Satu jalan Guna Memutus Mata Rantai Corona Covid- 19 di Wilayah Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan

banner 300250

Lamongan, harianmerdekapost.com – Dimulai hari kemarin jum’at seluruh kegiatan masyarakat se Kabupaten Lamongan, dibatasi semua jalan poros maupun gang ditutup dirubah menjadi one gate system. Sabtu 04/04/2020.

Hampir semua Desa melaksanakan maklumat Bupati yang ditanda tangani ormas dan jajaran Forkompinda, pada tanggal 01/04/2020, semua itu di jalankan karena inpres No.4 Tahun 2020. Tentang Refocusing Kegiatan Realokasi Anggaran Serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 ( covid-19 ).

banner 300250

Oleh karena hal tersebut diatas maka Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah, diminta untuk segera merevisi anggaran dan mengajukan pada Menteri Keuangan ( Menkeu ).

Sementara itu Pemerintah Desa’ segera menyesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini mengundang rapat dengan BPD dan lembaga Desa Juag ormas yang ada dalam menangani secara fokus bersama bidan Desa sesuai petunjuk Kepala Dinas Kesehatan ( Kadinkes ).

Dalam penggunaan anggaran semua Kepala Desa bisa menggunakan Bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang Berupa Dana Alokasi Desa yang sudah turun untuk termin pertama sebesar 40 %.

“Pada saat wartawan harian merdeka post. Com, datang kesebuah Desa dan mewawancarai langsung pada Suyono Kepala Desa Sumbersari Kecamatan Sambeng, mengatakan tidak bisa memprediksi sampai kapan berakhir nya situasi ini sangat melelehakan Pemerintah Desa, kalau masalah anggaran siap orang yang jaga pintu masuk dan menyemprotkan obat cair disinfektan pada semua orang yang mau masuk pemukiman warga itu pun harus di gaji”, tandasnya.

Dari hasil pengamatan di lapangan oleh wartawan harian merdeka post, terkait dengan Maklumat Bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan, masih belum berjalan sesuai dengan point- point nya, karena masih ada masyarakat yang berkerumun dan tidak jaga jarak dan masih dilaksakan sholat Jum’at di Masjid,  untuk warung kopi wifi juga masih ada yang buka dan ada yang tutup.

Begitu hal nya kegiatan keagamaan di Desa hajatan dilarang, dan jamaah yasinan dan tahlil sudah diberhentikan sementara, sampai ada pengumuman resmi dan regulasi dari Pemerintah Daerah. ( Jurnalis abq n team ).