oleh

PII Blimbing Selamatkan Orang Orang PKI Yang Masuk Masjid Laporan: Sudono Syueb

Surabaya,harianmerdekapost.com-Pengurus Daerah Pelajar lslam Indonesia (PD PII) Kabupaten Lamongan mengadakan Kajian Sejarah dengan tema: Menolak Lupa Kebangkitan PKI Serta Kiat Mewaspadai Gerakan KGB Masa Kini. Digelar pada hari Kamis, 1/9-2020, jam 19.00 sd selesai, di masjid At-Taqwa, Brondong, Lamongan.

Sebagai nara sumber di antaranya ustadz Asfandi Baja, sebagai pelaku sejarah, mantan aktivis PII Lamongan yang kini jadi anggota KBPII Kabupaten Lamongan.
“Sebelum saya cerita tentang peristiwa pergolakan antara kader PKI Lamongan Pantura dengan umat lslam, saya ingin sampaikan dulu berdirinya PII (Pelajar Islam Indonesia) Daerah lstimewa Blimbing, Lamongan”, demikian kata ustadz Aspandi Baja mengawali orasinya di hadapan ratusan remaja masjid dan pemuda pelajar lslam di Masjid At-Taqwa, Brondong, Lamongan

Berdirinya PII di Blimbing

Pll Daerah lstimewa Blimbing، Lamongan, berdiri, kata ust. Aspandi, pada tahun 1966, diprakarsai oleh seorang pemuda alumni Pondok Gontor namanya ust. Amin Sakin, di Mushollanya bpk haji Kastian, Kauman Blimbing. Dinamai PII Daerah Istimewa Blimbing karena pertama, di Kabupaten Lamongan belum ada PII dan kedua , Blimbing merupakan basis Masyumi. Karena itu wilayah binaan PII di seluruh Kabupaten Lamongan yang bisa dijangkau

Lebih lanjut Asfandi katakan, jadi berdirinya PII Daerah lstimewa Blimbing ini hampir bersamaan dengan peristiwa G30/S/PKI. Karena itu kader kader PII Blimbing terlibat aktif dalam gesekan atau perang saudara antara ormas ormas lslam dengan antek antek PKI.

Duel Maut

Terjadinya perang terbuka itu, menurut ust. Asfandi, karena dipicu adanya dua orang dari kalangan umat lslam yang dibunuh PKI yaitu Ahmad Walid dari Blimbing, Psciran dan Bakar Basha dari Sedayu Lawas, Brondong, dalam suatu duel maut. Sedang pihak PKI pendekarnya mati satu.
Dengan matinya dua orang dari umat lslam itu, PKI jumawa, merasa menang dan umat lslam kalah, karena pihak PKI hanya mati satu.
Mendengar berita bahwa umat lslam dianggap kalah itu maka pagi harinya umat lslam dari Sedayu Lawas, Blimbing, Kandang Semangkon, Paciran, Penazan dll serentak mencari orang orang PKI lalu terjadi perang terbuka. Perang betul, berhadap hadapan, bukan memerangi orang yang sedang tidur.
Singkat cerita, kata Asfandi, PKI kalah lalu sisa sisa simpatisan dan kader PKI yang masih hidup menyerah dengan masuk masjid ikut sholat supaya tidak dibunuh. Masjid di mans mana penuh sisa sisa PKI yang tobat.
Mengetahui kondisi seperti itu pengurus dan anggota PII memainkan peran pentingnya yaitu PII ikut menyelamatkan, melindungi, mengayomi dan mengankan mereka supaya tidak jadi target pembunuhan lagi. Bahkan PII ikut menyediakan makan untuk mereka. Mereka merasa betul betul aman. Setelah itu kader kader PII mengajari mereka sahadat, wudhu، sholat dan membaca Al Qur’an. Mereka pun selamat, aman dan jadi mualaf.

Untitled-1
Untitled-1
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59 (1)
WhatsApp Image 2020-10-13 at 14.18.12
WhatsApp Image 2020-09-30 at 06.08.24
WhatsApp Image 2020-09-28 at 08.08.0

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed