oleh

Program Dokter Muter Bupati Lumajang “MACET “.

Harianmerdekapost.com Lumajang, Jawa timur – Bupati Lumajang Thoriqul Haq tahun 2019 merencanakan adanya Dokter muter meliputi pelosok pedesaan yang ada di kabupaten Lumajang, tahun 2020 bulan September ter realisasi dengan datangnya unit Ambulance dengan menghabiskan dana 1,6 Milyar untuk pengadaan 2 unit ambulance jenis khusus yang berada di naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, akan tetapi Program Bupati nampaknya hanyalah tinggal program saja, pelaksanaan sampai hari ini tidak jalan bahkan Tidak muter lagi alias “Macet”.

Dalam pidatonya pada rapat paripurna di DPRD Kabupaten Lumajang dengan agenda penyampaian nota penjelasan Bupati terhadap Taperda APBD tahun anggaran 2020 mengatakan seperti di kutip dari beberapa berita Cyber 2019 akan memberikan pelayanan kesehatan dan berharap dapat dirasakan semua lapisan masyarakat sampai ke pelosok pedesaan di wilayah kabupaten lumajang jawa timur serta akan jemput bola mendatangi pasien.

Bulan maret 2020 Indonesia di umumkan ada pasien Terkonfirmasi Covid 19 begitu juga di Kabupaten Lumajang di bulan yang sama, tetapi Realisasi Pengadaan Ambulance Dokter muter Bulan September 2020 dengan perencanaan anggaran 2019 dalam arti tetap direalisasikan di tengah pandemi.

Foto : Unit mobil ambulan yang digunakan untuk Program Dokter Muter

kepala Dinas Kesehatan kabupaten Lumajang Dr Bayu Wibowo saat di hubungi via Whatsapp terkait progres pelaksanaan Dokter Muter di Tahun 2021 mengatakan” Pandemi Kita harus membatasi pelayanan dengan tidak mengumpulkan masyarakat, sementara berhenti sampai situasi aman,” ungkapnya

Lebih lanjut dalam obrolan via Whatsapp dengan Awak media Harian merdeka post mengungkapkan

“Ambulan dokter muter baru tiba di Dinkes Lumajang sekitar bulan September, sebelumnya kegiatan dokter muter memakai Pusling ( puskesmas keliling-Red) dan untuk sementara dimasa pandemi unit kendaraan dokter muter berada di Dinkes,” jelasnya lagi.

Sambungnya terkait Unit Ambulance Dokter muter ” Rencana akan kami gunakan dengan sosialisasi vaksinasi covid 19 untuk masyarakat mulai bulan maret setelah vaksin nakes selesai bulan Februari 2021″, pungkasnya

Program Dokter Muter mendapat kritikan pedas dari H Ahmat Wakil ketua DPRD kabupaten Lumajang dari Fraksi PPP Mengatakan ” kemarin sempat berhenti karena mereka tidak bisa beraktifitas di luar karena banyak yang terpapar covid 19 itu alasan dari Dinkes,” paparnya

Lanjut H ahmat “Saya sampaikan kalau dokternya saja sudah takut apalagi masyarakatnya kan percuma mereka di gaji dari APBD tapi tidak melaksanakan tugas dari pemerintah,” imbuhnya

Di kalangan masyarakat lumajang terkait Adanya Dokter muter masih banyak yang belum tahu bahkan kedengaran aneh, seperti kata salah seorang warga bernama Ozzy (45) ketika awakmedia coba menanyakan tentang program tersebut.

“apa itu dokter muter mas saya kog baru dengar”, jawabnya.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq di hubungi via Whatsapp terkait program dokter muter sampai berita ini di turunkan masih bungkam dan indikasi nomor Handphone awak Media Merdeka post di Blokir. (AN).

WhatsApp Image 2021-02-26 at 08.31.53
iklan 19-02-2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed