oleh

Rekam Jejak Sosok Teuku Eddy Faisal Rusydi Putra Asal Aceh, Pendiri Lembaga “Kemanusiaan Eddie Foundation”.

Jakarta.DKI,harianmerdekapost.com: Menyimak sosok figur yang tenang dan berwibawa yang berkharisma serta sosial kemanusian dia adalah pria asal Kecamatan Kutablang, Bireuen Aceh. yaitu Dr (Cn). Teuku Eddy Faisal Rusydi, SHI., M.Sc., CM., CTT. (K).

Beliau selama ini selaku pendiri Lembaga Kemanusiaan “Eddy Foundation”, telah berkiprah rintisan karir perjuangan hidupnya dari diberbagai organisasi masyarakat(Ormas), partai politik, organisasi bantuan hukum ditingkat nasional serta saat ini cukup dikenal luas oleh publik khususnya Aceh dengan sebutan Pak “Eddi Foundation”

Pria kelahiran Bireuen 25 Juni 1982 tersebut berprofesi sebagai Advokat, Konsultan Hak Kekayaan Intelektual, pengacara Pajak dan Mediator, untuk dapat membantu masyarakat kecil sejak beberapa bulan terakhir disaat Dunia dan Negeri ini diterpa badai Pandemi Covid-19 dengan hatinya terus tergerak untuk mendirikan lembaga kemanusiaan dalam membantu masyarakat lemah yang membutuhkan bantuan dan kepedulian pihak yang dermawan.

Sebagaimana diketahui, beliau juga aktif di Bidang Kemanusiaan yang setiap hari mengunjungi masyarakat kelas masyarakat lemah kelas bawah dengan nama Teuku Eddy semakin dikenal publik di tanah air, meskipun bukan itu tujuannya namun hal tersebut tidak dapat dipisahkan karena kondisi masyarakat sejak dilanda Covid-19 sangat membutuhkan uluran tangan dari Pemerintah, pengusaha dan pegiat sosial kemanusiaan.

Melihat kondisi perekonomian masyarakat saat ini sehingga menggerakkan langkahnya dengan mendirikan lembaga kemanusiaan, merekrut sejumlah relawan dan terjun lansung di tengah-tengah masyarakat yang sedang menghadapi berbagai masalah kesusahan,penderitaan dan musibah serta anak-anak yang membutuhkan penanganan kesehatan.

Meskipun baru seumur jagung Sepak terjang Lembaga Kemanusiaan “Eddie Foundation”, patut di apresiasi khususnya di Propinsi Aceh, pasalnya selama pandemi Covid-19 menimpa negeri ini sudah sudah cukup banyak membantu masyarakat miskin dan penyaluran Alat Pelindung Diri (APD), seperti masker kepada beberapa Rumah Sakit Umum di Aceh, Teuku Eddy juga melalui Eddy Foundation selalu aktif membantu Pemerintah dalam memutus mata rantai penanganan Covid-19 dengan menyalurkan Ribuan baju Hazmat, di Rumah Sakit Aceh.

Lulusan Master Bidang Perdamaian dan Resolusi Konflik, Universitas Gajah Mada Yogyakarta Dan Kandidat Doktor Bidang Hukum pada Universitas Krisna Dwipayana Jakarta ini bukan orang baru di Bidang kemanusiaan, Teuku Eddy mulai aktif terjung langsung dengan terus menerus membawa visi dan misi kemanusiaan sejak tahun 2004 pasca Aceh terjadi musibah musibah Gempa Bumi/ Tsunami melalui berbagai kegiatan dan aktifitas sosial dan kemanusiannya.

Teuku Eddy akan bertekad kedepannya mewujudkan cita cita visi kemanusiaan akan dilakukan secara kontinyue dalam menyahuti panggilan solidaritas jiwa jiwa kemanusian, sebagai langkah upaya mengusap beban air mata para masyarakat Aceh yang mengalami penderitaan, untuk meringankan beban masyarakat dalam memberikan pencerahan serta akan membantu bagi siapapun yang membutuhkan,tanpa kecuali, khususnya di Aceh tanah kelahirannya Bireuen.

“Membantu orang lemah dan memerlukan kerja keras yang ikhlas dengan membentuk membentuk sejumlah tim relawan kemanusian itulah inisiatif dan cita cita hidup saya bisa saling bermanfaat dan membantu antara sesama kita. Apalagi sebaik-baik manusia adalah manusia yang dapat berguna dan bermanfaat untuk manusia lainnya, apalagi orang yang membutuhkan, tentunya berkat doa oleh mereka saudara kita dan dukungan teman-teman media, tim Relawan Eddy Foundation ditambah dengan dukungan semua pihak,” kata Teuku Eddy sebagaimana pernah dilansir terlebih dahulu oleh media www.Lintas Nasional , Rabu (11- November/2020), Jakarta.

Namun terakhir banyak masyarakat satu bulan ini bertanya-tanya, pasalnya Gerakan Sosial dan Kemanusian yang dirintis saudara Eddie Foundation beberapa waktu yang lalu sempat redup, sehingga banyak kalangan masyarakat yang merindukan kehadiran sang Direktur Utama lembaga kemanusian Eddy Foudation hilang dipermukaan publik.

Kutipan ini diambil dari media www.lintasnasional.com, beliau menceritakan bahwa selama sebulan terakhir Teuku Eddy sering ditimpa penyakit Thypus, setelah sempat menjalani perawatan medis dengan dokter di Rumah Sakit Aceh, disarakan agar dirinya untuk beristirahat selama sebulan penuh tanpa harus melakukan berbagai aktifitas.

Namun beberapa hari setelah mengalami Thypus, Teuku Eddy meskipun mengabaikan untuk mengikuti anjuran Dokter, tapi tetap terus mencoba memaksakan diri agar tetap bisa turun kelapangan ketengah masyarakat Aceh di beberapa lokasi dan daerah untuk menemui masyarakat, kemudian kondisinya kembali drop dan kembali harus dirawat inab di Rumah Sakit.

“Syukur Alhamdulillah saat ini kondisi kesehatan saya sudah fit kembali dengan hasil konsultasi tim medis dokter, setelah sekian lama mengurungkan misi kemanusian tanpa beraktifitas dalam menyelesaikan beberapa tugas penting di Jakarta yang telah lama ia tinggalkan. Lembaga Kemanusian Eddie Foundation bersama tim relawannya akan terus kembali bergerilya dan kembali bertemu masyarakat dipelosok pendalaman perdesaan disetiap Kabupaten/Kota di Aceh,” ungkap Teuku Eddy Foundation secara optimis

Saat ini Teuku Eddy juga aktif menyalurkan berbagai bantuan sosial baik lampu PJUTS ke seluruh pelosok negeri, hingga ke Dayah khususnya di Aceh dan Pesantren Seluruh Indonesia, melalui program Indonesia Terang yang digagas oleh Pengusaha asal Bireuen Hj Rizayati,pemilik PT Imza Rizky Jaya

Latar belakang Perjalanan Karir Sederet Prestasi Teuku Eddy Faisal Rusdi:

Lahir di Tingkeum Manyang, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, tanggal lahir 25 Juni 1982. Lalu Teuku Eddy, saat kecil pernah menempuh Pendidikan di MIN Kutablang, MTsN Bustanul Ulum Langsa, SMU Negeri 1 Lhokseumawe, kemudian S-1 di Fakultas Syariah perbandingan Mazhab dan Hukum IAIN Ar Raniry Banda Aceh.

Setelah itu yang sering disebut “Bang Eddy Faundation”, lalu mengambil sikap Hijrah ke Ibukota Jakarta. Seterusnya Teuku Eddy melanjutkan pendidikan formalnya ke S2 jurusan Magister Perdamain dan Resolusi Kinflik Universitas Gajah Madja Yogyakarta, kemudian melanjutkan kejenjang S3, bidang Doktor Konsentrasi Hukum HAKI di Universitas Krisna Dwipana Jakarta.

Selain itu pendidikan formal Teuku Edyy juga pernah mengenyam Pendidikan Non Formal di English Maritim Cours, Kota Lhokseumawe dan LBA Interlingua Yogyakarta.

Sementara untuk bidang Profesi lainya Teuku Eddy Foundation pernah juga mengikuti program pendidikan khusus Advokat, di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga serta Pendidikan Konsultan Hak Kekayaan Intelektual di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung, Mediator di Pusat Mediasi Nasional (PMN) Jakarta, Brevet A dan B Pajak Fakultas Ekonomi TRIEBI Universitas Trisakti.

Walaupum umurnya masih terglong terlalu sangat muda namun Teuku Eddy, telah menghasilkan sejumlah karya tulis yang selama ini sudah dijadikan referensi oleh para Mahasiswa dan Akademisi, TNI/Polri serta masyarakat pada umumnya lainya.

Sedangkan Buku yang pernah ia karyakan dan diterbitkan, yaitu terdiri sebagai berikut:

1)”Pengesahan Kawin Kontrak”, penerbit Pilar Media, Yogyakarta Tahun 2007.

2).”Psikologi Kebahagiaan”, penerbit Progresig Books, Yogyakarta Tahun 2007.

3).”Kala Cinta Mengguncang Arasy Ilahy”, penerbit Quill Books, Yogyakarta Tahun 2008.

4)”Polisi Ideal, Sebuah Harapan”, penerbit Gerbang Pustaka, Yogyakarta Tahun 2010.

5)”Menyemai Cinta Dalam Keluarga”, Penerbit Gerbang Pustaka, Yogyakarta Tahun 2010.

6).”Runtuhnya Hegemoni Amerika”, Penerbit Gerbang Pustaka, Yogyakarta Tahun 2010.

7).”Bunga Rampai Demokrasi”, Penerbit Gerbang Pustaka, Yogyakarta Tahun 2010

8).”Pemikiran Politik Prabowo Subianto”.
Serta sejumlah Buku karya lainnya yang saat ini sudah beredar di sejumlah Pustaka, pasar Toko Buku dan ditengah-tengah masyarakat.

Meskipun ditengah kesibukannya yang padat aktivitasnya, selain itu sosok figur “Eddy Foundation”, begitu aktif menulis sejumlah Buku serta beliau juga aktif menulis di berbagai media massa nasional diantaranya:

“Militerisme Sipil Dan Demokrasi”

“Perempuan Dan Kekerasan Domestik”

“Indepedensi Polri Dan Hambatan”

“ABRI Dari Masa Ke Masa”

“Polri dan Kombatan Menuju Civilian”

“Mendambakan Polisi Sipil Yang Kuat”

Serta sejumlah artikel lainnya dengan berbagai judul yang pernah dimuat di sejumlah media massa Lokal dan Nasional.

Selanjutnya Teuku Eddy, pernah juga aktif di berbagai Organisasi Siswa Sekolah, baik di internal OSIS dan organisasi eksternal saat masih duduk diberbagai sekolah sebagai pelajar aktif minat bakatnya dan hingga Sekarang

Pernah menjabat Presidium Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia, Lhokseumawe pada Tahun 1999

Ketua Umum Smoensa Islamic Center tahun 1999

Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh Utara tahun 1998

Sekretaris DPW Masyumi Propinsi Aceh Tahun 2003-2008

Sekretaris DPW PPNI Propinsi Aceh Tahun 2003-2008

Ketua Umum DPW Persatuan Umat Islam Propinsi Aceh Tahun 2009 – 2014

Sekretaris LBH Dharma Nusantara Propinsi Aceh Tahun 2005

Ketua Umum Partai Pemersatu Muslimin Aceh 2007-2012

Ketua Umum DPP Peace Institut Tahun 2011

Pengurus Wilayah DPP APSI Yogyakarta Tahun 2014.

Peneliti dan Penulis Rastra Swakottama Mabes Polri

Pengurus Pusat DPP Asosiasi Monsultan HKI Indonesia, periode 2012-2017

Pengurus DPP Pusat Mediasi Nasional masa periode tahun 2014-2019

Direktur Eddie dan Global Patrners Consulting PLT Malaysia, Tahun 2016

Ketua Umum Yayasan Eddie Untuk Negeri Tahun 2016

Direktur Cv. Eddie Organizer

Ketua Umum DPW Asosiasi penagacara Syariah Indonesia Wilayah Aceh untuk masa periode tahun 2018-2023

Direktur Lembaga Eddy Foundation 2020-sekarang

Hingga Sekarang Pak Eddy sudah diberikan kepercayaan dengan menjabat sebagai Komisaris Utama, PT Imza Rizky Jaya Group. (Sumber: Rekam Jejak Sosok Teuku Eddy Faisal Rusydi Putra Asal Aceh, Pendiri Lembaga “Kemanusiaan Eddie Foundation”.

