PT BAS: Cabang Bireuen Menggelar Pelatihan UMKM, Limbah Ternak Domba

banner 300250

   

Aceh,Harianmerdekapost.Com- PT  Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen  Menggelar kegiatan Seminar  dan Pelatihan UMKM,  Pemanfaatan Limbah Ternak Domba/Kambing demi Menghasilkan Rupiah. 

Peserta yang hadir  berjumlah 100 orang, peserta tersebut  Perwakilan Kecamatan Sekabupaten Bireuen,  bertepatan pada hari  Selasa (10 maret 2020 )di Aula Lantai IV Gedung Kantor PT. Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen, Melaksanakan pelatihan 

Dibuka dengan kata sambutan yang di sampaikan oleh:

  1. Said Zainal Arifin – Pemimpin Pengganti PT. Bank Aceh Syariah Kab.Bireuen.
  2. Dailami, S.Hut-Asisten III Pemda Bireuen
  3. Maryani, A.Md-Pimpinan Mery Sheep Farm Aceh

Kemudian yang menjadi sumber informasi yaitu:

Dr. Ir. Dzarniza Araby, M.Si, Dosen Fakultas Peternakan Universitas Syiah Kuala dan Ketua Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Aceh. 

Beliau menginformasikan tentang standar pengelolaan kandang ternak dalam skala kecil serta bagaimana menjaga kebersihan kandang untuk mereduksi limbah ternak agar tidak menjadi kontaminan.

Rahmat Kartolo,S.Pt., M.Pt, Pakar Pupuk Organik.  Beliau mempresentasikan kepada peserta tentang materi baru yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk kompos atau sebagai habitat tumbuh tanaman maupun sebagai biogas, sehingga bernilai ekonomis dan memberi nilai tambah.

Mr. Mhd. Nor Ashraf bin Abu Bakar, CEO Aliyah Rizq Farm, Singapura. Beliau merupakan praktisi peternakan yang sudah sangat terkenal di kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah. 

Beliau mempresentasikan kepada peserta tentang standardisasi mulai dari pakan ternak, kandang ternak, kesehatan ternak dan ukuran berat ternak yang dapat dijadikan sebagai komoditas eksport untuk dikonsumsi.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menselaraskan pengetahuan para petani ternak terkait pengelolaan kandang sehingga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesehatan hewan ternak. 

Memproduksi kontaminan yang diakibatkan dari limbah ternak melalui pengelolaan limbah ternak yang tepat dan sesuai dengan kondisi areal peternakan. 

Menghasilkan materi baru dari limbah ternak (feses) yang memiliki nilai ekonomis dan dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan untuk membantu menutupi biaya-biaya operasional perternakan. (Rel/Wardi)