Penurunan Tarif PPh Kanwil DJP Jatim 1

banner 300250

Surabaya, harianmerdekapost.com – “Penghitungan pajak penghasilan untuk tahun pajak 2019 menggunakan tarif yang berlaku untuk tahun pajak 2019 yaitu sebesar 25 persen. Dengan demikian penghitungan dan setoran pajak penghasilan kurang bayar yang dilaporkan pada SPT Tahunan 2019 (PPh Pasal 29) masih menggunakan tarif 25 persen,” kata Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I, Eka Sila Kusna.

Akibat dari penurunan tarif tersebut, maka penghitungan dan setoran angsuran pajak penghasilan badan, angsuran PPh Pasal 25 untuk tahun 2020 dapat menggunakan tarif sebesar 22 persen mulai masa pajak SPT Tahunan 2019 disampaikan dan masa pajak setelahnya. Jelasnya (06/04/20)

Sesuai Perppu 1 Tahun 2020 pemerintah telah menurunkan tarif pajak penghasilan badan yang sebelumnya sebesar 25 persen menjadi 22 persen untuk tahun pajak 2020 dan 2021 menjadi 20 persen mulai tahun pajak 2022, bagi wajib pajak yang belum menyampaikan SPT Tahunan 2019 sampai dengan akhir Maret 2020.

Penghitungan dan setoran angsuran PPh Pasal 25 adalah sebagai berikut:

1. Angsuran PPh Pasal 25 untuk masa pajak Maret 2020 yang disetorkan paling lambat pada15 April 2020 adalah sama dengan angsuran pada masa pajak sebelumnya.

2. Angsuran PPh Pasal 25 untuk masa pajak April 2020 yang disetorkan paling lambat pada 15 Mei 2020, dihitung berdasarkan laba fiskal yang dilaporkan pada SPT Tahunan 2019 namun sudah menggunakan tarif baru 22 persen.

Eka menambahkan, “Untuk itu pemerintah menghimbau wajib pajak badan untuk segera menyampaikan SPT Tahunan 2019 agar dapat mulai memanfaatkan penurunan angsuran PPh Pasal 25.” Terkait dengan dampak Corona yang telah memperlambat ekonomi dunia tidak terkecuali Indonesia, pemerintah mengeluarkan peraturan PMK-23/PMK.03/2020 tentang insentif pajak untuk wajib pajak yang terdampak wabah Virus Corona.

Insentif yang diberikan adalah untuk Wajib Pajak tertentu dan insentif yang diberikan adalah PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah selama 6 bulan, Pembebasan PPh Pasal 22 import selama 6 bulan, Pengurangan PPh Pasal 25 sebesar 30% selama 6 bulan, Restitusi PPN dipercepat 6 bulan. Pencapaian penerimaan Kanwil DJP Jawa Timur I untuk tahun 2020 sampai dengan 31 Maret 2020 yaitu Rp. 9.829.832.000.000; atau 1 Triliun masuk 17, 97 persen dari target dan untuk kepatuhan pelaporan SPT Tahunan sendiri telah mencapai 202.553 SPT atau 50,10% dari 404.327 Wajib Pajak yang wajib menyampaikan SPT Tahunan.

Pajak adalah sumber utama penerimaan negara dan merupakan bentuk partisipasi kita dalam membantu pemerintah menanggulangi penyebaran virus corona dan membantu sesama khususnya mereka yang paling terdampak wabah Corona.

“Penghapusan layanan perpajakan secara langsung juga akan diperpanjang sampai dengan tanggal 21 April 2020, meskipun layanan secara langsung dihapuskan oleh Kanwil DJP Jawa Timur I terus berupaya memberikan layanan yang terbaik untuk Wajib Pajak dengan membuka layanan melalui email, chat ataupun saluran komunikasi lainnya di masing-masing Kantor Pelayanan Pajak.” (AD1)