Seorang Oknum Guru SMPN 7 Pamekasan, Di Duga Melakukan Tindak Kekerasan, Kepala Sekolah Sambangi Keluarga Siswa

-Berita-157 Dilihat
banner 300250

PAMEKASAN, harianmerdekapost.com – Dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru yang terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Pamekasan membuat siswa yang diduga sebagai korban kekerasan trauma, Rabu, 26/2/2020

Kejadian itu terjadi pada Selasa, 25/2/2020 saat siswa berinisial DSR lupa membawa seragam sekolah, saat itu DSR melapor pada guru BK untuk mengambil seragamnya dirumah

Namun guru BK tidak memperkenankan DSR untuk pulang mengambil seragam dan memperbolehkan masuk meski tanpa seragam

“Gak usah pulang nak, Gak apa-apa, jika ada guru negor, bilang saja sudah ijin pada saya (guru BK-red)” Kata guru BK.

Berdasarkan keterangan si guru BK, DSR tetap dengan pakaian olah raganya

Mengetahui DSR hanya mengenakan pakaian olah raga seorang oknum guru berinisial ER memanggil DSR Pada suatu ruangan

Di dalam ruangan itulah, ER langsung memukul DSR berkali-kali di bagian kepala dan beberapa tubuh lainnya.

Aksi pemukulan tersebut baru berhenti setelah ada guru yang lain berusaha melerai dan menyetop pemukulan tersebut.

Al hasil, terdapat lebam di bagian pelipis bagian kiri, kini DSR mengalami trauma yang mendalam,

Junaidi (36) yang merupakan orang tua DSR kepada media mengatakan, secara kelembagaan pihaknya memaafkan.

“Secara kelembagaan kami memaafkan pak, dengan syarat guru yang berinisial ER tersebut meminta maaf secara langsung pada kami,” terang Junaidi.

“Ini kepala sekolah SMP 7 sudah menunjukkan itikad baiknya, kami sangat senang atas upaya yang dilakukan kepala sekolah beserta Jajarannya, namun kami tetap meminta kepada guru yang bersangkutan untuk meminta maaf secara langsung, jika tidak, maka jelas kami menempuh jalur hukum,” lanjut Bapak tiga orang anak ini.

Dirinya meminta maaf jika anaknya (DSR) berkelakuan amoral pada guru

“Jika anak saya kurang ajar, atau berkata kotor kami minta maaf, kalau seperti ini kan kasusnya beda mas, ini bukan soal Moral, tapi ini soal seragam dan guru BK sudah memberi keringanan, kok masih di pukulin sampek memar begitu, Keparahan ini, kesalnya.

Sementara itu Kepala sekolah SMP 7 Abd Rahman beserta sejumlah staf dan jajarannya sudah mendatangi keluarga siswa pada Rabu, 26/2/2020

Pihaknya membenarkan kronologis kejadian tersebut

“Ya benar seperti itu mas,” Terangnya

Kedatangannya tidak lain hanya silaturrahmi dan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan

“Kami atas nama keluarga besar SMP 7 mohon maaf kepada pihak keluarga disini, dan marilah permasalahan ini kita selesaikan secara kekeluargaan,” Pintanya

Selanjutnya Abd Rahman menegaskan bahwa dalam waktu dekat pihaknya siap mempertemukan ER dengan pihak keluarga siswa

“Nanti setelah semuanya redam, Kami siap memfasilitasi dan memediasi Antara ER dengan keluarga DSR, sesunguhnya apa yang kami lakukan tidak lain hanya ingin menegakkan kedisiplinan pada siswa, jikapun ada masalah seperti ini tentu akan menjadi evaluasi bagi kami,” Tegas Kepala Sekolah penuh wibawa.

Jurnalis: Sid

Editor: Sabairi

banner 300250