Jakarta harianmerdekapost.com: Menyimak sosok figur yang tenang dan berwibawa yang berkharisma serta sosial kemanusian dia adalah pria asal Kecamatan Kutablang, Bireuen Aceh. yaitu Dr (Cn). Teuku Eddy Faisal Rusydi, SHI., M.Sc., CM., CTT. (K).

Beliau selama ini selaku pendiri Lembaga Kemanusiaan “Eddy Foundation”, telah berkiprah rintisan karir perjuangan hidupnya dari diberbagai organisasi masyarakat(Ormas), partai politik, organisasi bantuan hukum ditingkat nasional serta saat ini cukup dikenal luas oleh publik khususnya Aceh dengan sebutan Pak “Eddi Foundation”

Pria kelahiran Bireuen 25 Juni 1982 tersebut berprofesi sebagai Advokat, Konsultan Hak Kekayaan Intelektual, pengacara Pajak dan Mediator, untuk dapat membantu masyarakat kecil sejak beberapa bulan terakhir disaat Dunia dan Negeri ini diterpa badai Pandemi Covid-19 dengan hatinya terus tergerak untuk mendirikan lembaga kemanusiaan dalam membantu masyarakat lemah yang membutuhkan bantuan dan kepedulian pihak yang dermawan.

Sebagaimana diketahui, beliau juga aktif di Bidang Kemanusiaan yang setiap hari mengunjungi masyarakat kelas masyarakat lemah kelas bawah dengan nama Teuku Eddy semakin dikenal publik di tanah air, meskipun bukan itu tujuannya namun hal tersebut tidak dapat dipisahkan karena kondisi masyarakat sejak dilanda Covid-19 sangat membutuhkan uluran tangan dari Pemerintah, pengusaha dan pegiat sosial kemanusiaan.

Melihat kondisi perekonomian masyarakat saat ini sehingga menggerakkan langkahnya dengan mendirikan lembaga kemanusiaan, merekrut sejumlah relawan dan terjun lansung di tengah-tengah masyarakat yang sedang menghadapi berbagai masalah kesusahan,penderitaan dan musibah serta anak-anak yang membutuhkan penanganan kesehatan.

Meskipun baru seumur jagung Sepak terjang Lembaga Kemanusiaan “Eddie Foundation”, patut di apresiasi khususnya di Propinsi Aceh, pasalnya selama pandemi Covid-19 menimpa negeri ini sudah sudah cukup banyak membantu masyarakat miskin dan penyaluran Alat Pelindung Diri (APD), seperti masker kepada beberapa Rumah Sakit Umum di Aceh, Teuku Eddy juga melalui Eddy Foundation selalu aktif membantu Pemerintah dalam memutus mata rantai penanganan Covid-19 dengan menyalurkan Ribuan baju Hazmat, di Rumah Sakit Aceh.

Lulusan Master Bidang Perdamaian dan Resolusi Konflik, Universitas Gajah Mada Yogyakarta Dan Kandidat Doktor Bidang Hukum pada Universitas Krisna Dwipayana Jakarta ini bukan orang baru di Bidang kemanusiaan, Teuku Eddy mulai aktif terjung langsung dengan terus menerus membawa visi dan misi kemanusiaan sejak tahun 2004 pasca Aceh terjadi musibah musibah Gempa Bumi/ Tsunami melalui berbagai kegiatan dan aktifitas sosial dan kemanusiannya.

Teuku Eddy akan bertekad kedepannya mewujudkan cita cita visi kemanusiaan akan dilakukan secara kontinyue dalam menyahuti panggilan solidaritas jiwa jiwa kemanusian, sebagai langkah upaya mengusap beban air mata para masyarakat Aceh yang mengalami penderitaan, untuk meringankan beban masyarakat dalam memberikan pencerahan serta akan membantu bagi siapapun yang membutuhkan,tanpa kecuali, khususnya di Aceh tanah kelahirannya Bireuen.

“Membantu orang lemah dan memerlukan kerja keras yang ikhlas dengan membentuk membentuk sejumlah tim relawan kemanusian itulah inisiatif dan cita cita hidup saya bisa saling bermanfaat dan membantu antara sesama kita. Apalagi sebaik-baik manusia adalah manusia yang dapat berguna dan bermanfaat untuk manusia lainnya, apalagi orang yang membutuhkan, tentunya berkat doa oleh mereka saudara kita dan dukungan teman-teman media, tim Relawan Eddy Foundation ditambah dengan dukungan semua pihak,” kata Teuku Eddy sebagaimana pernah dilansir terlebih dahulu oleh media www.Lintas Nasional , Rabu (11- November/2020), Jakarta.

Namun terakhir banyak masyarakat satu bulan ini bertanya-tanya, pasalnya Gerakan Sosial dan Kemanusian yang dirintis saudara Eddie Foundation beberapa waktu yang lalu sempat redup, sehingga banyak kalangan masyarakat yang merindukan kehadiran sang Direktur Utama lembaga kemanusian Eddy Foudation hilang dipermukaan publik.

Kutipan ini diambil dari media www.lintasnasional.com, beliau menceritakan bahwa selama sebulan terakhir Teuku Eddy sering ditimpa penyakit Thypus, setelah sempat menjalani perawatan medis dengan dokter di Rumah Sakit Aceh, disarakan agar dirinya untuk beristirahat selama sebulan penuh tanpa harus melakukan berbagai aktifitas.

Namun beberapa hari setelah mengalami Thypus, Teuku Eddy meskipun mengabaikan untuk mengikuti anjuran Dokter, tapi tetap terus mencoba memaksakan diri agar tetap bisa turun kelapangan ketengah masyarakat Aceh di beberapa lokasi dan daerah untuk menemui masyarakat, kemudian kondisinya kembali drop dan kembali harus dirawat inab di Rumah Sakit.

“Syukur Alhamdulillah saat ini kondisi kesehatan saya sudah fit kembali dengan hasil konsultasi tim medis dokter, setelah sekian lama mengurungkan misi kemanusian tanpa beraktifitas dalam menyelesaikan beberapa tugas penting di Jakarta yang telah lama ia tinggalkan. Lembaga Kemanusian Eddie Foundation bersama tim relawannya akan terus kembali bergerilya dan kembali bertemu masyarakat dipelosok pendalaman perdesaan disetiap Kabupaten/Kota di Aceh,” ungkap Teuku Eddy Foundation secara optimis

Saat ini Teuku Eddy juga aktif menyalurkan berbagai bantuan sosial baik lampu PJUTS ke seluruh pelosok negeri, hingga ke Dayah khususnya di Aceh dan Pesantren Seluruh Indonesia, melalui program Indonesia Terang yang digagas oleh Pengusaha asal Bireuen Hj Rizayati,pemilik PT Imza Rizky Jaya

Latar belakang Perjalanan Karir Sederet Prestasi Teuku Eddy Faisal Rusdi:

Lahir di Tingkeum Manyang, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, tanggal lahir 25 Juni 1982. Lalu Teuku Eddy, saat kecil pernah menempuh Pendidikan di MIN Kutablang, MTsN Bustanul Ulum Langsa, SMU Negeri 1 Lhokseumawe, kemudian S-1 di Fakultas Syariah perbandingan Mazhab dan Hukum IAIN Ar Raniry Banda Aceh.

Setelah itu yang sering disebut “Bang Eddy Faundation”, lalu mengambil sikap Hijrah ke Ibukota Jakarta. Seterusnya Teuku Eddy melanjutkan pendidikan formalnya ke S2 jurusan Magister Perdamain dan Resolusi Kinflik Universitas Gajah Madja Yogyakarta, kemudian melanjutkan kejenjang S3, bidang Doktor Konsentrasi Hukum HAKI di Universitas Krisna Dwipana Jakarta.

Selain itu pendidikan formal Teuku Edyy juga pernah mengenyam Pendidikan Non Formal di English Maritim Cours, Kota Lhokseumawe dan LBA Interlingua Yogyakarta.

Sementara untuk bidang Profesi lainya Teuku Eddy Foundation pernah juga mengikuti program pendidikan khusus Advokat, di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga serta Pendidikan Konsultan Hak Kekayaan Intelektual di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung, Mediator di Pusat Mediasi Nasional (PMN) Jakarta, Brevet A dan B Pajak Fakultas Ekonomi TRIEBI Universitas Trisakti.

Walaupum umurnya masih terglong terlalu sangat muda namun Teuku Eddy, telah menghasilkan sejumlah karya tulis yang selama ini sudah dijadikan referensi oleh para Mahasiswa dan Akademisi, TNI/Polri serta masyarakat pada umumnya lainya.

Sedangkan Buku yang pernah ia karyakan dan diterbitkan, yaitu terdiri sebagai berikut:

1)”Pengesahan Kawin Kontrak”, penerbit Pilar Media, Yogyakarta Tahun 2007.

2).”Psikologi Kebahagiaan”, penerbit Progresig Books, Yogyakarta Tahun 2007.

3).”Kala Cinta Mengguncang Arasy Ilahy”, penerbit Quill Books, Yogyakarta Tahun 2008.

4)”Polisi Ideal, Sebuah Harapan”, penerbit Gerbang Pustaka, Yogyakarta Tahun 2010.

5)”Menyemai Cinta Dalam Keluarga”, Penerbit Gerbang Pustaka, Yogyakarta Tahun 2010.

6).”Runtuhnya Hegemoni Amerika”, Penerbit Gerbang Pustaka, Yogyakarta Tahun 2010.

7).”Bunga Rampai Demokrasi”, Penerbit Gerbang Pustaka, Yogyakarta Tahun 2010

8).”Pemikiran Politik Prabowo Subianto”.
Serta sejumlah Buku karya lainnya yang saat ini sudah beredar di sejumlah Pustaka, pasar Toko Buku dan ditengah-tengah masyarakat.

Meskipun ditengah kesibukannya yang padat aktivitasnya, selain itu sosok figur “Eddy Foundation”, begitu aktif menulis sejumlah Buku serta beliau juga aktif menulis di berbagai media massa nasional diantaranya:

“Militerisme Sipil Dan Demokrasi”

“Perempuan Dan Kekerasan Domestik”

“Indepedensi Polri Dan Hambatan”

“ABRI Dari Masa Ke Masa”

“Polri dan Kombatan Menuju Civilian”

“Mendambakan Polisi Sipil Yang Kuat”

Serta sejumlah artikel lainnya dengan berbagai judul yang pernah dimuat di sejumlah media massa Lokal dan Nasional.

Selanjutnya Teuku Eddy, pernah juga aktif di berbagai Organisasi Siswa Sekolah, baik di internal OSIS dan organisasi eksternal saat masih duduk diberbagai sekolah sebagai pelajar aktif minat bakatnya dan hingga Sekarang

Pernah menjabat Presidium Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia, Lhokseumawe pada Tahun 1999

Ketua Umum Smoensa Islamic Center tahun 1999

Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh Utara tahun 1998

Sekretaris DPW Masyumi Propinsi Aceh Tahun 2003-2008

Sekretaris DPW PPNI Propinsi Aceh Tahun 2003-2008

Ketua Umum DPW Persatuan Umat Islam Propinsi Aceh Tahun 2009 – 2014

Sekretaris LBH Dharma Nusantara Propinsi Aceh Tahun 2005

Ketua Umum Partai Pemersatu Muslimin Aceh 2007-2012

Ketua Umum DPP Peace Institut Tahun 2011

Pengurus Wilayah DPP APSI Yogyakarta Tahun 2014.

Peneliti dan Penulis Rastra Swakottama Mabes Polri

Pengurus Pusat DPP Asosiasi Monsultan HKI Indonesia, periode 2012-2017

Pengurus DPP Pusat Mediasi Nasional masa periode tahun 2014-2019

Direktur Eddie dan Global Patrners Consulting PLT Malaysia, Tahun 2016

Ketua Umum Yayasan Eddie Untuk Negeri Tahun 2016

Direktur Cv. Eddie Organizer

Ketua Umum DPW Asosiasi penagacara Syariah Indonesia Wilayah Aceh untuk masa periode tahun 2018-2023

Direktur Lembaga Eddy Foundation 2020-sekarang

Hingga Sekarang Pak Eddy sudah diberikan kepercayaan dengan menjabat sebagai Komisaris Utama, PT Imza Rizky Jaya Group. (Di lansir dari Rekam Jejak Sosok Teuku Eddy Faisal Rusydi Putra Asal Aceh, Pendiri Lembaga “Kemanusiaan Eddie Foundation”.

