkalan

Menurut Sudirman salah seorang nelayan mengatakan, dangkalnya sungai juga menjadi bagian penghambat bagi laju perekonomian masyarakat nelayan, pasalnya nelayan harus mengantri berjam-jam ketika perahu yang digunakan hendak menepi untuk kemudian melakukan transaksi

“Sungainya kan dangkal pak, jadi kami harus mengantri kadang sampai ber jam – jam, jadi itu perlu ada pengerukan sungai,” Kata dia

Diketahui, dangkalnya sungai tersebut merupakan persoalan yang sudah bertahun tahun lamanya, Sudirman mengatakan, jika hendak pulang usai melakaukan aktivitas sebagai nelayan, dirinya merasa dirugikan dari banyak hal.

“Ya jelas rugi pak, baik tenaga maupun waktu, penyebabnya ya itu, sungainya sangat dangkal, sehingga untuk ke TPI kami harus ngantri sampai enam jam” Jelasnya

“Ini sebenarnya sudah jadi persoalan lama, tapi alhamdulillah pak Ismail sebagai wakil kami sudah datang memecah kebuntuan ini, kami doakan semoga segera terealisasi dalam waktu dekat,” Harapnya.

Tidak hanya itu, di kesempatan yang sama Nahrawi seorang nelayan lain mengatakan, Produk hasil olahan nelayan membutuhkan bantuan pemerintah, hal ini bertujuan agar produk UMKM semakin produktif dan berkembang, dari itu perekonomian para nelayan bisa naik

“Produk hasil UMKM dari nelayan juga butuh bantuan pak, tidak hanya bantuan dana saja, tapi juga kerjasama pelatihan manajemen dan pemasarannya,” Kata dia

Setelah hampir dua jam Ismail menampung semua keluh dan aspirasi para nelayan, dirinya berkomitmen untuk menindaklanjuti beberapa persoalan yang di alami nelayan selama ini.

Mengingat persoalan laut merupakan wewenang pemerintah provinsi jawa timur maka pemerintah daerah perlu menjembatani persoalan tersebut

“Jadi begini, dai 0 (Nol) sampai dengan 12 (Dua Belas) Mil laut itu menjadi wewenang pemprov jatim, jadi sekarang peran pemerintah kabupaten juga dibutuhkan untuk menjadi jembatan aspirasi nelayan pada pemprov jatim,” Terang Bang Mail sapaan akrabnya

“Di Desa Branta Tinggi setidaknya ada 250 nelayan yang keluhannya sama, berdasarkan itulah saya hadir untuk mendengar secara langsung aspirasi mereka, kemudian saya berkomitmen akan membawa persoalan ini pada Pemprov Jatim untuk kemudian ditindaklanjuti, tetap kami perjuangkan, kemudian kita kawal,” Tandasnya (HMP/ Sid/ Soleh/ Red)

WhatsApp Image 2020-11-27 at 21.23.40
WhatsApp Image 2020-11-24 at 22.31.54
WhatsApp Image 2020-11-19 at 15.25.59
WhatsApp Image 2020-11-08 at 17.20.03

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed