PSBB, Sterilisasi 19 Titik Kota Surabaya

banner 300250

Surabaya,harianmerdekapost.com – Dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus (Covid-19), Kota Surabaya melakukan sterilisasi dengan Social Distancing, Physical Distancing dan Karantina Wilayah. Pembatasan Sosial Berskala Besar bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19.

banner 300250

banner 300250

M. Fikser Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya menghimbau mulai Jumat 03/04/2020 bagi warga dari luar kota yang mau masuk ke Surabaya bila tidak ada kepentingan atau sesuatu yang mendesak, lebih baik dicancel dulu.

Fikser menambahkan, “Sedangkan warga Surabaya, agar tidak keluar rumah bila tidak ada kepentingan yang mendesak atau hal yang sangat penting. Kita himbau jika tidak ada kepentingan yang mendesak cukup di rumah mengikuti anjuran dan himbauan dari pemerintah untuk memutus mata rantai dari penyebaran Covid-19,” (02/04/20).

Irvan Wahyu Drajad Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, mengatakan pihaknya bersama Kepolisian, TNI, serta jajaran di tingkat kecamatan dan kelurahan terus melakukan upaya-upaya sterilisasi dan himbauan kepada masyarakat di 19 titik pintu masuk Kota Surabaya.

“Kami mengharap kepada masyarakat agar menghindari keperluan yang sifatnya tidak penting banget. Kalau bisa dilakukan di rumah, lebih baik dilakukan di rumah,” jelas Irvan.

Eddy Cristijanto Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya menuturkan, pemberlakuan PSBB ini sampai puncak pandemi COVID-19 benar-benar menurun. Sebab, menurut perkiraannya, puncak pandemi pertama itu terjadi pada minggu kedua di bulan April ini.

“Kemungkinan puncak pandemi kedua ada di minggu pertama di bulan Mei. Kalau temuan kasus sudah stagnan dan dirasa aman, maka PSBB bisa dicabut,” katanya. Kamis (02/04/20)

Pemerintah Kota Surabaya bersama instansi terkait melakukan imbauan dan sterilisasi kepada para pengendara di 19 pintu masuk ke Kota Surabaya.

Antara lain, Stadion Gelora Bung Tomo (Pakal), Terminal Tambak Oso (Benowo), Dupak Rukun (Asemrowo), Kodikal (Pabean), Mayjen rumah pompa (Dukuh Pakis), Gunungsari (Jambangan), Kelurahan Kedurus (Karang Pilang), Masjid Agung (Kec. Gayungan) dan Jeruk (Lakarsantri).

Sterilisasi juga dilakukan di Driyorejo, Benowo Terminal (Pakal), Tol Simo (Sukomanunggal), Mal City of Tomorrow (Dishub), MERR Gunung Anyar (Gunung Anyar), Suramadu (Kec. Kenjeran), Rungkut Menanggal (Gunung Anyar), Wiguna Gunung Anyar Tambak (Gunung Anyar), Margomulyo (Tandes) dan Pondok Chandra (Gunung Anyar).

Semua ini sesuai dengan Pemerintah Kota Surabaya menerapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PP bertanggal 31 Maret 2020. (M9/AD1)

WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x
WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14
WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14


News Feed