Jakarta harianmerdekapost.com: Menyimak sosok figur yang tenang dan berwibawa yang berkharisma serta sosial kemanusian dia adalah pria asal Kecamatan Kutablang, Bireuen Aceh. yaitu Dr (Cn). Teuku Eddy Faisal Rusydi, SHI., M.Sc., CM., CTT. (K).

Beliau selama ini selaku pendiri Lembaga Kemanusiaan “Eddy Foundation”, telah berkiprah rintisan karir perjuangan hidupnya dari diberbagai organisasi masyarakat(Ormas), partai politik, organisasi bantuan hukum ditingkat nasional serta saat ini cukup dikenal luas oleh publik khususnya Aceh dengan sebutan Pak “Eddi Foundation”

Pria kelahiran Bireuen 25 Juni 1982 tersebut berprofesi sebagai Advokat, Konsultan Hak Kekayaan Intelektual, pengacara Pajak dan Mediator, untuk dapat membantu masyarakat kecil sejak beberapa bulan terakhir disaat Dunia dan Negeri ini diterpa badai Pandemi Covid-19 dengan hatinya terus tergerak untuk mendirikan lembaga kemanusiaan dalam membantu masyarakat lemah yang membutuhkan bantuan dan kepedulian pihak yang dermawan.

Sebagaimana diketahui, beliau juga aktif di Bidang Kemanusiaan yang setiap hari mengunjungi masyarakat kelas masyarakat lemah kelas bawah dengan nama Teuku Eddy semakin dikenal publik di tanah air, meskipun bukan itu tujuannya namun hal tersebut tidak dapat dipisahkan karena kondisi masyarakat sejak dilanda Covid-19 sangat membutuhkan uluran tangan dari Pemerintah, pengusaha dan pegiat sosial kemanusiaan.

Melihat kondisi perekonomian masyarakat saat ini sehingga menggerakkan langkahnya dengan mendirikan lembaga kemanusiaan, merekrut sejumlah relawan dan terjun lansung di tengah-tengah masyarakat yang sedang menghadapi berbagai masalah kesusahan,penderitaan dan musibah serta anak-anak yang membutuhkan penanganan kesehatan.

Meskipun baru seumur jagung Sepak terjang Lembaga Kemanusiaan “Eddie Foundation”, patut di apresiasi khususnya di Propinsi Aceh, pasalnya selama pandemi Covid-19 menimpa negeri ini sudah sudah cukup banyak membantu masyarakat miskin dan penyaluran Alat Pelindung Diri (APD), seperti masker kepada beberapa Rumah Sakit Umum di Aceh, Teuku Eddy juga melalui Eddy Foundation selalu aktif membantu Pemerintah dalam memutus mata rantai penanganan Covid-19 dengan menyalurkan Ribuan baju Hazmat, di Rumah Sakit Aceh.

Lulusan Master Bidang Perdamaian dan Resolusi Konflik, Universitas Gajah Mada Yogyakarta Dan Kandidat Doktor Bidang Hukum pada Universitas Krisna Dwipayana Jakarta ini bukan orang baru di Bidang kemanusiaan, Teuku Eddy mulai aktif terjung langsung dengan terus menerus membawa visi dan misi kemanusiaan sejak tahun 2004 pasca Aceh terjadi musibah musibah Gempa Bumi/ Tsunami melalui berbagai kegiatan dan aktifitas sosial dan kemanusiannya.

Teuku Eddy akan bertekad kedepannya mewujudkan cita cita visi kemanusiaan akan dilakukan secara kontinyue dalam menyahuti panggilan solidaritas jiwa jiwa kemanusian, sebagai langkah upaya mengusap beban air mata para masyarakat Aceh yang mengalami penderitaan, untuk meringankan beban masyarakat dalam memberikan pencerahan serta akan membantu bagi siapapun yang membutuhkan,tanpa kecuali, khususnya di Aceh tanah kelahirannya Bireuen.

“Membantu orang lemah dan memerlukan kerja keras yang ikhlas dengan membentuk membentuk sejumlah tim relawan kemanusian itulah inisiatif dan cita cita hidup saya bisa saling bermanfaat dan membantu antara sesama kita. Apalagi sebaik-baik manusia adalah manusia yang dapat berguna dan bermanfaat untuk manusia lainnya, apalagi orang yang membutuhkan, tentunya berkat doa oleh mereka saudara kita dan dukungan teman-teman media, tim Relawan Eddy Foundation ditambah dengan dukungan semua pihak,” kata Teuku Eddy sebagaimana pernah dilansir terlebih dahulu oleh media www.Lintas Nasional , Rabu (11- November/2020), Jakarta.

Namun terakhir banyak masyarakat satu bulan ini bertanya-tanya, pasalnya Gerakan Sosial dan Kemanusian yang dirintis saudara Eddie Foundation beberapa waktu yang lalu sempat redup, sehingga banyak kalangan masyarakat yang merindukan kehadiran sang Direktur Utama lembaga kemanusian Eddy Foudation hilang dipermukaan publik.

Kutipan ini diambil dari media www.lintasnasional.com, beliau menceritakan bahwa selama sebulan terakhir Teuku Eddy sering ditimpa penyakit Thypus, setelah sempat menjalani perawatan medis dengan dokter di Rumah Sakit Aceh, disarakan agar dirinya untuk beristirahat selama sebulan penuh tanpa harus melakukan berbagai aktifitas.

Namun beberapa hari setelah mengalami Thypus, Teuku Eddy meskipun mengabaikan untuk mengikuti anjuran Dokter, tapi tetap terus mencoba memaksakan diri agar tetap bisa turun kelapangan ketengah masyarakat Aceh di beberapa lokasi dan daerah untuk menemui masyarakat, kemudian kondisinya kembali drop dan kembali harus dirawat inab di Rumah Sakit.

