oleh

R. Otto Iskandar Dinata, Aktivis Muhammadiyah Jadi Pahlawan Nasional Oleh: Ghuroba As-Sundawy Editor: Sudono Syueb

Yogyakarta,harianmerdekapost.com-Raden Otto Iskandar Dinata adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia dari tanah Sunda. Beliau mendapatkan gelar Pahlawan pada tanggal 6 November 1973 setelah dikeluarkannya Keppres No.088/TK/1973 oleh Pemerintahan Republik Indonesia. Nama beliau sudah tak asing lagi ditelinga sebab hampir disetiap kota di seluruh Indonesia pasti ada nama beliau sebagai nama jalan, tak lupa gambarnya juga diabadikan pada uang pecahan Rp 20.000.

Beliau lahir di Bandung pada tanggal 31 maret 1897 lebih tepatnya di daerah Bojongsoang hari ini masuk wilayah Kabupaten Bandung, beliau memiliki julukan “sijalak harupat” yang merupakan sebutan untuk ayam jantan yang kuat, pemberani, bersuara nyaring saat berkokok, dan sebagai ayam aduan beliau adalah ayam jago yang sangat sulit dikalahkan. Karena sedari muda beliau mempunyai karakter yang nakal, jujur, pintar, bernyali tinggi, tidak suka berbasa-basi dan berterus terang, hal inilah yang membuat beliau dijuluki sijalak harupat sekarang nama sijalak harupat diabadikan menjadi stadion sepakbola kebanggaan masyarakat Sunda lebih tepatnya di daerah Soreang Kabupaten Bandung.

Beliau lahir dari keluarga ternama ayahnya bernama Nataatmadja namun setelah menunaikan ibadah haji beliau mengganti nama menjadi Raden Haji Rachmat Adam yang merupakan seorang kepala desa dan juga keturunan bangsawan Sunda sementara ibunya bernama Nyi Raden Siti Hatijah, beliau merupakan anak ke 3 dari 9 bersaudara. Untuk urusan sekolahnya beliau mengenyam pendidikan di Hollandsch Inlandsche School (HIS) Bandung, kemudian melanjutkan di Kweekschool Onderbouw (Sekolah Guru Bagian Pertama) Bandung. Setelah lulus, Otto melanjutkan sekolahnya di Hogere Kweekschool (Sekolah Guru Atas) di Purworejo, Jawa Tengah. Perlu diketahui juga bahwa beliau merupakan orang yang mengusulkan pekik Nasional “Indonesia Merdeka” dengan tangan kanan diatas, karena dirasa terlalu panjang beberapa temannya mengusulkan menjadi satu kata yaitu “Merdeka”.

Berbicara masalah organisasi beliau merupakan orang yang sangat aktif di berbagai organisasi semasa perjuangan nasional mulai dari Wakil Ketua Umum Boedi Oetomo cabang Bandung & Pekalongan, Ketua Umum Paguyuban Pasundan juga tercatat sebagai anggota Volksraad semacam DPR pada masa kolonial Hindia Belanda beliau menjadi anggota parlemen selama tiga periode yakni 1931-1934, 1935-1938, dan 1939-1942, anggota BPUPKI, duduk di PPKI, sempat menjadi wasit dan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung (Persib 1933), guru di sekolah Persyarikatan Muhammadyah di Jakarta, pemimpin warta harian berbahasa Sunda Sipatahunan di Bandung, pemimpin surat kabar Warta Harian Tjahaja dan ketika Indonesia merdeka beliau ditunjuk pemerintah menjadi Menteri Negara dalam Kabinet Pertama Republik Indonesia.

Perjuangan yang sangat luar biasa dari salah satu tokoh Pahlawan Indonesia ini, patut dicontoh oleh generasi milenial Indonesia zaman sekarang dan lebih khusus pemuda-pemudi milenial di tatar Sunda. Dahulu beliau ikut berjuang untuk memerdekakan Indonesia lewat berbagai macam cara terutama (pendidikan), maka hari ini mari kita isi kemerdekaan Indonesia dengan hal-hal yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa dan negara kedepannya. Agar dimasa yang akan datang Indonesia menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Sumber : Berbagai Sumber
🖊️ Akang Mbett

Untitled-1
Untitled-1
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59 (1)
WhatsApp Image 2020-10-13 at 14.18.12
WhatsApp Image 2020-09-30 at 06.08.24
WhatsApp Image 2020-09-28 at 08.08.0

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed