Polisi Berhasil Meringkus Pelaku Yang Diduga Melakukan Pungli Dana Bantuan BLT di Sokobanah Daya

Harianmerdekapost.com – Sampang madura Jawa timur, Oknum perangkat desa diduga lakukan pemotong bantuan BLT yang di salurkan oleh pemerintah di Desa sokobanah daya, kecamatan sokobanah, sampang, Sebesar Rp 50 hingga 100 Jum’at. (25/11/2022)

Warga penerima bantuan dari pemerintah pun tidak terima dan merasa keberatan,haknya dipotong sehingga mereka ramai-ramai melaporkan pemotongan uang bansos tersebut ke polisi.

Warga menyebutkan saat menerima bantuan (KPM) yang mengambil di balai desa sokobanah daya, dan setelah menerima dimintai oleh oknum perangkat desa Inisial S sebesar Rp100, diriya sempat bertanya kepada yang lain ternyata sama juga. kenapa uang bantuan tersebut di potong tapi tidak tahu menau.

Lebih lanjut warga yang enggan namanya dipublikasikan mengatakan Pemotongan bantuan tersebut tidak ada pembicaraan sebelumnya dari perangkat desa yang berinisial S perihal ini kami bersama warga yang lain sepakat melaporkan ke pihak yang berwajib.

“Tidak ada pemberitahuan dan juga untuk apa pemetongan tersebut digunakan mas makanya kami bersama warga mengadukan ke pihak kepolisian”pungkasnya,

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian tersebut dilakukan oleh perangkat desa Sokobanah Daya saat pemberiaan bantuan, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di sunat yang tak tanggung tanggung mulai 50 ribu hingga 100 ribu rupiah perorang.

Kapolsek Sokobanah Iptu Ivan Danara Oktavian saat dimintai keterangan mengatakan, petugas masih mendalami dugaan kasus pungutan liar pungli atau pemungutan liar tersebut.

“Sementara masih di lakukan introgasi di kantor polsek sokobanah

Menurut Ivan, pihaknya masih berupaya mengumpulkan bukti-bukti serta meminta keterangan dari saksi-saksi termasuk penerima keluarga penerima manfaat (KPM).

“Para penerima bantuan, kita klarifikasi semuanya. Karena para masyarakat saat kita datangi tertutup semua,” imbuhnya.

Sementara itu Pj Kepala Desa Sokobanah Daya Parhan tidak menampik adanya penangkapan dari pihak Polsek terhadap oknum tersebut. Meski begitu menurut Parhan yang diamankan oleh Polsek bukan merupakan perangkat desa Sokobanah Daya.

“Yang diamankan bukan perangkat desa akan tetapi orang tuanya,” kata Parhan.

Menurut Parhan, pihaknya selama ini tidak pernah menyuruh seluruh perangkat atau siapapun untuk tidak mengambil apapun dari bantuan tersebut.

“Kami tadi memang tidak hadir karena ada halangan undangan pernikahan. Tapi sebelumnya kami sudah instruksikan untuk tidak memotong bantuan apapun baik dari bansos atau PKH,” tambahnya.

Meski begitu dirinya memasrahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib.

“Kalau memang bisa dibuktikan terkait masalah ini silahkan, yang jelas itu bukan perangkat,” pungkasnya,

Sudah jelas yang termaktub dalam KUHP Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 atas perbuatan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tidak hanya itu Pasal 43 ayat (1) UU 13/2011 Setiap orang yang menyalahgunakan dana penanganan fakir miskin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

(HMP/Sdmn)