“Syukur Alhamdulillah saat ini kondisi kesehatan saya sudah fit kembali dengan hasil konsultasi tim medis dokter, setelah sekian lama mengurungkan misi kemanusian tanpa beraktifitas dalam menyelesaikan beberapa tugas penting di Jakarta yang telah lama ia tinggalkan. Lembaga Kemanusian Eddie Foundation bersama tim relawannya akan terus kembali bergerilya dan kembali bertemu masyarakat dipelosok pendalaman perdesaan disetiap Kabupaten/Kota di Aceh,” ungkap Teuku Eddy Foundation secara optimis

Saat ini Teuku Eddy juga aktif menyalurkan berbagai bantuan sosial baik lampu PJUTS ke seluruh pelosok negeri, hingga ke Dayah khususnya di Aceh dan Pesantren Seluruh Indonesia, melalui program Indonesia Terang yang digagas oleh Pengusaha asal Bireuen Hj Rizayati,pemilik PT Imza Rizky Jaya

Latar belakang Perjalanan Karir Sederet Prestasi Teuku Eddy Faisal Rusdi:

Lahir di Tingkeum Manyang, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, tanggal lahir 25 Juni 1982. Lalu Teuku Eddy, saat kecil pernah menempuh Pendidikan di MIN Kutablang, MTsN Bustanul Ulum Langsa, SMU Negeri 1 Lhokseumawe, kemudian S-1 di Fakultas Syariah perbandingan Mazhab dan Hukum IAIN Ar Raniry Banda Aceh.

Setelah itu yang sering disebut “Bang Eddy Faundation”, lalu mengambil sikap Hijrah ke Ibukota Jakarta. Seterusnya Teuku Eddy melanjutkan pendidikan formalnya ke S2 jurusan Magister Perdamain dan Resolusi Kinflik Universitas Gajah Madja Yogyakarta, kemudian melanjutkan kejenjang S3, bidang Doktor Konsentrasi Hukum HAKI di Universitas Krisna Dwipana Jakarta.

Selain itu pendidikan formal Teuku Edyy juga pernah mengenyam Pendidikan Non Formal di English Maritim Cours, Kota Lhokseumawe dan LBA Interlingua Yogyakarta.

Sementara untuk bidang Profesi lainya Teuku Eddy Foundation pernah juga mengikuti program pendidikan khusus Advokat, di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga serta Pendidikan Konsultan Hak Kekayaan Intelektual di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung, Mediator di Pusat Mediasi Nasional (PMN) Jakarta, Brevet A dan B Pajak Fakultas Ekonomi TRIEBI Universitas Trisakti.

Walaupum umurnya masih terglong terlalu sangat muda namun Teuku Eddy, telah menghasilkan sejumlah karya tulis yang selama ini sudah dijadikan referensi oleh para Mahasiswa dan Akademisi, TNI/Polri serta masyarakat pada umumnya lainya.

Sedangkan Buku yang pernah ia karyakan dan diterbitkan, yaitu terdiri sebagai berikut:

1)”Pengesahan Kawin Kontrak”, penerbit Pilar Media, Yogyakarta Tahun 2007.

2).”Psikologi Kebahagiaan”, penerbit Progresig Books, Yogyakarta Tahun 2007.

3).”Kala Cinta Mengguncang Arasy Ilahy”, penerbit Quill Books, Yogyakarta Tahun 2008.

4)”Polisi Ideal, Sebuah Harapan”, penerbit Gerbang Pustaka, Yogyakarta Tahun 2010.

5)”Menyemai Cinta Dalam Keluarga”, Penerbit Gerbang Pustaka, Yogyakarta Tahun 2010.

6).”Runtuhnya Hegemoni Amerika”, Penerbit Gerbang Pustaka, Yogyakarta Tahun 2010.

7).”Bunga Rampai Demokrasi”, Penerbit Gerbang Pustaka, Yogyakarta Tahun 2010

8).”Pemikiran Politik Prabowo Subianto”.
Serta sejumlah Buku karya lainnya yang saat ini sudah beredar di sejumlah Pustaka, pasar Toko Buku dan ditengah-tengah masyarakat.

Meskipun ditengah kesibukannya yang padat aktivitasnya, selain itu sosok figur “Eddy Foundation”, begitu aktif menulis sejumlah Buku serta beliau juga aktif menulis di berbagai media massa nasional diantaranya:

“Militerisme Sipil Dan Demokrasi”

“Perempuan Dan Kekerasan Domestik”

“Indepedensi Polri Dan Hambatan”

“ABRI Dari Masa Ke Masa”

“Polri dan Kombatan Menuju Civilian”

“Mendambakan Polisi Sipil Yang Kuat”

Serta sejumlah artikel lainnya dengan berbagai judul yang pernah dimuat di sejumlah media massa Lokal dan Nasional.

Selanjutnya Teuku Eddy, pernah juga aktif di berbagai Organisasi Siswa Sekolah, baik di internal OSIS dan organisasi eksternal saat masih duduk diberbagai sekolah sebagai pelajar aktif minat bakatnya dan hingga Sekarang

Pernah menjabat Presidium Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia, Lhokseumawe pada Tahun 1999

Ketua Umum Smoensa Islamic Center tahun 1999

Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh Utara tahun 1998

Sekretaris DPW Masyumi Propinsi Aceh Tahun 2003-2008

Sekretaris DPW PPNI Propinsi Aceh Tahun 2003-2008

Ketua Umum DPW Persatuan Umat Islam Propinsi Aceh Tahun 2009 – 2014

Sekretaris LBH Dharma Nusantara Propinsi Aceh Tahun 2005

Ketua Umum Partai Pemersatu Muslimin Aceh 2007-2012

Ketua Umum DPP Peace Institut Tahun 2011

Pengurus Wilayah DPP APSI Yogyakarta Tahun 2014.

Peneliti dan Penulis Rastra Swakottama Mabes Polri

Pengurus Pusat DPP Asosiasi Monsultan HKI Indonesia, periode 2012-2017

Pengurus DPP Pusat Mediasi Nasional masa periode tahun 2014-2019

Direktur Eddie dan Global Patrners Consulting PLT Malaysia, Tahun 2016

Ketua Umum Yayasan Eddie Untuk Negeri Tahun 2016

Direktur Cv. Eddie Organizer

Ketua Umum DPW Asosiasi penagacara Syariah Indonesia Wilayah Aceh untuk masa periode tahun 2018-2023

Direktur Lembaga Eddy Foundation 2020-sekarang

Hingga Sekarang Pak Eddy sudah diberikan kepercayaan dengan menjabat sebagai Komisaris Utama, PT Imza Rizky Jaya Group. (Sumber: Rekam Jejak Sosok Teuku Eddy Faisal Rusydi Putra Asal Aceh, Pendiri Lembaga “Kemanusiaan Eddie Foundation”.

