Penertiban kelengkapan Surat Kendaraan dan Uji Emisi

banner 300250

Surabaya,harianmerdekapost.com – Dalam giat hari ini merupakan kegiatan rutin, Dinas Perhubungan Kota Surabaya bekerjasama dengan Satlantas Polrestabes Surabaya dan juga jajaran Polsek terkait. (3/02/20)

banner 300250

“Di jalan Raya Indrapura kali ini yang menjadi target operasi gabungan pemeriksaan surat-surat kendaraan terutama kendaraan angkutan umum dan angkutan barang juga uji emisi yang terpenting,” tutur Bambang. Dan ada tambahan lagi yaitu pemeriksaan surat atau kita mengetahui berat muatan kendaraan.

Bambang menjelaskan, “karena banyak kita ketahui bahwa banyak kendaraan yang beroperasi di jalan, terutama angkutan barang yang over dimensi dan overloading atau istilahnya odol. Jadi pada giat pagi hari ini kita akan adakan penimbangan dengan unit timbangan portable.

Dan untuk mengetahui muatan kendaraan yang sudah sesuai atau melebihi dari kapasitas yang ditentukan untuk sementara dari penimbangan yang dilakukan 60% melebihi muatan, untuk uji emisi tadi ada beberapa yang dinyatakan tidak lulus dan sudah kita tindak tilang.

Untuk sementara ini yang terbanyak pelanggaran adalah mengenai tata cara muat dan juga surat-surat yang tidak lengkap, kegiatan ini kita lakukan satu bulan empat kali di ruas-ruas jalan tertentu. Jadi selain pagi hari ini kebetulan di jalan Indrapura depan gedung BKN nanti untuk ke depannya akan kita acak lokasi tersebut.

Menyesuaikan kerjasama dengan Polsek setempat, jadi Polsek mana yang siap kita ajak kerjasama kita adakan di situ. Suatu misal di rajawali ataupun di merr atau di frontek Ayani dan sebagainya. untuk kendaraan yang dinyatakan melanggar tindakan yang pertama adalah tindak tilang apabila surat-suratnya ada.

“Tapi bila seperti tadi ada satu unit kendaraan truk yang tidak membawa surat-surat sama sekali otomatis dia akan ditahan kendaraannya oleh pihak kepolisian dan, batasan emisi itu ada dua BBM atau bahan bakarnya yaitu solar sama bensin. Untuk bahan bakar solar ini ada 2 kategori, untuk kendaraan keluaran tahun 2010 ke bawah itu maksimal emisi yang diperbolehkan adalah 70%, untuk kendaraan yang di atas keluaran tahun 2010 itu 50% maksimal yang diizinkan.

Bambang menegaskan, “untuk kendaraan bahan bakar bensin ini yang diukur bukan ketebalan asapnya tapi karbon monoksida sama hidrokarbonnya,” untuk pengemudi maupun pemilik angkutan barang supaya diperhatikan yang pertama adalah kelengkapan atau surat-surat yang kedua juga tata cara muatan dan juga kapasitas muatan yang diperbolehkan harus diperhatikan.

Karena kendaraan yang beroperasi di jalan apabila muatan berlebih maka akan mempengaruhi keseimbangan dan otomatis akan mempengaruhi keselamatan, keselamatan bukan hanya untuk kendaraan itu sendiri tapi juga pengendara yang lain karena kita berkendara di jalan itu juga banyak orang lain selain kita.(AD1)