Sederet Surat Samhari, Medarat di Medan Tempur

Pamekasan, harianmerdekapost.com Mohon Ijin Untuk Sekedar Bisa Menyumbang Saran Baik Demi Pamekasan Yang Bermartabat. Salam Komando Buat Jenengan Berdua.

Ada lima prinsip yang diajarkan Sun-Tzu dalam menghadapi peperangan… cukup menarik walaupun ini bacaan jaman baheula.

Pertama, menilai dan memetakan semua kekuatan lawan… tentu saja termasuk kelemahannya.

Kedua, menyatukan pikiran kita sebagai pemimpin dengan anak buah kita sehingga terjadi ke sinergisan dalam berpikir. Ini akan membuat rantai komando berjalan efektif.

Ketiga, mengenali medan pertempuran… maka kita harus memahami karakter, budaya dan kebutuhan masyarakat di semua wilayah agar kampanye efektif dan ketika kita menang akan memiliki data lengkap apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu.

Keempat, efektifitas komando. Pemimpin tidak cukup bermodal berani… tetapi juga harus bijaksana dan  berperikemanusiaan.. krn musuh yang dihancurkan juga akan menjadi bagian dari kita… Karena kita nantinya tidak akan menjadi pemimpin para pendukung kita saja… tapi juga akan menjadi pemimpin bekas pendukung musuh – musuh kita.

Kelima, perlunya aturan… kita butuh tata aturan agar tiap komando faham dan mampu menjalankan tugas dan fungsinya masing – masing.

Rapatkan barisan! Satu komando! Merdeka!✊

Dari Samhari Bagian Kecil Dari Pinggiran Pamekasan.

Dalam Narasi pendek yang diunggah oleh mantan aktivis GMNI pada Kamis (06/08) Tersebut menguraikan sebuah gagasan untuk kemajuan Pamekasan

Tulisan tersebut menjadi bahan acuan dalam regulasi kepemerintahan di semua sektor, baik pembangunan, pendidikan, ekonomi, dan politik dalam menjaga dan mempertahankan kondusifitas Kamtibmas di Pamekasan.

Sejumlah pengamat pembangunan di Pamekasan menilai, seharusnya, pesan pendek dan gagasan tersebut lahir dari pemikiran Bupati sebagai pemimpin nomor satu di Pamekasan

Bahkan, dalam situasi Pamekasan yang beberapa bulan terakhir ini sering di gaduh kan dengan sejumlah persoalan yang tidak kunjung usai, tulisan tersebut lahir sebagai bahan pikir

Tidak hanya itu, dalam tulisan yang berisi lima pokok gagasan tersebut menjadi atensi sendiri bagi pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam membangun dan menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Ditemui dikediamannya di Perum Royal Basar Pamekasan, Samhari yang getol tampil dengan tulisan produktif itu berharap, Pemerintah saat ini lebih memahami situasi dan kondisi serta perihal yang dibutuhkan masyarakat Pamekasan secara luas

“Artinya, Kepala pemerintahan bersama seluruh stake holder harus berjalan seirama dalam rangka membangun pamekasan yang benar- benar hebat,” Ujarnya, Jum’at, (07/08/2020).

Menurut Alumnus tahun 1999 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) Universitas Muhammadiyah Malang ini, Kepala pemerintahan di Kota gerbang salam dituntut menjadi jam bandul yang berimbang sebagai petunjuk angka waktu yang tepat dan amanah

“Pemimpin itu idak boleh egois, siapapun itu, entah kepala dinas, entah itu bupati bahkan dalam rumah tangga pun demikian, jadi jangan egois, tempatkan semuanya sesuai posisi dan porsinya,” Imbuhnya.

Kongklusinya, dari sederet narasi tersebut bisa menjadi semacam spirit dan gagasan bagi siapapun yang merasa memiliki Pamekasan, terlebih bagi manajemen kepemimpinan seluruh pimpinan yang ada di Pamekasan, Baik pemerintah daerah, Legislatif, Ekskutif maupun Yudikatif.

“Sebagai sumbangan gagasan bagi manajemen kepemimpinan di Pamekasan,” Pungkas Kang Sam sapaan akrabnya

Jurnalis : Sid