Jakarta harianmerdekapost.com: Menyimak sosok figur yang tenang dan berwibawa yang berkharisma serta sosial kemanusian dia adalah pria asal Kecamatan Kutablang, Bireuen Aceh. yaitu Dr (Cn). Teuku Eddy Faisal Rusydi, SHI., M.Sc., CM., CTT. (K).

Beliau selama ini selaku pendiri Lembaga Kemanusiaan “Eddy Foundation”, telah berkiprah rintisan karir perjuangan hidupnya dari diberbagai organisasi masyarakat(Ormas), partai politik, organisasi bantuan hukum ditingkat nasional serta saat ini cukup dikenal luas oleh publik khususnya Aceh dengan sebutan Pak “Eddi Foundation”

Pria kelahiran Bireuen 25 Juni 1982 tersebut berprofesi sebagai Advokat, Konsultan Hak Kekayaan Intelektual, pengacara Pajak dan Mediator, untuk dapat membantu masyarakat kecil sejak beberapa bulan terakhir disaat Dunia dan Negeri ini diterpa badai Pandemi Covid-19 dengan hatinya terus tergerak untuk mendirikan lembaga kemanusiaan dalam membantu masyarakat lemah yang membutuhkan bantuan dan kepedulian pihak yang dermawan.

Sebagaimana diketahui, beliau juga aktif di Bidang Kemanusiaan yang setiap hari mengunjungi masyarakat kelas masyarakat lemah kelas bawah dengan nama Teuku Eddy semakin dikenal publik di tanah air, meskipun bukan itu tujuannya namun hal tersebut tidak dapat dipisahkan karena kondisi masyarakat sejak dilanda Covid-19 sangat membutuhkan uluran tangan dari Pemerintah, pengusaha dan pegiat sosial kemanusiaan.

Melihat kondisi perekonomian masyarakat saat ini sehingga menggerakkan langkahnya dengan mendirikan lembaga kemanusiaan, merekrut sejumlah relawan dan terjun lansung di tengah-tengah masyarakat yang sedang menghadapi berbagai masalah kesusahan,penderitaan dan musibah serta anak-anak yang membutuhkan penanganan kesehatan.

Meskipun baru seumur jagung Sepak terjang Lembaga Kemanusiaan “Eddie Foundation”, patut di apresiasi khususnya di Propinsi Aceh, pasalnya selama pandemi Covid-19 menimpa negeri ini sudah sudah cukup banyak membantu masyarakat miskin dan penyaluran Alat Pelindung Diri (APD), seperti masker kepada beberapa Rumah Sakit Umum di Aceh, Teuku Eddy juga melalui Eddy Foundation selalu aktif membantu Pemerintah dalam memutus mata rantai penanganan Covid-19 dengan menyalurkan Ribuan baju Hazmat, di Rumah Sakit Aceh.

Lulusan Master Bidang Perdamaian dan Resolusi Konflik, Universitas Gajah Mada Yogyakarta Dan Kandidat Doktor Bidang Hukum pada Universitas Krisna Dwipayana Jakarta ini bukan orang baru di Bidang kemanusiaan, Teuku Eddy mulai aktif terjung langsung dengan terus menerus membawa visi dan misi kemanusiaan sejak tahun 2004 pasca Aceh terjadi musibah musibah Gempa Bumi/ Tsunami melalui berbagai kegiatan dan aktifitas sosial dan kemanusiannya.

Teuku Eddy akan bertekad kedepannya mewujudkan cita cita visi kemanusiaan akan dilakukan secara kontinyue dalam menyahuti panggilan solidaritas jiwa jiwa kemanusian, sebagai langkah upaya mengusap beban air mata para masyarakat Aceh yang mengalami penderitaan, untuk meringankan beban masyarakat dalam memberikan pencerahan serta akan membantu bagi siapapun yang membutuhkan,tanpa kecuali, khususnya di Aceh tanah kelahirannya Bireuen.

“Membantu orang lemah dan memerlukan kerja keras yang ikhlas dengan membentuk membentuk sejumlah tim relawan kemanusian itulah inisiatif dan cita cita hidup saya bisa saling bermanfaat dan membantu antara sesama kita. Apalagi sebaik-baik manusia adalah manusia yang dapat berguna dan bermanfaat untuk manusia lainnya, apalagi orang yang membutuhkan, tentunya berkat doa oleh mereka saudara kita dan dukungan teman-teman media, tim Relawan Eddy Foundation ditambah dengan dukungan semua pihak,” kata Teuku Eddy sebagaimana pernah dilansir terlebih dahulu oleh media www.Lintas Nasional , Rabu (11- November/2020), Jakarta.

Namun terakhir banyak masyarakat satu bulan ini bertanya-tanya, pasalnya Gerakan Sosial dan Kemanusian yang dirintis saudara Eddie Foundation beberapa waktu yang lalu sempat redup, sehingga banyak kalangan masyarakat yang merindukan kehadiran sang Direktur Utama lembaga kemanusian Eddy Foudation hilang dipermukaan publik.

Kutipan ini diambil dari media www.lintasnasional.com, beliau menceritakan bahwa selama sebulan terakhir Teuku Eddy sering ditimpa penyakit Thypus, setelah sempat menjalani perawatan medis dengan dokter di Rumah Sakit Aceh, disarakan agar dirinya untuk beristirahat selama sebulan penuh tanpa harus melakukan berbagai aktifitas.

Namun beberapa hari setelah mengalami Thypus, Teuku Eddy meskipun mengabaikan untuk mengikuti anjuran Dokter, tapi tetap terus mencoba memaksakan diri agar tetap bisa turun kelapangan ketengah masyarakat Aceh di beberapa lokasi dan daerah untuk menemui masyarakat, kemudian kondisinya kembali drop dan kembali harus dirawat inab di Rumah Sakit.

“Syukur Alhamdulillah saat ini kondisi kesehatan saya sudah fit kembali dengan hasil konsultasi tim medis dokter, setelah sekian lama mengurungkan misi kemanusian tanpa beraktifitas dalam menyelesaikan beberapa tugas penting di Jakarta yang telah lama ia tinggalkan. Lembaga Kemanusian Eddie Foundation bersama tim relawannya akan terus kembali bergerilya dan kembali bertemu masyarakat dipelosok pendalaman perdesaan disetiap Kabupaten/Kota di Aceh,” ungkap Teuku Eddy Foundation secara optimis

Saat ini Teuku Eddy juga aktif menyalurkan berbagai bantuan sosial baik lampu PJUTS ke seluruh pelosok negeri, hingga ke Dayah khususnya di Aceh dan Pesantren Seluruh Indonesia, melalui program Indonesia Terang yang digagas oleh Pengusaha asal Bireuen Hj Rizayati,pemilik PT Imza Rizky Jaya

Latar belakang Perjalanan Karir Sederet Prestasi Teuku Eddy Faisal Rusdi:

Lahir di Tingkeum Manyang, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, tanggal lahir 25 Juni 1982. Lalu Teuku Eddy, saat kecil pernah menempuh Pendidikan di MIN Kutablang, MTsN Bustanul Ulum Langsa, SMU Negeri 1 Lhokseumawe, kemudian S-1 di Fakultas Syariah perbandingan Mazhab dan Hukum IAIN Ar Raniry Banda Aceh.

Setelah itu yang sering disebut “Bang Eddy Faundation”, lalu mengambil sikap Hijrah ke Ibukota Jakarta. Seterusnya Teuku Eddy melanjutkan pendidikan formalnya ke S2 jurusan Magister Perdamain dan Resolusi Kinflik Universitas Gajah Madja Yogyakarta, kemudian melanjutkan kejenjang S3, bidang Doktor Konsentrasi Hukum HAKI di Universitas Krisna Dwipana Jakarta.

Selain itu pendidikan formal Teuku Edyy juga pernah mengenyam Pendidikan Non Formal di English Maritim Cours, Kota Lhokseumawe dan LBA Interlingua Yogyakarta.

Sementara untuk bidang Profesi lainya Teuku Eddy Foundation pernah juga mengikuti program pendidikan khusus Advokat, di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga serta Pendidikan Konsultan Hak Kekayaan Intelektual di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung, Mediator di Pusat Mediasi Nasional (PMN) Jakarta, Brevet A dan B Pajak Fakultas Ekonomi TRIEBI Universitas Trisakti.

Walaupum umurnya masih terglong terlalu sangat muda namun Teuku Eddy, telah menghasilkan sejumlah karya tulis yang selama ini sudah dijadikan referensi oleh para Mahasiswa dan Akademisi, TNI/Polri serta masyarakat pada umumnya lainya.

Sedangkan Buku yang pernah ia karyakan dan diterbitkan, yaitu terdiri sebagai berikut:

1)”Pengesahan Kawin Kontrak”, penerbit Pilar Media, Yogyakarta Tahun 2007.

2).”Psikologi Kebahagiaan”, penerbit Progresig Books, Yogyakarta Tahun 2007.

3).”Kala Cinta Mengguncang Arasy Ilahy”, penerbit Quill Books, Yogyakarta Tahun 2008.

4)”Polisi Ideal, Sebuah Harapan”, penerbit Gerbang Pustaka, Yogyakarta Tahun 2010.

5)”Menyemai Cinta Dalam Keluarga”, Penerbit Gerbang Pustaka, Yogyakarta Tahun 2010.

6).”Runtuhnya Hegemoni Amerika”, Penerbit Gerbang Pustaka, Yogyakarta Tahun 2010.

7).”Bunga Rampai Demokrasi”, Penerbit Gerbang Pustaka, Yogyakarta Tahun 2010

8).”Pemikiran Politik Prabowo Subianto”.
Serta sejumlah Buku karya lainnya yang saat ini sudah beredar di sejumlah Pustaka, pasar Toko Buku dan ditengah-tengah masyarakat.

Meskipun ditengah kesibukannya yang padat aktivitasnya, selain itu sosok figur “Eddy Foundation”, begitu aktif menulis sejumlah Buku serta beliau juga aktif menulis di berbagai media massa nasional diantaranya:

“Militerisme Sipil Dan Demokrasi”

“Perempuan Dan Kekerasan Domestik”

“Indepedensi Polri Dan Hambatan”

“ABRI Dari Masa Ke Masa”

“Polri dan Kombatan Menuju Civilian”

“Mendambakan Polisi Sipil Yang Kuat”

Serta sejumlah artikel lainnya dengan berbagai judul yang pernah dimuat di sejumlah media massa Lokal dan Nasional.

Selanjutnya Teuku Eddy, pernah juga aktif di berbagai Organisasi Siswa Sekolah, baik di internal OSIS dan organisasi eksternal saat masih duduk diberbagai sekolah sebagai pelajar aktif minat bakatnya dan hingga Sekarang

Pernah menjabat Presidium Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia, Lhokseumawe pada Tahun 1999

Ketua Umum Smoensa Islamic Center tahun 1999

Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh Utara tahun 1998

Sekretaris DPW Masyumi Propinsi Aceh Tahun 2003-2008

Sekretaris DPW PPNI Propinsi Aceh Tahun 2003-2008

Ketua Umum DPW Persatuan Umat Islam Propinsi Aceh Tahun 2009 – 2014

Sekretaris LBH Dharma Nusantara Propinsi Aceh Tahun 2005

Ketua Umum Partai Pemersatu Muslimin Aceh 2007-2012

Ketua Umum DPP Peace Institut Tahun 2011

Pengurus Wilayah DPP APSI Yogyakarta Tahun 2014.

Peneliti dan Penulis Rastra Swakottama Mabes Polri

Pengurus Pusat DPP Asosiasi Monsultan HKI Indonesia, periode 2012-2017

Pengurus DPP Pusat Mediasi Nasional masa periode tahun 2014-2019

Direktur Eddie dan Global Patrners Consulting PLT Malaysia, Tahun 2016

Ketua Umum Yayasan Eddie Untuk Negeri Tahun 2016

Direktur Cv. Eddie Organizer

Ketua Umum DPW Asosiasi penagacara Syariah Indonesia Wilayah Aceh untuk masa periode tahun 2018-2023

Direktur Lembaga Eddy Foundation 2020-sekarang

Hingga Sekarang Pak Eddy sudah diberikan kepercayaan dengan menjabat sebagai Komisaris Utama, PT Imza Rizky Jaya Group. (Di lansir dari www.lintasnasional.com / Iqbal)

WhatsApp Image 2020-11-27 at 21.23.40
WhatsApp Image 2020-11-24 at 22.31.54
WhatsApp Image 2020-11-19 at 15.25.59
WhatsApp Image 2020-11-08 at 17.20.03

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed